<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576</id><updated>2011-10-10T15:16:12.956+02:00</updated><title type='text'>Clay in The Potter's Hand</title><subtitle type='html'>belajar melihat lebih tajam, mendengar lebih peka,  berpikir lebih jernih, bernurani lebih bersih, bertutur lebih bijak, bertindak lebih berani, demi hidup lebih bernilai

&lt;br&gt;sebab nilai hidup bukan ditentukan oleh apa yang mampu kuraih, &lt;br&gt;tetapi apa yang mampu kuberi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>259</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1279680097189308080</id><published>2009-06-16T17:49:00.002+02:00</published><updated>2009-06-16T17:52:35.692+02:00</updated><title type='text'>Apa saja karakter pemimpin ideal bagi Indonesia saat ini?</title><content type='html'>Berikut posting saya di sebuah milis. Semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu prinsip yang sampai saat ini selalu menolong saya dalam mengambil keputusan. Prinsip itu adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mulailah segala sesuatu dari akhir&lt;/span&gt;, saya baca pertama kali dari bukunya Stephen Covey yang terkenal itu. Akhir di sini biasanya berupa tujuan, visi atau kondisi ideal yang ingin kita capai dan wujudkan dengan pilihan2 yang kita putuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih capres/cawapres pun adalah sebuah keputusan penting, jadi mari kita coba aplikasikan prinsip ini. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1245167343_0"&gt;Saya&lt;/span&gt; memilih memulai dari akhir dengan mengajukan pertanyaan yang jadi judul posting ini: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa saja karakter pemimpin ideal bagi &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1245167343_1"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; saat ini?&lt;/span&gt; Saya bicara sedikit dulu kenapa pertanyaan itu yang saya ajukan, khususnya tentang tiga kata dan frasa penting yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karakter&lt;/span&gt;,  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ideal&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat ini&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pilih &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karakter&lt;/span&gt; dan bukan aspek2 yang lain seperti gender, wajah, kekayaan, dll sebab bagi saya karakter itulah yang menggambarkan hati dan pikiran pemimpin tersebut. Menurut saya ini paling penting sebab segala tindakan, perkataan dan sikap adalah konsekuensi logis dari karakter. Ini artinya bahwa mencermati tindakan, perkataan dan sikap seseorang akan menolong kita untuk mengetahui dan mengenal karakternya. Singkatnya, kita bicara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track record&lt;/span&gt;. Dari buahnya kita bisa kenal pohonnya, seperti kata Tuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ideal&lt;/span&gt;, dari kata dasarnya, memberi implikasi bahwa apapun yang ideal harus mengabdi kepada suatu IDE, dan bagi saya ide itu adalah menjadikan Indonesia ini (jauh) lebih makmur, lebih terhormat dan lebih merdeka sebagai NKRI. Jadi ide ini yang mengurung dan mengarahkan kita dalam memikirkan karakter2 seperti apa yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk membawa kita mencapai kondisi ideal itu. Semoga jelas sekarang apa maksud saya dengan 'ideal'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frasa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saat ini&lt;/span&gt; membawa kita untuk berjejak ke bumi dan bersikap realistis. 'Saat ini' mengajak kita melihat segala tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi Indonesia saat ini. Secara implisit, seorang bijak ketika berkata 'saat ini' tentu juga berpikir tentang masa depan, sebab waktu tak pernah mundur, tetapi juga melihat ke belakang untuk belajar dari sejarah (baca: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track record&lt;/span&gt;). Jadi, dengan segala tantangan saat ini dan kondisi ideal yang hendak dicapai di masa depan, maka karakter apakah yang HARUS dan PERLU dimiliki pemimpin Indonesia lima tahun ke depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata 'harus' dan 'perlu' menjadi dua kategori yang sengaja saya tulis untuk menolong kita menentukan karakter2 yang tentunya bisa banyak. Ini menggambarkan prioritas. Prioritas pertama adalah karakter apa yang HARUS dimiliki ketika bicara 'ideal'  dan 'saat ini' tadi. Prioritas kedua adalah karakter yang PERLU dimiliki. 'Perlu' berarti tidak harus, bisa ada bisa tidak. Dua kategori ini juga membuat sederhana. Jika ada N buah karakter yang HARUS dimiliki, maka kita tak perlu pusing2 membuat urutan 1, 2, 3, ..., N atas N karakter itu, sebab toh semuanya HARUS dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika kita sudah mampu menjawab pertanyaan tadi dengan dua kategori ini, saya yakin jawaban kita itu akan menolong kita dalam membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;a well-informed and justified decision&lt;/span&gt; dalam memilih di bilik Pemilu 8 Juli nanti. Saya ajak kita mendekati pertanyaan itu dengan mengisi pikiran kita dengan NKRI dan salib Kristus, serta menanggalkan segala preferensi atau kecondongan ke pasangan tertentu, jika ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, saya mulai jawab. Dengan mencermati tantangan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1245167343_2"&gt;masa kini&lt;/span&gt;, di mata saya satu karakter ini HARUS dimiliki pemimpin Indonesia masa depan: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEGAS&lt;/span&gt;. Tentu saya punya karakter2 lainnya untuk kategori HARUS, tapi saya persilakan teman2 menambahkan. Ada lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari menjadi pemilih yang rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tegas&lt;/span&gt; di sini bicara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kecepatan&lt;/span&gt; menentukan keputusan DAN &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kualitas&lt;/span&gt; keputusan yang dipilih DAN &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;konsistensi&lt;/span&gt; menjalankan keputusan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1279680097189308080?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1279680097189308080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1279680097189308080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1279680097189308080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1279680097189308080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/06/apa-saja-karakter-pemimpin-ideal-bagi.html' title='Apa saja karakter pemimpin ideal bagi Indonesia saat ini?'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-7603888968880508049</id><published>2009-06-01T17:41:00.008+02:00</published><updated>2009-06-01T18:02:33.289+02:00</updated><title type='text'>Perhimpunan Pelajar Indonesia di Trondheim (PPIT) dan Keluarga Trondheim (KT)</title><content type='html'>Pada Jumat sore, 29 Mei 2009 yang lalu, PPIT sukses menyelenggarakan acara perpisahan dengan enam anggota PPIT yang akan menyelesaikan studi master mereka di NTNU. Pengurus PPIT memberikan piagam penghargaan dan poster motivasi untuk mereka. Selamat untuk kawan-kawan semua! Sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP4F-BqMnI/AAAAAAAAAQg/MR0RMOd9R-A/s1600-h/FotoBareng_PPIT-KT_Perpisahan_29Mei09.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 285px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP4F-BqMnI/AAAAAAAAAQg/MR0RMOd9R-A/s400/FotoBareng_PPIT-KT_Perpisahan_29Mei09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342386364424532594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto bersama PPIT dan KT di depan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;main building&lt;/span&gt; NTNU. Tiga bule di atas ga termasuk ya heheheh. Tahu aku dimana? :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP4GFCtvgI/AAAAAAAAAQo/Iz3QNrH46To/s1600-h/ambition.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP4GFCtvgI/AAAAAAAAAQo/Iz3QNrH46To/s400/ambition.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342386366308007426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP6jvCt89I/AAAAAAAAASI/YJEIWUfY7_c/s1600-h/believe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP6jvCt89I/AAAAAAAAASI/YJEIWUfY7_c/s400/believe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342389074821772242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5qM2FaBI/AAAAAAAAARI/uLGs760J4Ao/s1600-h/perseverance.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5qM2FaBI/AAAAAAAAARI/uLGs760J4Ao/s400/perseverance.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342388086389434386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP6kCXwswI/AAAAAAAAASQ/ubpzE81_2t4/s1600-h/detemination.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP6kCXwswI/AAAAAAAAASQ/ubpzE81_2t4/s400/detemination.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342389080010306306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5qExlOAI/AAAAAAAAARQ/PEZ_DQD2HDY/s1600-h/persistence.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5qExlOAI/AAAAAAAAARQ/PEZ_DQD2HDY/s400/persistence.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342388084223064066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP7AruFvqI/AAAAAAAAASg/FB1QreJy5rs/s1600-h/hardwork.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP7AruFvqI/AAAAAAAAASg/FB1QreJy5rs/s400/hardwork.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342389572146151074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5qdcsv8I/AAAAAAAAARY/uViSFUM7KYQ/s1600-h/pdita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5qdcsv8I/AAAAAAAAARY/uViSFUM7KYQ/s400/pdita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342388090846363586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5qm5w_OI/AAAAAAAAARg/axAtIFuk2Eg/s1600-h/phenny.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5qm5w_OI/AAAAAAAAARg/axAtIFuk2Eg/s400/phenny.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342388093384195298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5q07w5RI/AAAAAAAAARo/c1qtzzWbjMY/s1600-h/planna.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP5q07w5RI/AAAAAAAAARo/c1qtzzWbjMY/s400/planna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342388097150674194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP6FatDwhI/AAAAAAAAARw/aktbM0B3Bts/s1600-h/pnowo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP6FatDwhI/AAAAAAAAARw/aktbM0B3Bts/s400/pnowo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342388553966141970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP6FUB4-kI/AAAAAAAAAR4/YY-e1a6eJrs/s1600-h/pomey.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP6FUB4-kI/AAAAAAAAAR4/YY-e1a6eJrs/s400/pomey.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342388552174467650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-7603888968880508049?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/7603888968880508049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=7603888968880508049' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7603888968880508049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7603888968880508049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/06/perhimpunan-pelajar-indonesia-di.html' title='Perhimpunan Pelajar Indonesia di Trondheim (PPIT) dan Keluarga Trondheim (KT)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SiP4F-BqMnI/AAAAAAAAAQg/MR0RMOd9R-A/s72-c/FotoBareng_PPIT-KT_Perpisahan_29Mei09.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-9001457370624306350</id><published>2009-05-01T22:28:00.004+02:00</published><updated>2009-05-01T22:38:37.411+02:00</updated><title type='text'>Import blog ku yang pertama (2005)</title><content type='html'>Blog ku ini sebenernya blog  ku yang kedua. Aku pertama kali nulis blog Juni 2005 dan semuanya dalam bahasa Inggris. Aku masih ingat, begitu semangatnya aku nulis waktu itu dan suka juga ngutip dari buku atau dari web. Hehehe, asik juga baca2 tulisanku sendiri empat tahun lalu, jadi nostalgia gitu. Ga terasa ya, waktu cepet banget berlalu, rasanya seperti kemarin ajah. Beda sama dulu, aku sekarang lebih suka nulis hasil pikiranku sendiri, dan dalam bahasa Indonesia. Bukan karena ga bisa nulis dalam bahasa Inggris, tapi simpelnya supaya lebih mudah aja dibaca sama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;target reader&lt;/span&gt; ku, yaitu orang Indonesia, trus jelas dong butuh waktu lebih singkat buat nulis blog dalam bahasa sendiri toh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang judul blog ku adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Clay in the Potter's Hand&lt;/span&gt;, maka yang pertama itu judulnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Carpe Diem&lt;/span&gt;, salah satu istilah favoritku. Kalau mau tahu artinya, salah satunya bisa dijumpai di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carpe_diem"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Carpe_diem&lt;/a&gt;. Seluruh blog yang kuimpor ini ada 80 dan bisa diakses di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog archive&lt;/span&gt; (lihat kolom kanan atas) tahun 2005. Semoga berguna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-9001457370624306350?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/9001457370624306350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=9001457370624306350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/9001457370624306350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/9001457370624306350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/05/import-blog-ku-yang-pertama-2005.html' title='Import blog ku yang pertama (2005)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3079166346570740942</id><published>2009-04-29T10:26:00.009+02:00</published><updated>2009-05-01T16:24:30.970+02:00</updated><title type='text'>A song from me for you, my Princess</title><content type='html'>Dear sweetheart,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want you to know&lt;br /&gt;that I always miss you and I'm thinking of you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If there is one thing I can ask God&lt;br /&gt;that He will certainly grant now,&lt;br /&gt;then I will ask him to give me the strongest wings&lt;br /&gt;so that I can fly over seven seas to you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the time is coming&lt;br /&gt;and the clock is ticking so  faithfully&lt;br /&gt;that I will come to you soon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm counting the days&lt;br /&gt;and I always look forward to that very moment,&lt;br /&gt;the moment that my heart will leap for joy&lt;br /&gt;for my eyes can see your beautiful face again,&lt;br /&gt;in perfect joy&lt;br /&gt;that even all the words in the world&lt;br /&gt;are confused to describe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know that I am no superman,&lt;br /&gt;neither a saint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am just a mere human being&lt;br /&gt;who sometimes fall&lt;br /&gt;and look to the sky above in anguish&lt;br /&gt;crying out for mercy and grace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I do fall, please bear with me and forgive me&lt;br /&gt;and let me see the beauty of your merciful heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One thing I assure you honey,&lt;br /&gt;that falling will never be the end for me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to know you more,&lt;br /&gt;to love you&lt;br /&gt;and to protect you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teach me then my dear,&lt;br /&gt;teach me how to love you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be so kind to teach me,&lt;br /&gt;because it is my great desire&lt;br /&gt;to learn loving you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Out of my humble voice&lt;br /&gt;and the deepest of my heart,&lt;br /&gt;I sing a song&lt;br /&gt;only for you, my Princess.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I mean each and every word&lt;br /&gt;that I write with my own hands&lt;br /&gt;and that I sing with my own breath.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I believe you know I do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I believe you do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I believe you do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="width: 300px;"&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/tXXaWRATfI/aus=false/"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="backColor=ff9900&amp;amp;primaryColor=663300&amp;amp;secondaryColor=996600&amp;amp;linkColor=cc6600"&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/tXXaWRATfI/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" flashvars="backColor=ff9900&amp;amp;primaryColor=663300&amp;amp;secondaryColor=996600&amp;amp;linkColor=cc6600" width="350" height="110"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3079166346570740942?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3079166346570740942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3079166346570740942' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3079166346570740942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3079166346570740942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/song-from-me-for-you-my-princess.html' title='A song from me for you, my Princess'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-6195367456860850289</id><published>2009-04-26T18:50:00.009+02:00</published><updated>2009-04-26T19:05:22.254+02:00</updated><title type='text'>If kids write to God... But what if adults do?</title><content type='html'>If kids write to God... so funny yet inspiring, right?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, what if adult men and women write to God?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What will they write?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What will YOU and I write to God?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Will you and I see a big difference to what these kids write to God?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do you write something to God TODAY?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTK4WYAQI/AAAAAAAAAP4/P_ib2XTDXUQ/s1600-h/download_022.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 211px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTK4WYAQI/AAAAAAAAAP4/P_ib2XTDXUQ/s400/download_022.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329046074220347650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTK1_cYtI/AAAAAAAAAPw/xGWKrCha6kk/s1600-h/download_021.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 333px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTK1_cYtI/AAAAAAAAAPw/xGWKrCha6kk/s400/download_021.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329046073587294930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFlp3MOI/AAAAAAAAAPo/-v1jFw7Jzuk/s1600-h/download_020.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 306px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFlp3MOI/AAAAAAAAAPo/-v1jFw7Jzuk/s400/download_020.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045983302463714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFj6aPMI/AAAAAAAAAPg/Ku0qLydIbwg/s1600-h/download_019.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 389px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFj6aPMI/AAAAAAAAAPg/Ku0qLydIbwg/s400/download_019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045982834998466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFqIeSkI/AAAAAAAAAPY/GUjlJ_GL2zY/s1600-h/download_018.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 376px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFqIeSkI/AAAAAAAAAPY/GUjlJ_GL2zY/s400/download_018.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045984504597058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFS95PCI/AAAAAAAAAPQ/XZnx35jFoso/s1600-h/download_017.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 380px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFS95PCI/AAAAAAAAAPQ/XZnx35jFoso/s400/download_017.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045978286210082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFd5yihI/AAAAAAAAAPI/taqb6FmNMow/s1600-h/download_016.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 315px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTFd5yihI/AAAAAAAAAPI/taqb6FmNMow/s400/download_016.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045981221784082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8Ru_f9I/AAAAAAAAAPA/iemtAS8mgKI/s1600-h/download_015.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 394px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8Ru_f9I/AAAAAAAAAPA/iemtAS8mgKI/s400/download_015.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045823336447954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8YQQd3I/AAAAAAAAAO4/ZbJWjj0ms1o/s1600-h/download_014.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 316px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8YQQd3I/AAAAAAAAAO4/ZbJWjj0ms1o/s400/download_014.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045825086584690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8IG0FoI/AAAAAAAAAOw/Q1cIVlhurNk/s1600-h/download_013.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8IG0FoI/AAAAAAAAAOw/Q1cIVlhurNk/s400/download_013.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045820752008834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8MT2UpI/AAAAAAAAAOo/e4R4ny7cdIs/s1600-h/download_012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 391px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8MT2UpI/AAAAAAAAAOo/e4R4ny7cdIs/s400/download_012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045821880423058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8IGy_AI/AAAAAAAAAOg/wjPOZhWKk1A/s1600-h/download_011.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 321px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSS8IGy_AI/AAAAAAAAAOg/wjPOZhWKk1A/s400/download_011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045820751936514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSn7jFRpI/AAAAAAAAAOY/YUt1aeW1G70/s1600-h/download_010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 361px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSn7jFRpI/AAAAAAAAAOY/YUt1aeW1G70/s400/download_010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045473783531154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSnzaOm0I/AAAAAAAAAOQ/IXw--3cZzKc/s1600-h/download_009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 386px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSnzaOm0I/AAAAAAAAAOQ/IXw--3cZzKc/s400/download_009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045471598910274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSnsHUtNI/AAAAAAAAAOI/ErSsWxED-ds/s1600-h/download_008.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 306px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSnsHUtNI/AAAAAAAAAOI/ErSsWxED-ds/s400/download_008.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045469640570066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSnphBisI/AAAAAAAAAOA/nwoo0VpPzb4/s1600-h/download_007.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSnphBisI/AAAAAAAAAOA/nwoo0VpPzb4/s400/download_007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045468943059650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSng_QArI/AAAAAAAAAN4/A4fdTXLC1N0/s1600-h/download_006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSng_QArI/AAAAAAAAAN4/A4fdTXLC1N0/s400/download_006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045466653917874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSbaOu-YI/AAAAAAAAANw/8kIQ-z-jpLo/s1600-h/download_005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSbaOu-YI/AAAAAAAAANw/8kIQ-z-jpLo/s400/download_005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045258681383298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSbfNyAhI/AAAAAAAAANo/g_hwRuArUkM/s1600-h/download_004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 383px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSbfNyAhI/AAAAAAAAANo/g_hwRuArUkM/s400/download_004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045260019565074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSbDIEDlI/AAAAAAAAANg/kqmlng2VjmA/s1600-h/download_003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 277px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSbDIEDlI/AAAAAAAAANg/kqmlng2VjmA/s400/download_003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045252479389266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSbBOkyYI/AAAAAAAAANY/TspvZWKLURk/s1600-h/download_002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 324px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSbBOkyYI/AAAAAAAAANY/TspvZWKLURk/s400/download_002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045251969829250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSaw-hYCI/AAAAAAAAANQ/eGFHCHKblcA/s1600-h/download.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSSaw-hYCI/AAAAAAAAANQ/eGFHCHKblcA/s400/download.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329045247607529506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PS:&lt;br /&gt;Modified from an inspiring email forwarded by a good friend.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-6195367456860850289?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/6195367456860850289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=6195367456860850289' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6195367456860850289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6195367456860850289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/if-kids-write-to-god-but-what-if-adults.html' title='If kids write to God... But what if adults do?'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfSTK4WYAQI/AAAAAAAAAP4/P_ib2XTDXUQ/s72-c/download_022.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-8835694998523534891</id><published>2009-04-16T20:46:00.001+02:00</published><updated>2009-04-16T20:49:00.762+02:00</updated><title type='text'>Bahan PA: Perjamuan Terakhir (3)</title><content type='html'>Bahan PA (Penggalian Alkitab) ini berdasarkan Alkitab LAI Terjemahan Baru yang dapat dibaca secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; di  &lt;a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/versions/tb/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Terjemahan bahasa Inggris dari versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;New International Version&lt;/span&gt; (NIV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjamuan Terakhir (3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mauritz Panggabean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: Yohanes 13:31-32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Kristen umumnya, sangat mungkin istilah 'memuliakan Tuhan' atau yang senada dengan itu sudah tidak asing lagi untuk didengar atau diucapkan, entah misalnya melalui percakapan sehari-hari, khotbah, lagu-lagu atau buku-buku rohani. Namun, apakah kita mengetahui apakah artinya 'memuliakan Tuhan' itu? Di mata Tuhan sendiri, apakah sebenarnya yang Dia kehendaki membawa kemuliaan bagi nama-Nya?  Dalam PA kali ini, kita akan belajar satu sisi lagi dari peristiwa perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya sebelum kematian-Nya yang akan menolong kita untuk menemukan jawaban atas kedua pertanyaan tadi. Semoga melalui PA ini, kita belajar mengenal Yesus lebih baik, mengetahui apakah yang hal begitu penting bagi Yesus, dan mengerti bagaimana itu semakin menolong kita bertumbuh dalam perjalanan mengikut Tuhan. Selamat menggali Alkitab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kembali kedua ayat di atas di atas, lalu jawablah dan diskusikanlah rangkaian pertanyaan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di  ayat 31 dan 32 ini, lima kali disebutkan kata-kata dengan kata dasar  &lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;glory &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;atau  kemuliaan. Tingginya frekuensi sebuah kata digunakan dapat  menunjukkan bahwa kata itu penting. Jika diperhatikan, Injil Yohanes  memiliki kata ini lebih banyak daripada ketika Injil lainnya. Apakah  yang Yesus maksudkan di kedua ayat di atas dengan 'sekarang' dan  'kemuliaan'? Bandingkan Yohanes 7:39, 12:23-33 (bandingkan Yohanes  3:14-15), 17:1-5 (bandingkan Yohanes 3:16-17), 8:50+54, 11:4+40.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari pertanyaan 1, apakah yang dapat kita kenal lebih jauh tentang pribadi Yesus? Apa pula yang dapat kita pelajari untuk kehidupan kita sebagai orang percaya?&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berikanlah satu atau dua contoh tindakan praktis yang hendak Anda lakukan dalam hidup Anda berdasarkan pelajaran dari PA ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasan bahan PA ini dapat dibaca di &lt;a href="http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/bahasan-bahan-pa-perjamuan-terakhir-3.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-8835694998523534891?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/8835694998523534891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=8835694998523534891' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8835694998523534891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8835694998523534891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/bahan-pa-perjamuan-terakhir-3.html' title='Bahan PA: Perjamuan Terakhir (3)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-136282187368613409</id><published>2009-04-16T20:33:00.002+02:00</published><updated>2009-04-16T20:46:49.140+02:00</updated><title type='text'>Bahasan bahan PA: Perjamuan Terakhir (3)</title><content type='html'>Bahasan bahan PA dengan warna oranye. Ayat Alkitab berdasarkan Alkitab LAI Terjemahan Baru yang dapat dibaca secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; di  &lt;a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/versions/tb/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Terjemahan bahasa Inggris dari versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;New International Version&lt;/span&gt; (NIV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjamuan Terakhir (3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mauritz Panggabean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: Yohanes 13:31-32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Kristen umumnya, sangat mungkin istilah 'memuliakan Tuhan' atau yang senada dengan itu sudah tidak asing lagi untuk didengar atau diucapkan, entah misalnya melalui percakapan sehari-hari, khotbah, lagu-lagu atau buku-buku rohani. Namun, apakah kita mengetahui apakah artinya 'memuliakan Tuhan' itu? Di mata Tuhan sendiri, apakah sebenarnya yang Dia kehendaki membawa kemuliaan bagi nama-Nya?  Dalam PA kali ini, kita akan belajar satu sisi lagi dari peristiwa perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya sebelum kematian-Nya yang akan menolong kita untuk menemukan jawaban atas kedua pertanyaan tadi. Semoga melalui PA ini, kita belajar mengenal Yesus lebih baik, mengetahui apakah yang hal begitu penting bagi Yesus, dan mengerti bagaimana itu semakin menolong kita bertumbuh dalam perjalanan mengikut Tuhan. Selamat menggali Alkitab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kembali kedua ayat di atas di atas, lalu jawablah dan diskusikanlah rangkaian pertanyaan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di  ayat 31 dan 32 ini, lima kali disebutkan kata-kata dengan kata dasar  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;glory &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;atau  kemuliaan. Tingginya frekuensi sebuah kata digunakan dapat  menunjukkan bahwa kata itu penting. Jika diperhatikan, Injil Yohanes  memiliki kata ini lebih banyak daripada ketika Injil lainnya. Apakah  yang Yesus maksudkan di kedua ayat di atas dengan 'sekarang' dan  'kemuliaan'? Bandingkan Yohanes 7:39, 12:23-33 (bandingkan Yohanes  3:14-15), 17:1-5 (bandingkan Yohanes 3:16-17), 8:50+54, 11:4+40.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Dengan memperhatikan baik-baik kedua ayat tersebut dan ayat-ayat pembanding, kita mengetahui bahwa tidak pernah Yesus berniat mencari kemuliaan untuk diri-Nya sendiri sebab di mata Yesus kemuliaan yang dicari sendiri dan bukan dari Allah Bapa itu tidak ada artinya (Yohanes 8:50,54). Sebaliknya, Yesus selalu ingin mencari dan membawa kemuliaan bagi Bapa-Nya (Yohanes 17:1-5, 11:4,40) dan melalui itu Allah Bapa memuliakan Yesus. Kita tidak akan mampu memahami sepenuhnya hubungan yang suprarasional antara Allah Bapa dan Allah Anak ini. Namun satu yang pasti, selama Yesus di dunia, Dia mencari kemuliaan untuk Bapa-Nya dan bukan untuk diri-Nya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah Yesus membawa kemuliaan bagi Allah Bapa selama di bumi? Dari Yohanes 17:4 sangat jelas bahwa Yesus membawa kemuliaan bagi Allah Bapa selama di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan/tugas/misi yang Allah Bapa berikan kepada-Nya. Dari Yohanes 3:16-17, sangat jelas bahwa misi itu adalah untuk menyelamatkan dunia ini melalui Yesus Kristus. Tugas dan misi ini berpuncak pada ketaatan dan karya Yesus Kristus di kayu salib. Yesus taat melakukan semua itu sebab itulah kehendak Bapa-Nya meskipun sangat berat bagi-Nya hingga bergumul sangat hebat di taman Getsemane. Namun, dari Yohanes 12:23-33 dan 13:31-32, kita tahu bahwa dengan ketaatan menyelesaikan misi itulah Anak Allah memuliakan Allah Bapak dan Allah Bapa memuliakan Allah Anak. 'Sekarang' merujuk kepada rangkaian penderitaan dan kematian mengerikan di kayu salib yang akan Yesus jalani hingga kebangkitan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari pertanyaan 1, apakah yang dapat kita kenal lebih jauh tentang pribadi Yesus? Apa pula yang dapat kita pelajari untuk kehidupan kita sebagai orang percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Lirik lagu-lagu rohani banyak berisi kalimat-kalimat seperti 'memuliakan Allah'. Apakah kita sungguh-sungguh mengerti apa makna kalimat tersebut? Dari pertanyaan 1 di atas, kita mengenal Yesus sebagai pribadi yang mencari kemuliaan hanya bagi Bapa-Nya dan tak pernah bagi diri-Nya sendiri. Yesus membawa kemuliaan bagi Bapa-Nya dengan taat menyelesaikan tugas dan misi yang diberikan Bapa-Nya kepada-Nya, meskipun itu sangat berat bagi-Nya. Melalui ketaatan menyelesaikan misi itu, Yesus memuliakan Bapa-Nya dan Allah Bapa pun memuliakan Allah Anak.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana kita belajar bahwa kita membawa kemuliaan kepada Allah hanya ketika kita taat melakukan kehendak dan misi Allah dalam hidup kita. Bagi manusia dan dunia, kemuliaan identik dengan kehebatan, kekayaan, kekuasaan, ketenaran, kehormatan. Tetapi bagi Allah, tak ada kemuliaan tanpa ketaatan kepada kehendak-Nya, sebab kemuliaan sejati yang dapat manusia miliki bukan kemuliaan menurut dunia yang dicari begitu banyak orang untuk diri mereka. Di mata Allah Sang Pencipta, kemuliaan sejati yang dapat manusia miliki adalah kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka setelah mereka taat melakukan kehendak dan tugas yang Dia berikan, meskipun itu berat, sakit, dan jauh dari kekayaan, ketenaran, kekuasaan, kehebatan, kehormatan. Sekali lagi kita belajar bagaimana cara pandang Allah berbeda bahkan bertolak belakang dengan cara pandang dunia ini. Sehingga ketika kita menyanyikan lagu rohani dengan lirik misalnya 'I want to glorify You' maka itu sama artinya dengan 'I want to obey You and complete the work You have given me', sama seperti kata-kata Yesus kepada Bapa-Nya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita ambil waktu untuk refleksi sejenak dari bagian ini di hadapan Tuhan. Sudahkah kita mengetahui apakah kehendak, tugas dan misi Allah bagi diri kita? Apakah hidup kita sekarang adalah untuk menyelesaikan dan menggenapi rencana-Nya itu, meskipun itu berat, sulit dan jauh dari apa yang kita inginkan? Ataukah jauh dalam hati kita, kita justru punya kehendak dan rencana kita sendiri yang ingin kita wujudkan, tetapi mulut kita tetap menyanyikan lagu-lagu rohani seperti di atas? Jika kita menyebut Yesus Kristus itu Tuhan dan berarti kita adalah hamba-Nya, apakah dalam hal 'kemuliaan' ini kita meneladani-Nya sebagai Tuhan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berikanlah satu atau dua contoh tindakan praktis yang hendak Anda lakukan dalam hidup Anda berdasarkan pelajaran dari PA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Silakan direnungkan, dijawab dan dilakukan sendiri oleh Anda dan saya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-136282187368613409?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/136282187368613409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=136282187368613409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/136282187368613409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/136282187368613409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/bahasan-bahan-pa-perjamuan-terakhir-3.html' title='Bahasan bahan PA: Perjamuan Terakhir (3)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-9183855651066294780</id><published>2009-04-11T17:39:00.002+02:00</published><updated>2009-04-11T17:41:45.903+02:00</updated><title type='text'>Bahan PA: Perjamuan Terakhir (2)</title><content type='html'>Bahan PA (Penggalian Alkitab) ini berdasarkan Alkitab LAI Terjemahan Baru yang dapat dibaca secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; di  &lt;a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/versions/tb/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Terjemahan bahasa Inggris dari versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;New International Version&lt;/span&gt; (NIV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjamuan Terakhir (2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mauritz Panggabean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: Yohanes 13:18-30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata kita tahu bahwa dalam waktu 24 jam dari sekarang kita akan menemui ajal kita dan sebelum waktu itu kita sehat-sehat saja, maka apakah yang akan kita sampaikan kepada orang-orang yang kita cintai? Dengan akal sehat, seharusnya kita akan menggunakan jam-jam dan menit-menit terakhir itu untuk menyampaikan hal-hal paling penting, bukan? Dalam rangkaian PA kali ini, kita akan belajar mengenal siapa Yesus lebih dalam lagi melalui bagaimana Ia melalui saat-saat terakhir-Nya sebelum kematian-Nya di Golgata. Kali ini kita akan menggali tentang perjamuan terakhir yang dituliskan di Injil Yohanes dan secara khusus tentang Yudas Iskariot. Semoga melalui PA ini, kita belajar mengenal Yesus lebih baik, mengetahui apakah yang hal begitu penting bagi Yesus, dan mengerti bagaimana itu mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang Kristen. Selamat menggali Alkitab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kembali perikop di atas, lalu jawablah dan diskusikanlah rangkaian pertanyaan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah lagi yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya pada perjamuan malam itu (ayat 21)? Bagaimanakah kondisi hati Yesus ketika mengatakannya? Kira-kira mengapa Yesus merasa demikian? Bandingkan ayat 29 dan Yohanes 6:71. Apakah yang dapat kita kenal tentang Yesus dari peristiwa ini?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;2. Mengapakah Yesus memberitahukan apa yang begitu mengejutkan mereka itu (ayat 18-19)? Apa lagi yang dapat kita kenal tentang Yesus dari peristiwa ini (ayat 20)? Di tengah dunia dimana banyak orang tampil dan mengklaim diri mereka hamba Tuhan dan berani bernubuat, apa yang dapat kita pelajari dari sini sehingga kita dapat mengetahui siapakah hamba Tuhan yang sungguh-sungguh diutus oleh Allah?&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari Yudas Iskariot di ayat 25-30, apakah yang dapat kita pelajari tentang kedaulatan dan kemahatahuan Allah, kehendak bebas manusia, dan Iblis yang menggoda? Bandingkan Yohanes 12:4-6, 6:71, 17:12, Matius 26:14-16, 26:23-25, Markus 14:10-11, Lukas 22:1-6, Matius 27:1-11.&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah pelajaran yang dapat kita petik dari Yudas dan pertanyaan 3?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5. Berikanlah satu atau dua contoh tindakan praktis yang hendak Anda lakukan dalam hidup Anda berdasarkan pelajaran dari PA ini.&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasan bahan PA ini dapat dibaca di &lt;a href="http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/bahasan-bahan-pa-perjamuan-terakhir-2.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-9183855651066294780?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/9183855651066294780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=9183855651066294780' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/9183855651066294780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/9183855651066294780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/bahan-pa-perjamuan-terakhir-2.html' title='Bahan PA: Perjamuan Terakhir (2)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3449128331056481003</id><published>2009-04-11T17:21:00.004+02:00</published><updated>2009-04-11T17:42:23.993+02:00</updated><title type='text'>Bahasan bahan PA: Perjamuan Terakhir (2)</title><content type='html'>Bahasan bahan PA dengan warna oranye. Ayat Alkitab berdasarkan Alkitab LAI Terjemahan Baru yang dapat dibaca secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; di  &lt;a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/versions/tb/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Terjemahan bahasa Inggris dari versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;New International Version&lt;/span&gt; (NIV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjamuan Terakhir (2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mauritz Panggabean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: Yohanes 13:18-30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata kita tahu bahwa dalam waktu 24 jam dari sekarang kita akan menemui ajal kita dan sebelum waktu itu kita sehat-sehat saja, maka apakah yang akan kita sampaikan kepada orang-orang yang kita cintai? Dengan akal sehat, seharusnya kita akan menggunakan jam-jam dan menit-menit terakhir itu untuk menyampaikan hal-hal paling penting, bukan? Dalam rangkaian PA kali ini, kita akan belajar mengenal siapa Yesus lebih dalam lagi melalui bagaimana Ia melalui saat-saat terakhir-Nya sebelum kematian-Nya di Golgata. Kali ini kita akan menggali tentang perjamuan terakhir yang dituliskan di Injil Yohanes dan secara khusus tentang Yudas Iskariot. Semoga melalui PA ini, kita belajar mengenal Yesus lebih baik, mengetahui apakah yang hal begitu penting bagi Yesus, dan mengerti bagaimana itu mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang Kristen. Selamat menggali Alkitab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kembali perikop di atas, lalu jawablah dan diskusikanlah rangkaian pertanyaan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah lagi yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya pada perjamuan malam itu (ayat 21)? Bagaimanakah kondisi hati Yesus ketika mengatakannya? Kira-kira mengapa Yesus merasa demikian? Bandingkan ayat 29 dan Yohanes 6:71. Apakah yang dapat kita kenal tentang Yesus dari peristiwa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Yesus mengatakan bahwa seorang di antara mereka akan menyerahkan-Nya (NIV: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;betray&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;). Saat mengatakannya, Yesus merasa terharu (NIV: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Jesus was troubled in spirit&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;). Dari Yohanes 6:71 kita tahu bahwa Yesus sudah tahu lama sebelum perjamuan tersebut bahwa Yudas akan mengkhianati Dia. Dari ayat tersebut kita juga tahu bahwa Yesus memilih Yudas menjadi murid-Nya meski Ia pun tahu seperti apa hati Yudas, sebab Ia adalah Anak Allah yang mahatahu. Meski Yesus tahu Yudas begitu cinta akan uang sampai-sampai ia tega mengkhianati gurunya, dari ayat 29 Yudas malah diberi kepercayaan menjadi bendahara yang bertanggung jawab terhadap uang. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah artinya ini semua? Ini dapat dilihat sebagai bukti bahwa Yesus mengasihi Yudas seperti murid-murid-Nya yang lain. Karena kasih-Nya itulah Yesus merasa bergumul dalam hatinya (NIV: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;troubled in spirit&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;) ketika Ia harus memberitahukan bahwa Yudas akhirnya akan mengkhianati-Nya, meskipun ia sudah tiga tahun lebih hidup dan berjalan bersama dengan Yesus. Demikianlah luar biasanya Tuhan Yesus kita itu! Jika Yesus tidak mengasihi Yudas meski ia sudah berniat menjual gurunya, Yesus tidak akan merasa demikian sulit saat menyatakan apa yang akan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Satu pelajaran praktis dari peristiwa ini adalah bahwa hanya Tuhanlah yang sungguh-sungguh tahu apa isi hati dan pikiran seseorang sampai ke titik paling dasar. Tuhan lebih tahu siapa kita daripada kita tahu siapa diri kita sendiri. Dari luar melalui kata-kata atau aktifitas, seseorang bisa saja terlihat seperti seorang pengikut Kristus yang baik, seperti halnya Yudas Iskariot. Tetapi Tuhan lah yang melihat dan menguji hati sehingga cepat atau lambat waktu akan menunjukkan siapa yang akan bertahan dan menang, dan siapa yang akan kalah dan terhilang. Mari kita selalu berhati-hati dan waspada sebab penampilan luar manusia bisa menipu, tetapi isi hati paling dalam itulah menujukkan siapakah manusia itu sebenarnya. Ini merupakan ajakan dan peringatan untuk hidup jujur bukan hanya di depan manusia, tetapi paling terutama di depan Allah yang mahakudus dan mahatahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengapakah Yesus memberitahukan apa yang begitu mengejutkan mereka itu (ayat 18-19)? Apa lagi yang dapat kita kenal tentang Yesus dari peristiwa ini (ayat 20)? Di tengah dunia dimana banyak orang tampil dan mengklaim diri mereka hamba Tuhan dan berani bernubuat, apa yang dapat kita pelajari dari sini sehingga kita dapat mengetahui siapakah hamba Tuhan yang sungguh-sungguh diutus oleh Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Yesus tetap memberitahukan tentang pengkhianatan itu meski mengejutkan para murid. Yesus mengatakan ini agar mereka tahu bahwa nubuat Firman Tuhan di Mazmur 41:9 yang dikutip Yesus di ayat 18 harus digenapi. Selain mengutip ayat di Mazmur itu sebagai nubuat, apa yang Yesus katakan tentang apa yang akan terjadi di masa depan ini sesungguhnya merupakan sebuah nubuat! Mengapa penggenapan ini sangat penting? Sebab di ayat 19, Yesus ingin agar murid-murid PERCAYA bahwa Yesus lah Dia, jika pengkhianatan yang Yesus nubuatkan dan dinubuatkan di Mazmur itu sungguh terjadi dan digenapi. Di ayat 20 Yesus memberikan satu pernyataan yang sangat berani dan sangat menantang, yaitu bahwa barangsiapa menerima-Nya, ia menerima Dia yang mengutus-Nya (yaitu Allah Bapa). Kembali di saat-saat terakhir ini, bagi Yesus adalah satu hal yang sangat penting bahwa akhirnya murid-murid-Nya akhirnya sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus adalah sungguh benar seperti klaim yang Dia serukan tentang siapa Dia, bahwa Dia Anak Allah yang diutus Allah dan datang dari Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita tahu bahwa apa yang dikatakan Yesus dan dinubuatkan itu benar-benar terjadi. Untuk diketahui, kitab Mazmur kemungkinan besar selesai disusun pada abad ketiga sebelum Masehi (Pengantar kitab Mazmur, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;NIV Study Bible&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;). Bukankah sesuatu yang luar biasa bahwa nubuat yang usianya sudah lebih dari 300 tahun itu digenapi dalam diri Yesus pada malam itu? Jika demikian, sudahkah kita percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang diutus oleh Allah dan datang dari Allah? Mengenai orang-orang yang mengklaim diri hamba Tuhan dan berani bernubuat atas nama Tuhan, dari peristiwa ini kita bisa belajar bahwa SALAH SATU cara sederhana untuk mengetahui apakah mereka memang hamba Tuhan sejati atau hamba palsu adalah apakah SEMUA nubuat mereka itu benar terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari Yudas Iskariot di ayat 25-30, apakah yang dapat kita pelajari tentang kedaulatan dan kemahatahuan Allah, kehendak bebas manusia, dan Iblis yang menggoda? Bandingkan Yohanes 12:4-6, 6:71, 17:12, Matius 26:14-16, 26:23-25, Markus 14:10-11, Lukas 22:1-6, Matius 27:1-11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Relasi dari ketiga hal ini tidak mudah dijelaskan, bahkan mungkin kita tidak akan mampu mengerti seluruhnya dengan lengkap. Tapi kita dapat mencoba mengerti mulai dari fakta-fakta yang ada. Meskipun dalam beberapa ayat pembanding seperti Yohanes 13:27 digunakan istilah seperti “Yudas kerasukan Iblis” (NIV: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Satan entered into him&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;), namun kita tahu bahwa Yudas melakukan seluruh pengkhianatan ini secara terencana, yang artinya ia melakukannya dengan penuh kesadaran, bukan tanpa sadar seperti orang dirasuk setan. Sebab itu sepertinya terjemahan NIV di atas lebih tepat dari pada LAI TB. Selain itu, karena Yudas melakukannya dengan kesadaran penuh, maka di Matius 27:1-11 ia sangat menyesal (NIV: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;he was seized with remorse&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;), seakan-akan semua ini diluar dugaannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Yohanes 12:4-6 kita tahu bahwa ternyata Yudas adalah seorang pencuri karena ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Yudas begitu cinta akan uang dan ia tetap memelihara cintanya akan uang, termasuk dengan kejahatan mulai dari yang kecil (mencuri uang kas) hingga klimaksnya saat ia menjual dan mengkhianati Yesus. Meski sehari-harinya ia mengikut Yesus sebagai salah satu murid-Nya, namun ia tidak kunjung bertobat dari cintanya akan uang. Dan kita tahu bahwa Yesus tahu semua ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan perkataan Yesus di Yohanes 17:12? Yang pasti kita tahu, Allah tidak mungkin bersalah dalam semua yang Dia lakukan. Kita juga tahu Yudas punya kebiasaan buruk dan dosa mencuri akibat cinta uang, hingga ia menjual dan mengkhianati Yesus demi uang dengan kesadaran penuh. Iblis memang berhasil menggoda Yudas yang dalam hatinya tetap memelihara cintanya akan uang. Keputusan untuk mengkhianati Yesus adalah keputusan Yudas dengan penuh kesadaran, bukan keputusan Iblis atau keputusan Allah. Karena Yudas yang membuat keputusan dengan mengikuti keinginan hatinya, ditambah godaan Iblis, meskipun sehari-harinya ia bersama Yesus, maka dalam hal ini jelas Yudas lah yang bersalah hingga ia menyesal dan bunuh diri seperti di Matius 27:1-11. Meski Allah mengetahui semua itu akan terjadi, tetap Yudas yang bersalah sebab dialah yang membuat keputusan, bukan karena paksaan, tetapi dengan niat bulat karena keinginan hatinya yang begitu gelap dan jahat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah pelajaran yang dapat kita petik dari Yudas dan pertanyaan 3?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Dari peristiwa ini kita dapat belajar bahwa orang yang berbuat dengan penuh kesadaran maka dialah yang bersalah. Karena faktanya Tuhan yang menciptakan kita lebih mengenal hati kita daripada kita mengenal diri kita sendiri, maka jika kita mau sungguh-sungguh mengikut Tuhan dengan setia hingga akhir, hal terbaik yang harus kita lakukan secara logis menurut fakta di atas adalah terus membuka seluruh hati, pikiran dan hidup kita untuk terus dipimpin, dikoreksi dan dikuduskan oleh Allah. Ini adalah urusan pribadi antara setiap orang dengan Allah sendiri. Aktifitas-aktifitas atau kata-kata rohani yang terlihat dari luar tidak menjamin sikap hati semacam ini. Yudas Iskariot sudah menunjukkannya dan sudah sepatutnya kita belajar dari hidup Yudas untuk tidak mencontoh apalagi mengulanginya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga harus yakin bahwa Iblis hanya bisa menggoda, tetapi tetaplah kita yang membuat keputusan apakah kita mengalahkan godaan itu atau malah kita tunduk kepadanya dan jatuh dalam dosa. Semakin dekat kita dengan Tuhan, semakin jauh pula kita dari Iblis dan lebih mudah bagi kita untuk menang atas dosa. Sebaliknya, semakin jauh kita dari Tuhan, maka makin dekat kita kepada Iblish dan kita lebih mudah untuk kalah atas godaan dan jatuh dalam dosa. Selalu hanya ada dua kemungkinan pilihan itu; tidak ada titik tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berikanlah satu atau dua contoh tindakan praktis yang hendak Anda lakukan dalam hidup Anda berdasarkan pelajaran dari PA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Silakan direnungkan, dijawab dan dilakukan sendiri oleh Anda dan saya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3449128331056481003?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3449128331056481003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3449128331056481003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3449128331056481003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3449128331056481003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/bahasan-bahan-pa-perjamuan-terakhir-2.html' title='Bahasan bahan PA: Perjamuan Terakhir (2)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-186309643174960644</id><published>2009-04-10T22:23:00.002+02:00</published><updated>2009-04-10T22:27:15.843+02:00</updated><title type='text'>Bahan PA: Perjamuan Terakhir (1)</title><content type='html'>Bahan PA (Penggalian Alkitab) ini berdasarkan Alkitab LAI Terjemahan Baru yang dapat dibaca secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; di  &lt;a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/versions/tb/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Terjemahan bahasa Inggris dari versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;New International Version&lt;/span&gt; (NIV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjamuan Terakhir (1)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mauritz Panggabean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: Yohanes 13:1-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata kita tahu bahwa dalam waktu 24 jam dari sekarang kita akan menemui ajal kita dan sebelum waktu itu kita sehat-sehat saja, maka apakah yang akan kita sampaikan kepada orang-orang yang kita cintai? Dengan akal sehat, seharusnya kita akan menggunakan jam-jam dan menit-menit terakhir itu untuk menyampaikan hal-hal paling penting, bukan? Dalam rangkaian PA kali ini, kita akan belajar mengenal siapa Yesus lebih dalam lagi melalui bagaimana Ia melalui saat-saat terakhir-Nya sebelum kematian-Nya di Golgata. Kali ini kita akan menggali tentang perjamuan terakhir yang dituliskan di Injil Yohanes. Semoga melalui PA ini, kita belajar mengenal Yesus lebih baik, mengetahui apakah yang hal begitu penting bagi Yesus, dan mengerti bagaimana itu mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang Kristen. Selamat menggali Alkitab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kembali perikop di atas, lalu jawablah dan diskusikanlah rangkaian pertanyaan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kapankah peristiwa itu terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengapa Yesus dan murid-murid-Nya berkumpul untuk perjamuan malam itu (Bandingkan Lukas 22:7, Matius 26:17, Markus 14:12, Keluaran 12)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah yang Yesus tahu mengenai diri-Nya dan apa yang akan terjadi pada-Nya (ay. 1, 3, 11)? Apa yang dapat kita kenal tentang Yesus dari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dengan apa yang diketahui Yesus tentang diri-Nya dan situasi pada saat itu, apakah yang dilakukan-Nya kemudian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengapa kira-kira Petrus menolak Yesus saat hendak membasuh kakinya (ayat 8)? Bandingkan Mat. 16:15-17, Luk. 9:20 Yoh. 7:67-69, Lukas 5:1-10.&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apakah maksud Yesus memilih melakukan hal ini dalam saat-saat terakhir-Nya bersama murid-murid-Nya sebelum kematian-Nya (ayat 12-16)?&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Apakah yang Yesus maksudkan dengan ayat 16? Bandingkan Yoh. 15:20, Mat. 10:24-25.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Apakah pelajaran yang dapat kita petik dari ayat 17? Bandingkan Mat. 7:24-27, Luk. 11:28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berikanlah satu atau dua contoh tindakan praktis yang hendak Anda lakukan dalam hidup Anda berdasarkan pelajaran dari PA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasan bahan PA ini dapat dibaca di &lt;a href="http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/bahasan-bahan-pa-perjamuan-terakhir-1.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-186309643174960644?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/186309643174960644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=186309643174960644' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/186309643174960644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/186309643174960644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/bahan-pa-perjamuan-terakhir-1.html' title='Bahan PA: Perjamuan Terakhir (1)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-6277159768520472170</id><published>2009-04-10T21:48:00.009+02:00</published><updated>2009-04-10T22:44:28.480+02:00</updated><title type='text'>Bahasan bahan PA: Perjamuan Terakhir (1)</title><content type='html'>Bahasan bahan PA dengan warna oranye. Ayat Alkitab berdasarkan Alkitab LAI Terjemahan Baru yang dapat dibaca secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; di  &lt;a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/versions/tb/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Terjemahan bahasa Inggris dari versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;New International Version&lt;/span&gt; (NIV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjamuan Terakhir (1)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mauritz Panggabean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: Yohanes 13:1-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata kita tahu bahwa dalam waktu 24 jam dari sekarang kita akan menemui ajal kita dan sebelum waktu itu kita sehat-sehat saja, maka apakah yang akan kita sampaikan kepada orang-orang yang kita cintai? Dengan akal sehat, seharusnya kita akan menggunakan jam-jam dan menit-menit terakhir itu untuk menyampaikan hal-hal paling penting, bukan? Dalam rangkaian PA kali ini, kita akan belajar mengenal siapa Yesus lebih dalam lagi melalui bagaimana Ia melalui saat-saat terakhir-Nya sebelum kematian-Nya di Golgata. Kali ini kita akan menggali tentang perjamuan terakhir yang dituliskan di Injil Yohanes. Semoga melalui PA ini, kita belajar mengenal Yesus lebih baik, mengetahui apakah yang hal begitu penting bagi Yesus, dan mengerti bagaimana itu mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang Kristen. Selamat menggali Alkitab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kembali perikop di atas, lalu jawablah dan diskusikanlah rangkaian pertanyaan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kapankah peristiwa itu terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Sebelum hari raya Paskah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Passover Feast&lt;/span&gt;) mulai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengapa Yesus dan murid-murid-Nya berkumpul untuk perjamuan malam itu (Bandingkan Lukas 22:7, Matius 26:17, Markus 14:12, Keluaran 12)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Karena hari itu merupakan hari pertama hari raya Roti Tidak Beragi (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;the Feast of Unleavened Bread&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;) saat mana sudah menjadi kebiasaan untuk mengorbankan atau menyembelih domba Paskah sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Passover meal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;.  Ritual ini diperintahkan oleh Allah melalui Musa menjelang malam tulah kesepuluh dan segera setelah itu bangsa Israel akan keluar dari tanah perbudakan Mesir (Kel. 12:1-11). Hari raya Roti Tidak Beragi mulai “pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang … sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang” (Kel. 12:18). Pada praktiknya di zaman Yesus, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Passover meal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; ini dimakan di malam hari ke-14 sesudah matahari terbenam, yang secara teknis berarti pada hari ke-15, sebab bagi orang Yahudi sebuah hari berakhir saat matahari terbenam (Catatan kaki &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;NIV Study Bible&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; untuk Matius 26:17). Sebab itu dikatakan di atas, bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Passover day&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; (hari Paskah Yahudi) merupakan hari pertama hari raya Roti Tidak Beragi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah yang Yesus tahu mengenai diri-Nya dan apa yang akan terjadi pada-Nya (ay. 1, 3, 11)? Apa yang dapat kita kenal tentang Yesus dari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Ayat 1: Yesus tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa (NIV: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;to leave this world and to go to the Father&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Ayat 3: Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya (NIV: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;put all things under his power&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;) dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Dalam saat-saat kritis ini pun, Rasul Yohanes menekankan bahwa Yesus, yang datang dari Allah dan kembali kepada Allah, memiliki kuasa dan kontrol atas segala sesuatu. Ini sama artinya bahwa Yesus tetap mahakuasa dan arti implisit dari ini adalah, apa yang akan diputuskan dan dilakukan Yesus sungguh-sungguh merupakan kehendak-Nya sendiri yang juga sama dengan kehendak Bapa-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Ayat 11: Yesus tahu, siapa yang akan mengkhianati dan menyerahkan Dia. Sekali lagi perhatikan, bahwa Yesus mahakuasa, namun Dia tidak menginterupsi pengkhianatan Yudas yang mengikuti bisikan Iblis (ayat 2). Ini soal misteri kedaulatan Allah,  kehendak bebas manusia, dan Iblis yang menggoda. Bahwa Yesus memegang kendali terlihat di ayat 21-28, khususnya perkataan Yesus kepada Yudas Iskariot di ayat 27, “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Lalu mengapa Yesus dengan kemahatahuan-Nya membiarkan Yudas mengkhianati dan menyerahkan diri-Nya (ayat 18)? Jawab Tuhan Yesus sendiri di ayat 18 yaitu supaya Firman Tuhan di Mazmur 41:9 digenapi, yang berbunyi “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Satu arti dari semua ini adalah bahwa jelas Yesus tahu benar apa yang akan terjadi, dan atas dasar kemahatahuan-Nya ini Dia membuat keputusan dan tindakan selanjutnya hingga mati di kayu salib. Murid-murid-Nya yang sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi tentu tidak mengerti semua ini hingga saatnya Tuhan sendiri memberi mereka pengertian akan kebenaran setelah kebangkitan Kristus dan kedatangan Roh Kudus. Yesus mati bukan sebagai orang yang tidak berdaya, tetapi Ia menyerahkan dan mempersembahkan diri-Nya untuk mati, meski segala sesuatu ada di bawah kuasa-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dengan apa yang diketahui Yesus tentang diri-Nya dan situasi pada saat itu, apakah yang dilakukan-Nya kemudian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Yesus bangun dan menanggalkan jubah-Nya, mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkan-Nya pada pinggang-Nya (ayat 4). Ia lalu menuangkan air ke dalam basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya dan menyekanya (mengeringkannya) dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu (ayat 5). Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya (ayat 12). Ia lalu menjelaskan mengapa Ia melakukan semua itu (ayat 13-17).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengapa kira-kira Petrus menolak Yesus saat hendak membasuh kakinya (ayat 8)? Bandingkan Mat. 16:15-17, Luk. 9:20 Yoh. 7:67-69, Lukas 5:1-10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Tidak ada jawaban yang eksplisit dari perikop ini, sehingga kita perlu mengerti kebiasaan zaman itu.  Setidaknya ada dua jawaban untuk pertanyaan ini, berhubungan dengan tindakan membasuh kaki oleh Yesus yang dianggap lebih dari sekadar seorang guru oleh Petrus. Pertama, pada zaman itu bagi orang Yahudi, membasuh kaki adalah pekerjaan yang rendah dan hina, sehingga biasanya hanya dilakukan oleh hamba atau budak. Kedua, bagi Petrus, Yesus adalah Anak Allah yang layak untuk menerima hormat dan sembah, dan tentu saja bukan untuk melakukan pekerjaan hina seperti membasuh kakinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Perhatikan, Petrus tidak tahu sama sekali apa yang akan terjadi malam itu dan sesudahnya, sementara Yesus tahu bahwa Ia akan menanggung apa yang paling hina di mata dunia waktu itu, jauh lebih hina daripada hanya sekadar membasuh kaki, yaitu mengalami rangkaian penyiksaan yang begitu dahsyat dengan sakit tak terperi hingga mati di kayu salib, bersama-sama penjahat pula. Perhatikan pula bahwa Yesus melakukan pekerjaan hina dan rendah ini bukan karena diri-Nya hina, sebab segala sesuatu ada dalam kuasa-Nya. Satu prinsip sederhana yang penting dan praktis dari ini adalah jangan pernah menganggap remeh siapa pun, termasuk dalam hal ini yang melakukan pekerjaan yang (kelihatan) rendah, apalagi kita memang belum tahu siapa sebenarnya orang itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apakah maksud Yesus memilih melakukan hal ini dalam saat-saat terakhir-Nya bersama murid-murid-Nya sebelum kematian-Nya (ayat 12-16)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Yesus, sebagai Guru dan Tuhan mereka, melakukannya sebagai sebuah teladan (ayat 15) bagi mereka dan memberi perintah agar mereka pun, sebagai murid dan hamba-Nya (kebalikan implisit dari Guru dan Tuhan), untuk SALING membasuh kaki satu sama lain (NIV: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;wash one another's feet&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;). Penting diingat bahwa perintah ini ditujukan kepada semua dan setiap murid (egaliter). Di saat-saat terakhir ini, berarti Yesus melihat teladan dan perintah ini begitu penting untuk disampaikan kepada murid-murid-Nya. Satu ciri dari seorang murid Kristus adalah bersedia untuk melayani sesamanya, apalagi sesama murid Kristus, termasuk hal-hal yang rendah bahkan hina di mata dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Kualitas seorang pemimpin di mata Allah ternyata dilihat dari bagaimana ia bersedia melayani orang-orang yang dipimpinnya. Petrus menolak kakinya dibasuh oleh Yesus, sebab memang pada masa itu, dan juga pada hari ini, para pemimpin justru hanya ingin dihormati dan dilayani oleh orang-orang yang dipimpinnya, sesuai cara pandang dunia ini. Cara Allah memang kerap kali bukan hanya berbeda, tapi bahkan bertolak belakang dengan cara dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Apakah yang Yesus maksudkan dengan ayat 16? Bandingkan Yoh. 15:20, Mat. 10:24-25.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Dari ayat-ayat pembanding tersebut, jelas bahwa Yesus memberi pernyataan ini sebagai sebuah penekanan atas perintah-Nya agar murid-murid-Nya saling melayani seperti teladan yang baru Ia berikan. Karena seorang hamba tak lebih besar dari tuannya, dan Yesus adalah Tuhan, yang berarti kita adalah hamba-Nya, maka jika Yesus melayani murid-murid-Nya bahkan sampai membasuh kaki tetapi kita tidak mau melakukannya, maka siapakah kita ini sebenarnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Apakah pelajaran yang dapat kita petik dari ayat 17? Bandingkan Mat. 7:24-27, Luk. 11:28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Prinsip penting dari ayat ini adalah bahwa bukan banyaknya pengetahuan akan Firman Tuhan yang penting dan mendatangkan berkat, tetapi apakah kita melakukan Firman Tuhan yang kita sudah dengar dan ketahui itu atau tidak. Jika kita bandingkan dengan Mat. 7:24-27 yang juga Yesus katakan setelah memberikan Firman-Nya dalam khotbah di bukit, maka berkat di sini bisa digambarkan dengan memiliki rumah yang dibangun di atas batu, tetap kokoh meski diterjang hujan deras, banjir, dan angin kencang. Satu tulisan di blog ini yang didasarkan pada perikop tersebut dapat dibaca di&lt;/span&gt; &lt;a href="http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/memerangi-kebodohan-dan-obesitas-rohani.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berikanlah satu atau dua contoh tindakan praktis yang hendak Anda lakukan dalam hidup Anda berdasarkan pelajaran dari PA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Silakan direnungkan, dijawab dan dilakukan sendiri oleh Anda dan saya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-6277159768520472170?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/6277159768520472170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=6277159768520472170' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6277159768520472170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6277159768520472170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/bahasan-bahan-pa-perjamuan-terakhir-1.html' title='Bahasan bahan PA: Perjamuan Terakhir (1)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-5581751184608117755</id><published>2009-04-05T20:17:00.006+02:00</published><updated>2009-04-05T22:37:55.974+02:00</updated><title type='text'>Kenapa capek-capek sampai doktor?</title><content type='html'>Di masa sudah hampir tiga bulan aku menjalani program PhD, saat aku sudah mulai merasakan tantangan-tantangannya, kembali muncul pertanyaan di atas, yang menjadi judul tulisanku ini. Jika ada orang yang bertanya kepadaku, kenapa sih mau capek2 studi lagi sampai minimal empat tahun untuk jadi doktor? Dalam tulisanku ini, aku akan jawab pertanyaan itu, juga untuk menenangkan segala riak kerisauan dalam hatiku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hendak menjawab pertanyaan tadi dengan satu prinsip yang kupegang hingga detik ini, yaitu mulailah segala sesuatu dari akhir. Akhir di sini yaitu tujuan, visi, atau mimpi yang hendak kucapai dan kuwujudkan. Bicara soal mimpi, dua hari yang lalu, aku menerima email dari seorang mahasiswa di kampus tempatku dulu mengajar. Email itu cukup mengejutkan tapi menggugahku juga, isinya masih tentang mimpi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I really appreciate that&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ini memang seorang pemimpi. Menurutku, kemampuan bermimpi itu suatu pemberian Tuhan yang hanya dimiliki manusia yang dicipta menurut gambar-Nya. Anehnya, tidak banyak orang yang mau atau berani bermimpi, apalagi orang Indonesia. Aku tak tahu apa sebabnya dan tulisan kali ini tidak membahas itu. Kenapa aku sebut diriku seorang pemimpi? Sebab aku ingin hidupku bisa jadi berkat bagi banyak orang. Aku suka pelajari hidup orang2 hebat, yang jadi berkat bagi banyak orang, dan satu hal yang sering kali sama yang biasa kudapati dari mereka adalah, mereka berani punya mimpi, bahkan mimpi besar. Aku yakin, kalau mau menjadi orang yang 'hebat', cara logisnya adalah pelajari apa yang sama dari hidup orang2 seperti itu, lalu tirulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi hal yang sama dari mereka, yaitu mereka bukan hanya berani bermimpi besar, tapi mereka juga mau membayar segala harga untuk mewujudkannya, dengan kerja keras dan kerja cerdas. Inilah yang membedakan seorang pemimpi sejati dan seorang besar. Seorang pemimpi sejati, seperti namanya, ya hanya bermimpi dan berhenti di sana. Sebaliknya, seorang besar terus bermimpi sepanjang nafas masih dikandung badan, dan tak pernah berhenti membuat mimpi baru tiap kali mimpinya dia capai dan wujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku capek2 studi doktor ini juga dimulai dari impian. Dulu aku masuk teknik elektro ITB juga karena sebuah impian. Lalu aku bisa lanjut studi master di Belanda dengan beasiswa juga karena impian. Dulu waktu aku mau ujian UMPTN tahun 1998, seorang kakak pembimbing rohaniku memberiku pertanyaan yang tak akan pernah kulupa, yaitu "dimanakah kau dek sepuluh tahun lagi?" Tahun 2008 yang lalu, sepuluh tahun kemudian, aku sempat ngobrol dengan kakakku itu dan kami bicara soal pertanyaan itu lagi. Tentu saja, aku bisa memberi jawaban, dan aku tak menyesal dengan jawabanku itu. Dan sekarang, aku ingin pakai pertanyaan yang sama ketika bicara soal impian, yaitu dimanakah aku ingin aku berada sepuluh tahun yang akan datang dari sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Tuhan berkehendak dan berkenan, maka sepuluh tahun dari sekarang, aku ingin menjadi seorang dosen di sebuah universitas yang modern dan berpikiran maju di Indonesia. Aku ingin melihat diriku menjadi seorang ahli dan pakar dalam bidang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;digital multimedia signal processing&lt;/span&gt; (2D/3D image, video, juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speech&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;audio&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;computer vision&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networked multimedia systems&lt;/span&gt;, teknologi kamera dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;display&lt;/span&gt;, serta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardware design&lt;/span&gt; dan instrumentasi. Aku ingin menjawab kegundahanku akan sangat kurangnya dosen yang benar2 berkualitas, kompeten dan berdedikasi di Indonesia dalam ketiga tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi, daripada hanya mengeluh dan bersungut-sungut, bagiku cara paling baik adalah menyerahkan dan mempersiapkan diri menjadi (bagian dari) solusi dari krisis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam darma pendidikan, aku ingin menjadi dosen yang benar2 berdedikasi dalam mengajar dan membimbing mahasiswa. Aku sudah belajar banyak dari teladan dosen2 ku di luar negeri soal dedikasi dalam mendidik dan mengajar. Aku ingin mahasiswa yang kuajar tidak hanya tahu, tapi terutama mengerti, dan lebih lagi mereka tertarik dengan ilmu yang kuajarkan. Aku ingin mengajar dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passion&lt;/span&gt;, mengajar dengan cinta, menunjukkan kepada mahasiswa keindahan dari ilmu yang kuajarkan. Selain itu aku ingin mengajar dengan kreatif, menarik, dan menolong mahasiswa melihat bahwa ilmu yang mereka pelajari itu penting dan relevan dengan kehidupan mereka. Seperti biasa, aku juga akan sisipkan nilai2 berharga dalam hidup sebagai motivasi dalam kuliahku, karena kan namanya pendidikan yang artinya lebih luas daripada mengajar. Tentu saja, kuliahku itu menjadi sarana promosi untuk menarik mahasiswa2 yang berbakat dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passionate&lt;/span&gt; untuk melakukan penelitian lebih lanjut di bawah bimbinganku. Nah, soal ini, aku akan cerita lebih banyak nanti soal penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ruang kelas, aku akan dorong mahasiswa untuk kritis, untuk berani bertanya, berdiskusi, berargumentasi, kreatif, dan menciptakan kelas menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;society of learning&lt;/span&gt;, komunitas pembelajar. Aku akan desain tiap tugas dan ujian memang untuk menolong dan memantau mahasiswa untuk mengerti, bukan untuk kejar nilai. Aku akan junjung tinggi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fairness&lt;/span&gt; dan nilai2 kejujuran dalam mata kuliah yang kuasuh. Segala hak mahasiswa akan kuhormati dengan memandang diriku sebagai pelayan dan mereka sebagai klien (tapi bukan juga aku jadi diinjak2 seenak udel ya). Dengan antusias dan senang hati, aku akan berikan waktu mahasiswa untuk bertanya dan diskusi denganku melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;appointment&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;office hour&lt;/span&gt;, empat mata sekalipun, termasuk diskusi di luar materi kuliah, misalnya kalau mereka ada masalah pribadi. Aku ingin, selesai mengikuti kuliah yang kusampaikan hingga akhir, mereka tidak hanya mengerti ilmunya, tapi mereka juga tertarik dan mampu melihat keindahan dan relevansinya, serta mereka dibangun secara mental melalui motivasi2 yang kusisipkan dalam pertemuan2 kuliah. Aku ingin mereka akan tetap ingat mata kuliah itu sampai mereka tua, sebab mereka mengalami betapa berbedanya kuliahku dengan kuliah2 lainnya yang mereka ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, soal darma penelitian. Tentang ini, aku memang punya satu niat yang ingin kulakukan kalau aku selesai PhD dan bergabung sebagai staf pengajar di satu universitas modern dan berpikiran maju di Indonesia. Niatku itu adalah aku ingin memulai sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;research group&lt;/span&gt; yang fokusnya dalam bidang2 yang sudah kesebutkan di atas. Di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;research group&lt;/span&gt; itu, maka aku tentu menjadi kepala dan pemimpinnya. Disana aku ingin memulai dan memimpin proyek-proyek penelitian yang berkualitas tinggi secara akademik, memiliki potensi secara komersial, tapi berbiaya terjangkau untuk konteks Indonesia. Dalam bidang2 yang kusebutkan di atas, berdasarkan pengamatanku selama ini di Eropa dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;research group&lt;/span&gt; semacam itu universitas2 lainnya di dunia, kita di Indonesia mampu melakukan penelitian dengan tiga kriteria di atas dengan komputer, teknologi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;open source&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scanner&lt;/span&gt;, proyektor, kamera, dan alat-alat lainnya yang jelas masih terjangkau untuk kantong Indonesia. Modal paling utama yaitu MATEMATIKA. Dengan ini, apalagi ditambah akses ke database publikasi internasional dan pergi ke konferensi2 ilmiah (yang pasti butuh biaya lumayan besar), maka posisi dan daya saing &lt;span style="font-style: italic;"&gt;research group&lt;/span&gt; ku di Indonesia tak kalah dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;research group &lt;/span&gt;serup&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;a di universitas2 yang lebih maju, minimal sebutlah di Asia Tenggara, seperti di Singapura dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, aku ingin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;research group&lt;/span&gt; ku ini dimulai dengan semangat untuk mampu independen, tidak terlalu tergantung secara finansial dari kampus, dan mampu mencari dana untuk riset dan kegiatan operasional dengan usahanya sendiri. Untuk ini aku harus bisa menjadi manajer yang baik, membangun kerjasama saling menguntungkan dengan industri, institusi lainya dan pemerintah, dalam dan luar negeri. Paling ideal sih, mereka memberikan dana riset ke group, lalu kita bertanggung jawab memberikan hasil penelitian yang menyelesaikan masalah mereka, lalu hasilnya bisa dipublikasikan di konferensi atau jurnah ilmiah. Cara paling primitif untuk pendanaan yang terpikir saat ini mungkin adalah melalui melakukan pelatihan-pelatihan, dan ini bisa melibatkan mahasiswa, tentu dengan ada honor buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan skema penelitian semacam ini, aku akan post lowongan untuk proyek tugas akhir kepada mahasiswa di papan pengumuman lab, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;homepage&lt;/span&gt; atau lewat milis. Tentu saja, di mata kuliah yang terkait, aku akan promosikan ini juga. Apa aja benefit yang kutawarkan kepada mahasiswa jika mereka bergabung melakukan penelitian tugas akhir di lab ku? Ini beberapa di antaranya.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Topik proyek yang akan mereka kerjakan PASTI berkualitas tinggi dan menantang secara akademik, tentu disesuaikan dengan durasi dan tingkatnya (S1 atau S2 misalnya). Satu proyek cukup besar bisa dipecah menjadi beberapa topik tugas akhir untuk beberapa orang. Karena cukup menantang dan ada aspek orisinalnya, aku akan dorong dan fasilitasi mereka untuk membuat paper berdasarkan laporan tugas akhir yang akan di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;submit&lt;/span&gt; ke konferensi ilmiah, minimal di level nasional. Aku akan pikirkan dan usahakan agar lab bisa memfasilitasi ini, terutama aspek finansialnya. Dengan makin banyak paper yang bagus, ini memperkuat porto folio lab ku di homepage lab. Publikasi ilmiah, konten dan kualitasnya, dan demo hasil2 penelitian secara visual (video) sangat penting ada di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;homepage &lt;/span&gt;sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;research group&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku ingin dorong dan motivasi mereka untuk lanjut S2 begitu selesai sarjana, khususnya untuk mereka yang memiliki prestasi akademik di atas rata2. Aku akan berusaha untuk dorong mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;apply &lt;/span&gt;beasiswa ke luar negeri, membangkitkan kepercayaan diri untuk berani bersaing dan tak minder, dan menjelaskan banyaknya benefit kalau bisa studi lanjut di luar negeri, apalagi dengan beasiswa. Aku akan usahakan menggunakan segala jaringan yang ada dan beri rekomendasi sehingga mereka yang potensial bisa melanjutkan S2 mereka, terutama dengan meraih beasiswa. Untuk memperbesar kans mereka diterima, makanya aku dorong supaya dari studi S1 mereka bisa punya publikasi ilmiah, minimal satu buah, di konferensi level nasional. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It will look very good on their CVs&lt;/span&gt;. Dengan begini, aku pastikan hasil penelitian mereka tidak akan mengendap hanya di lemari perpustakaan departemen, berdebu dan berabu, entah kapan akan dibaca orang... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I definitely detest such waste practices very common to be found in many Indonesian universities!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau proyek itu ada dana penelitiannya, misalnya dari perusahaan atau pemerintah, aku akan berikan insentif finansial kepada mahasiswa supaya mereka tambah semangat dan bersungguh2, selain karena kupikir itu perlu dan memang hak mereka, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;because they are who will fight with the devil in the details&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;of the research&lt;/span&gt;. Dengan begini, aku bisa yakinkan mereka bahwa ini penelitian serius, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;real project&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;not dummy&lt;/span&gt;, dan bagus buat mereka, sebab kemungkinan besar akan dipakai, dan bisa berguna buat memperluas jaringan mereka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because I hate dummy low-quality research&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang join lab ku akan punya akses ke fasilitas2 yang dimiliki lab, dan karena lab juga punya proyek2 profit untuk mendukung dana riset dan operasional lab, mereka tentu juga bisa dilibatkan di sana dengan honor lumayan buat biaya makan dan biaya mereka nraktir waktu pacaran malam Minggu hehe. Tentu saja penelitian mereka tidak boleh terganggu. Kusarankan sih, supaya bisa fokus, mereka sebaiknya kerja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full-time&lt;/span&gt; di lab seperti orang ngantor, dan tiap orang punya satu meja kerja. Kalau mereka harus nginap dan tidur di lab karena kerja sampai malam, aku akan sediakan kasur,  selimut dan bantal yang bersih di lab (soal mencuci sprei dan sarung, ya didelegasikan ke mahasiswa lah heheheh).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku sebagai pembimbing akan sediakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;availability&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;approachability&lt;/span&gt; dalam membimbing mereka untuk menjamin pembimbingan berkualitas. Minimal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;progress meeting&lt;/span&gt; sekali seminggu tiap orang atau tiap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;team project&lt;/span&gt;, lalu ada rutin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meeting&lt;/span&gt; di lab sekali seminggu dimana mereka harus hadir. Trus aku ingin dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meeting &lt;/span&gt;rutin itu ada satu presentasi ilmiah juga, mungkin dari mereka yang mau maju sidang sebagai latihan sidang, atau pembicara tamu dari luar lab, atau ya dari aku lah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana suasana keseharian di lab ku itu? Aku ingin suasanya informal, santai, tapi tetap serius. Mahasiswa boleh pakai kaos, celana pendek asal sopan, pokoknya yang nyaman buat mereka bisa kerja efektif dan produktif, tentu dengan saling menghormati. Aku ingin lab ku dan orang2 di dalamnya dikenal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;helpful&lt;/span&gt;, saling membantu teman, tidak egois, apalagi oportunis, mantap dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teamwork&lt;/span&gt;, dikenal menguasai bidangnya secara teori dan praktis, kreatif, humoris, dan rada bocor halus seperti pembimbingnya juga hehe. Aku ingin secara berkala ada acara keakraban untuk seluruh anggota lab, termasuk aku, misalnya main futsal bareng, BBQ, jalan2, main bowling bareng, atau mewakili lab sama2 ikut kompetisi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So it's a lot fun too to be there&lt;/span&gt;. Tapi ada hal lainnya juga yang aku ingin menjadi citra dari anak2 yang ikut lab ku, yaitu mereka dikenal sebagai mahasiswa yang bekerja keras, banyak waktu di lab untuk riset, layaknya orang kerja. Jadi kalau seorang anak labku ditanya pembimbingnya siapa dan dia jawab Pak Mauritz Panggabean, orang akan tahu, "Wah, mantap kali kau bisa di lab itu ya..." &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yep, I want them to have that pride joining my lab and work with me&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;and their colleagues&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oya, soal suasana, karena aku ingin dorong mereka untuk studi lanjut, maka bahasa nasional dan sehari2 di lab yaitu bahasa Inggris. Aku akan biasakan ngomong bahasa Inggris, juga kalau mereka mau bicara denganku dan sesama anak lainnya. Tentu semangatnya di sini untuk belajar bahasa Inggris dan meningkatkan kemampuan mereka. Jadi English campur2 ga masalah, asal jangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pure&lt;/span&gt; bahasa Indonesia tok. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So in my lab people are allowed to make mistakes in speaking English and let other help them by giving kind corrections&lt;/span&gt;. Jadi, kalau orang tahu seorang mahasiswa itu bimbinganku, mereka pasti tahu ini anak pasti bisa dan mau belajar bahasa Inggris.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Jadi, itulah sebagian impianku tentang diriku sepuluh tahun dari sekarang, berarti waktu itu aku berumur 39. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;As crystal clear as that&lt;/span&gt;, terutama soal darma pendidikan dan penelitian. Lalu apa hubungannya dengan pertanyaan di judul tadi? Hubungannya sangat jelas dan sederhana: untuk mewujudkannya, menurutku, tidak ada cara lain, aku harus bersedia capek2 selesaikan doktor dengan baik di universitas berkualitas di luar negeri. Kenapa sebaiknya di luar negeri? Yah, selain karena kualitas secara umum di Eropa lebih baik daripada di Indonesia, studi di luar negeri itu benefitnya jauh lebih banyak daripada di dalam negeri, terutama soal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;life values&lt;/span&gt; dari negara2 maju yang berharga untuk ditiru dan dibawa pulang ke Indonesia supaya kita pun bisa maju seperti mereka, dan juga untuk memperluas jaringan. Sebenarnya bukan hanya itu impianku, tapi untuk kali ini cukuplah sampai di sana. Akhirnya aku berani tuliskan semua ini di blog ku kepada dunia, juga supaya memotivasi diriku sendiri agar aku tetap ingat dan tak lupa. Sekalian juga supaya diketahui dan menginspirasi pembaca. Jadi jika Anda terinspirasi dan ingin menconteknya, dengan senang hati saya katakan "silakan mencontek" :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Now back to work&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-5581751184608117755?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/5581751184608117755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=5581751184608117755' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/5581751184608117755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/5581751184608117755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/04/kenapa-capek-capek-sampai-doktor.html' title='Kenapa capek-capek sampai doktor?'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-8688759698769887844</id><published>2009-03-22T23:55:00.005+01:00</published><updated>2009-04-11T17:13:34.827+02:00</updated><title type='text'>Lagu gubahanku untuk Indonesia tercinta: S'lamatkan Indonesia!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S'lamatkan Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mauritz Panggabean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesiaku nan raya, neg'riku tercinta&lt;br /&gt;Kaya alam dan budaya, anug'rah Pencipta&lt;br /&gt;Namun kini dia berduka, penuh noda dosa&lt;br /&gt;Lelah, terlantar, terluka, hampir putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Allah, dosa neg'riku, mohon ampunilah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;'Ni aku untuk bangsaku, pakaiku dan utuslah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kar'na anug'rah-Mu, Kau t'lah s'lamatkanku&lt;br /&gt;Sungguh besarnya cinta-Mu 'tuk Indonesiaku!&lt;br /&gt;Namun anaknya berjuta, suku-suku bangsa&lt;br /&gt;Tanpa Injil sukacita, seg'ra kan binasa&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalai 'kusebar Injil-Mu, Tuhan ampunilah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;P'nuhi dengan kuasa Roh-Mu, kerja buat Hu tak lelah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Coda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;S'lamatkanlah Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;S'lamatkanlah Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;S'lamatkanlah Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;S'lamatkan Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/ScbEhEWPBsI/AAAAAAAAANI/Q-96fEeoaTQ/s1600-h/S%27lamatkanIndonesia%21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/ScbEhEWPBsI/AAAAAAAAANI/Q-96fEeoaTQ/s400/S%27lamatkanIndonesia%21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316152482539177666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="width:300px;"&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/sCjdMzZ-v-/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="FlashVars" value="backColor=ff9900&amp;primaryColor=663300&amp;secondaryColor=996600&amp;linkColor=cc6600"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/sCjdMzZ-v-/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="350" height="110" wmode="transparent"FlashVars="backColor=ff9900&amp;primaryColor=663300&amp;secondaryColor=996600&amp;linkColor=cc6600"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-8688759698769887844?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/8688759698769887844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=8688759698769887844' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8688759698769887844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8688759698769887844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/03/lagu-gubahanku-untuk-indonesia-tercinta.html' title='Lagu gubahanku untuk Indonesia tercinta: S&apos;lamatkan Indonesia!'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/ScbEhEWPBsI/AAAAAAAAANI/Q-96fEeoaTQ/s72-c/S%27lamatkanIndonesia%21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-2776575111205799435</id><published>2009-03-16T03:16:00.002+01:00</published><updated>2009-03-16T03:26:13.485+01:00</updated><title type='text'>Gadis cantik untuk pria kaya</title><content type='html'>Aku salin cerita di bawah dari&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;sebuah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; forwarded email&lt;/span&gt; di sebuah milis. Aku ga tahu apa kisah ini benar-benar terjadi, tapi pesannya menarik dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;make sense&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Be inspired.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gadis cantik untuk pria kaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat dari cewek cantik yang ingin mendapatkan pria kaya yang dimuat di suatu majalah. Suratnya ditanggapi oleh seorang pria kaya dengan serius. Bagus kata-katanya dan jangan lupa lihat nama pria yang membalas suratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis muda dan cantik, mengirimkan surat ke sebuah majalah terkenal, dengan judul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?"&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan di sini. Tahun ini saya berumur 25 tahun. Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan fashion. Saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun. Anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York. Persyaratan saya tidak tinggi. Apakah ada di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun? Apa kalian semua sudah menikah? Yang saya ingin tanyakan: apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti Anda? Yang terkaya pernah berkencan dengan saya hanya $250rb/tahun. Bila seseorang ingin pindah ke area pemukiman elit di City Garden New York, penghasilan $ 250rb/tahun tidaklah cukup. Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan:&lt;br /&gt;Dimana para lajang-lajang kaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang out&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Kisaran umur berapa yang harus saya cari?&lt;br /&gt;Kenapa kebanyakan istri dari orang-orang kaya hanya berpenampilan standar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria kaya? Bagaimana, Anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd.&lt;br /&gt;Si Cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah balasan dari seorang pria yang bekerja di Finansial Wall Street:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah membaca suratmu dengan semangat. Saya rasa banyak gadis-gadis di luar sana yang mempunyai pertanyaan yang sama. Ijinkan saya untuk menganalisa situasimu sebagai seorang profesional. Pendapatan tahunan saya lebih dari $500rb, sesuai syaratmu, jadi saya harap semuanya tidak berpikir saya main-main di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi seorang bisnis, merupakan keputusan salah untuk menikahimu. Jawabannya mudah saja. Saya coba jelaskan, coba tempatkan "kecantikan" dan "uang" bersisian, dimana Anda mencoba menukar kecantikan dengan uang: pihak A menyediakan kecantikan, dan pihak B membayar untuk itu, hal yg masuk akal. Tapi ada masalah disini: kecantikan Anda akan menghilang, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa ada alasan yang bagus. Faktanya, pendapatan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tapi Anda tidak akan bertambah cantik tahun demi tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang akan meningkat, dan Anda adalah aset yang akan menyusut. bukan hanya penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial. Jika hanya (kecantikan) itu aset Anda, nilai Anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang. Dari aturan yg kita gunakan di Wall Street, setiap pertukaran memiliki posisi, kencan dengan Anda juga merupakan posisi tukar. Jika nilai tukar turun, kita akan menjualnya dan adalah ide buruk untuk menyimpan dalam jangka lama, seperti pernikahan yang Anda inginkan. Mungkin terdengar kasar, tapi untuk membuat keputusan bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi besar akan di jual atau "disewakan." Siapa saja dengan penghasilan tahunan $500rb, bukan orang bodoh, kami hanya berkencan dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan menyarankan agar Anda lupakan saja untuk mencari cara menikahi orang kaya. Lebih baik Anda menjadikan diri Anda orang kaya dengan pendapatan $500rb/tahun. Ini kesempatan lebih bagus daripada mencari orang kaya bodoh. Mudah-mudahan balasan ini dapat membantu. Jika Anda tertarik untuk servis "sewa pinjam," hubungi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd,&lt;br /&gt;J.P. Morgan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-2776575111205799435?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/2776575111205799435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=2776575111205799435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2776575111205799435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2776575111205799435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/03/gadis-cantik-untuk-pria-kaya.html' title='Gadis cantik untuk pria kaya'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1298350901806952162</id><published>2009-03-15T14:23:00.005+01:00</published><updated>2009-04-11T20:25:58.264+02:00</updated><title type='text'>Lagu ciptaanku yang ketiga: Doaku Untukmu, Kawan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Doaku Untukmu, Kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mauritz Panggabean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, tak terasa waktu ini tibalah,&lt;br /&gt;masa 'tuk bersama kini pun usailah.&lt;br /&gt;'Kankah sia-sia, s'mua perjuangan kita&lt;br /&gt;di tengah deru lautan hidup di dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, ingatlah Dia denganmu 'kan bersama.&lt;br /&gt;Dia jadi nahkoda hatimu tent'ramlah&lt;br /&gt;Layar t'lah terkembang, lautan ganas menghadang.&lt;br /&gt;Namun dalam doa pada-Nya 'ku berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Selamat jalan Kawan,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;setialah layani Dia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Janganlah putus asa,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;meski badai menerpa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kunantikan saatnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kita akan berjumpa dalam bahagia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kar'na hidup dalam Dia."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian kata-kata di atas merupakan lirik lagu ciptaanku yang ketiga. Aku menyanyikannya pertama kali dengan petikan gitarku sendiri lima tahun yang lalu, 14 Maret 2004 dan kudedikasikan lagu itu untuk beberapa orang teman baik di PMK Open House yang pada hari itu mensyukuri wisuda sarjana mereka bersama dengan teman-teman persekutuan. Beberapa hari sebelumnya, aku memang berpikir-pikir apa hadiah yang akan kuberikan untuk mereka, dan aku pun berpikir tentu akan indah dan spesial kalau hadiah itu unik, tidak bisa ditemukan di mana pun di dunia ini. Akhirnya aku berpikir untuk kembali menggubah sebuah lagu khusus untuk mereka, dengan pesan yang ingin kusampaikan di momen wisuda mereka. Singkat cerita, Tuhan pun begitu baik memberiku inspirasi melodi dan kata-kata,  dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;voila!&lt;/span&gt;, terciptalah lagu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas dari baris pertama di bait pertamanya, lagu itu adalah untuk saat-saat berpisah, dengan kawan dekat yang akan meninggalkan kita dan mungkin tidak akan berjumpa dengan kita untuk waktu yang lama. Sebagai teman yang merasakan pembinaan dan pelayanan bersama-sama, maka aku merasa di saat-saat perpisahan semacam ini, selalu ada pertanyaan yang muncul di pikiran, yang diungkapkan dalam kalimat kedua di bait pertama, "'Kankah sia-sia, s'mua perjuangan kita di tengah deru lautan hidup di dunia?" Perjuangan yang aku maksud adalah perjuangan untuk belajar dan bertumbuh mengenal Tuhan dan menjadi makin serupa dengan-Nya selama pembinaan dan pelayanan (dalam hal ini di PMK Open House). Setelah berjuang belajar dan bertumbuh bersama-sama, lalu ketika tiba saatnya harus pergi ke tempat dimana tidak ada persekutuan dan pembinaan semacam ini, bahkan mungkin kita satu-satunya orang percaya di tempat baru itu, akankah semua perjuangan untuk menjadi murid Kristus itu akan mampu bertahan bahkan mempengaruhi dunia dengan menggarami dan menerangi? Ataukah malah sebaliknya yang terjadi, semuanya sia-sia dan setelah waktu yang tidak lama, kita malah menjadi serupa dengan dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran yang muncul di benakku ketika menggubah lagu ini adalah seseorang yang hendak pergi berlayar dengan kapal ke tempat yang jauh. Bagiku, pantai yang dituju adalah pantai sorgawi, dimana kita akan bertemu muka dengan muka dengan Allah. Dunia ini dengan segala tantangannya ibarat deru lautan yang ganas menghadang, lengkap dengan badai dan hujan deras mengguntur. Bait kedua menggambarkan pesan dan keyakinanku bahwa, seganas apapun lautan yang ada di depan, kita harus tetap ingat janji Tuhan bahwa Dia akan bersama kita jika kita pun setia dan taat berjalan bersama-Nya. Ini berarti dalam kapal hidup kita, kita menyerahkan kuasa dan otoritas kepada Allah untuk menjadi kapten dan hahkoda. Hanya dengan demikianlah, ketenteraman dan damai sejahtera sejati memenuhi hati kita, meski kapal kita sedang ada di lautan dalam nan gelap berkabut, diombang-ambingkan gelombangnya yang dahsyat, diterjang angin kencang di segala sudut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar terkembang menunjukkan kesiapan hati untuk berangkat, tapi bagaimana dengan ketidakramahan samudra yang niscaya siap menyambut? Jika Tuhan sudah memimpin kita untuk mengembangkan layar, akankah hati kita gentar, kalah dan mengurungkan niat untuk pergi? Tidak. Karena itulah refrein berisi doaku untuk mereka (dan sebenarnya juga untukku sendiri). Kesetiaan dan pantang berputus asa, itulah yang kita minta kepada Allah untuk mereka yang hendak meninggalkan kita, dengan diiringi harapan bahwa semoga suatu saat kita dapat bertemu lagi dalam bahagia yang sejati, yaitu kebahagiaan karena tetap hidup dalam Allah yang telah menebus hidup kita dengan darah Anak-Nya di kayu salib. Harapan ini juga bersifat eskatologis, sebab jika kita tetap hidup dalam Tuhan, meski kita tak bertemu lagi di dunia ini, PASTI kita akan bersua lagi dalam dunia baru yang Allah jadikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Berikut ini lirik lagunya lengkap dengan not. Paling bawah adalah sebuah rekaman sederhana dari lagu ini dengan peralatan yang tersedia dengan suara dan permainan gitar terbaik yang aku bisa.&lt;/span&gt; Semoga semua ini juga menjadi berkat bagi Saudara. Segala kemuliaan hanya bagi Allah Tritunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/Sb0LfAQSrZI/AAAAAAAAANA/w2mREdfdRbs/s1600-h/DoakuUntukmuKawan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 324px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/Sb0LfAQSrZI/AAAAAAAAANA/w2mREdfdRbs/s400/DoakuUntukmuKawan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313415762639236498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="width: 300px;"&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/zl5IUo2AqB/aus=false/"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="backColor=ff9900&amp;amp;primaryColor=663300&amp;amp;secondaryColor=996600&amp;amp;linkColor=cc6600"&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/zl5IUo2AqB/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" flashvars="backColor=ff9900&amp;amp;primaryColor=663300&amp;amp;secondaryColor=996600&amp;amp;linkColor=cc6600" width="350" height="110"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="padding: 1px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1298350901806952162?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1298350901806952162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1298350901806952162' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1298350901806952162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1298350901806952162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/03/lagu-ciptaanku-yang-ketiga-doaku.html' title='Lagu ciptaanku yang ketiga: Doaku Untukmu, Kawan'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/Sb0LfAQSrZI/AAAAAAAAANA/w2mREdfdRbs/s72-c/DoakuUntukmuKawan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-917470738842182972</id><published>2009-03-08T13:58:00.008+01:00</published><updated>2009-04-11T16:11:07.274+02:00</updated><title type='text'>Lagu ciptaanku yang kedua: Lord, Will You be Proud of Me?</title><content type='html'>Ini lagu kedua yang kuciptakan, dan laguku yang pertama dalam bahasa Inggris. Aku ga yakin apa lirik bahasa Inggris nya udah benar semua secara grammatikal hehe. Maklumlah, aku masih terus belajar bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menulis lagu ini selagi aku menunggu hasil aplikasiku ke Politeknik Informatika Del yang tak kunjung ada beritanya sejak aku submit sekitar bulan Juli 2003. Rasa ragu dalam hatiku makin kuat, apakah memang ini yang Tuhan ingin aku kerjakan, sebab aku tak ada melamar ke tempat lain sama sekali. Tapi ketika aku disadarkan lagi bahwa Tuhan sudah menebusku dengan hidup-Nya dan berarti aku sudah jadi milik Tuhan, Dia jadi Tuhan dan Raja, lalu aku ini hanyalah hamba, maka itu artinya dalam membuat keputusan, aku harus selalu belajar untuk bertanya kepada-Nya, "Tuhan, apakah yang harus aku kerjakan?" lalu taat kepada jawaban dan pimpinan-Nya meski semua orang dan seluruh dunia menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini lirik dari lagu itu, yah jadi puisi juga lah. Mungkin puisiku yang pertama dalam bahasa Inggris...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lord, Will You be Proud of Me?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mauritz Panggabean&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus, thanks for giving me&lt;br /&gt;one more new beautiful day.&lt;br /&gt;Now, what must I do and say&lt;br /&gt;that will make you proud of me?&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dear Lord, when the night has come&lt;br /&gt;and all my tasks has been done,&lt;br /&gt;O, without meaning they'll be&lt;br /&gt;if You are not proud of me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lord, for me You have died&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;and You have saved my life.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Be the King in my heart.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Shepherd, lead me in the way You like.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, You call me dearly&lt;br /&gt;Before Your throne I will be&lt;br /&gt;And when all my life You see&lt;br /&gt;Lord, will You be proud of me?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba jelaskan sedikit apa maksud syair ini. Dua bait pertama itu bicara tentang hari ini. Bait pertama ketika kita memulai hari, dengan ucapan syukur atas satu hari baru yang Allah beri. Ucapan syukur itu lalu diikuti doa mohon pimpinan Tuhan agar kita tahu apa yang harus kita lakukan dan katakan agar Dia dimuliakan. Lalu bait kedua itu saat hendak mengakhiri hari, jadi udah malam dan hendak pergi tidur. Ia merupakan sebuah penekanan kembali bahwa jika Tuhan tak berkenan atas apa yang kita kerjakan dalam hidup kita sepanjang hari itu, maka semua itu sama sekali tak ada artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reffrain merupakan sebuah pengakuan dan doa. Dalam baris pertama kita mengaku bahwa memang Tuhan Yesus sudah mati kita secara pribadi dan dengan demikian telah menebus hidup kita dari perbudakan dosa dan kesia-siaan. Baris kedua adalah doa dan seruan, bahwa respons yang layak untuk semua karya-Nya itu adalah menjadikan Dia Tuhan dan Raja dalam hati kita, menjadi Gembala Agung kita, yang itu berarti kita BUKAN Raja, tapi kita hanyalah hamba dan seperti domba yang bodoh, yang terus menerus butuh pimpinan dan jalan yang Dia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait terakhir bicara soal akhir hidup dan penghakiman. Akhirnya Tuhan pasti akan memanggil kita dan suatu saat akan berdiri di depan takhta-Nya. Lalu ketika mata Allah yang kudus itu melihat seluruh hidup kita, akankah Dia berkata kepada kita, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well done my good and faithful servant! I'm proud of you my child&lt;/span&gt;"? Apakah gunanya, jika seluruh dunia menyebut kita hebat dan sukses, tetapi akhirnya Tuhan menyebut kita gagal dan hidup kita tak berkenan bagi-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Berikut ini lirik lagunya lengkap dengan not. Paling bawah adalah sebuah rekaman sederhana dari lagu ini dengan peralatan yang tersedia dengan suara dan permainan gitar terbaik yang aku bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;All glory must be to the Lord.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SbPKpwD7EpI/AAAAAAAAAM4/pIYAS-XlbDo/s1600-h/LordWillYouBeProudOfMe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SbPKpwD7EpI/AAAAAAAAAM4/pIYAS-XlbDo/s400/LordWillYouBeProudOfMe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310811204224750226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="width: 300px;"&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/xSrHdxHnOg/aus=false/"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="backColor=ff9900&amp;amp;primaryColor=663300&amp;amp;secondaryColor=996600&amp;amp;linkColor=cc6600"&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/xSrHdxHnOg/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" flashvars="backColor=ff9900&amp;amp;primaryColor=663300&amp;amp;secondaryColor=996600&amp;amp;linkColor=cc6600" width="350" height="110"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="padding: 1px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-917470738842182972?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/917470738842182972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=917470738842182972' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/917470738842182972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/917470738842182972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/03/lagu-ciptaanku-yang-kedua-lord-will-you.html' title='Lagu ciptaanku yang kedua: Lord, Will You be Proud of Me?'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SbPKpwD7EpI/AAAAAAAAAM4/pIYAS-XlbDo/s72-c/LordWillYouBeProudOfMe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-714780670148762992</id><published>2009-03-01T19:07:00.009+01:00</published><updated>2009-04-11T16:26:29.541+02:00</updated><title type='text'>Lagu ciptaanku yang pertama: Pakai Aku Jadi Alat-Mu</title><content type='html'>Lagu di bawah ini adalah lagu ciptaanku yang pertama. Waktu aku menggubah lagu ini, aku udah memasukkan aplikasi untuk menjadi dosen di Politeknik Informatika Del. Selain itu aku tak memasukkan lamaran ke tempat lain, termasuk perusahaan. Tidak ada. Waktu itu aku udah yakin bahwa Tuhan memimpinku ke sana, meski dalam hati kadang masih ada rasa ragu. Terus terang aja, kalau mau cepat kaya dan cepat cari gaji besar, rasanya menjadi dosen di Indonesia bukan cara terbaik untuk itu. Aku tahu uang penting, tapi aku tidak mencari itu dan aku tidak akan pernah biarkan uang dan materi menjadi satu-satunya kriteria dalam membuat pilihan dalam hidup, apalagi keputusan tentang pekerjaan dan teman hidup. Berikut ini lirik lagunya dengan not nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SarR0Yp9sNI/AAAAAAAAAMw/qJxA70iwxp8/s1600-h/PakaiAkuJadiAlatMu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 315px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SarR0Yp9sNI/AAAAAAAAAMw/qJxA70iwxp8/s400/PakaiAkuJadiAlatMu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308285808711413970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku coba nyanyikan dengan peralatan seadanya, dengan suara dan permainan gitar terbaik yang aku bisa dan inilah hasilnya. Minggu depan aku akan post lagi lagu ciptaanku berikutnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;All glory must be to the Lord. God bless you all.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="width:300px;"&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/0ZmGMl_RS1/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="FlashVars" value="backColor=ff9900&amp;primaryColor=663300&amp;secondaryColor=996600&amp;linkColor=cc6600"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/0ZmGMl_RS1/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="350" height="110" wmode="transparent"FlashVars="backColor=ff9900&amp;primaryColor=663300&amp;secondaryColor=996600&amp;linkColor=cc6600"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-714780670148762992?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/714780670148762992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=714780670148762992' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/714780670148762992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/714780670148762992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/03/lagu-ciptaanku-yang-pertama-pakai-aku.html' title='Lagu ciptaanku yang pertama: Pakai Aku Jadi Alat-Mu'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SarR0Yp9sNI/AAAAAAAAAMw/qJxA70iwxp8/s72-c/PakaiAkuJadiAlatMu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3567884197119919000</id><published>2009-03-01T18:55:00.002+01:00</published><updated>2009-03-01T19:03:05.590+01:00</updated><title type='text'>Clash of Worldviews</title><content type='html'>Di bawah ini adalah materi diskusi yang kusiapkan untuk Bible Study Trondheim, Sabtu 28 Februari 2009. Semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Clash of Worldviews&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daniel 1:1-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;worldview&lt;/span&gt; dan dalam hidup kita sehari-hari sebagai seorang Kristen, kita akan berjumpa dengan banyak orang dengan berbagai&lt;span style="font-style: italic;"&gt; worldview&lt;/span&gt; yang bisa jadi berbeda bahkan bertentangan dengan Firman Tuhan. Tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa inilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clash of worldviews&lt;/span&gt; yang terjadi setiap hari, entah kita sadari atau tidak. Hari ini kita akan belajar dari perikop di atas bagaimana kita harus hidup dan bersikap dalam dunia yang demikian yang sangat mungkin sedang kita alami setiap hari. Bacalah perikop di atas dan diskusikanlah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pernahkah Anda mengalami tekanan dari orang atau lingkungan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;worldview&lt;/span&gt; yang berbeda bahkan bertentangan dengan Firman Tuhan? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Worldview&lt;/span&gt; seperti apa yang biasa Anda temui dalam kehidupan Anda seharihari? Cobalah bagikan secara singkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa saja empat perubahan eksternal mendasar yang dialami oleh Daniel dkk (ay. 1-2, 4-5, 7)? Menurut Anda, apakah kira-kira tujuan Babel dengan melakukan semua perubahan itu (bandingkan arti nama lama dan baru di ay. 6 dan 7)? Mengapa pula Allah menyerahkan raja dan bangsa Yehuda dibuang ke Babel (Yer. 25:1-11)?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimanakah Daniel dkk bersikap terhadap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setiap&lt;/span&gt; perubahan di atas? Menurut Anda, mengapa mereka bersikap demikian?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perhatikan bagaimana sikap dan strategi Daniel dkk secara khusus dengan santapan dan anggur yang ditetapkan Raja Babel untuk mereka (ay. 8-16). Apa saja prinsip yang dapat kita pelajari dari Daniel dkk?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurut Anda, apakah sikap dan tindakan Daniel dkk itu tidak perlu dan berlebihan, atau memang seharusnya dilakukan? Mengapa?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurut Anda, apa kunci yang membuat Daniel dkk sanggup berketetapan dan bertindak seperti di ay. 8-16? Bandingkan Dan. 2:14-18 6:5,10-11.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Coba bandingkan apa yang Allah lakukan kepada Raja Yoyakim dan bangsa Israel dengan yang Allah perbuat kepada Daniel dkk. Apa saja yang dapat kita pelajari tentang Allah dari bagian ini?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah yang akan Anda lakukan jika Anda berada di posisi yang mirip seperti kondisi Daniel dkk dimana keyakinan Anda pada Firman Tuhan diperhadapkan dengan tawaran, godaan, tekanan atau pengaruh dari orang atau lingkungan dengan worldview yang bertentangan dengan Firman Tuhan? Apa yang menolong Anda untuk mampu melakukannya? Bagikanlah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pikirkan dan bagikanlah satu aplikasi praktis yang akan Anda lakukan sesuai dengan pelajaran hari ini dan kehidupan Anda sehari-hari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, …” (Roma 12:2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Worldview can be simply defined as the overall perspective from which one sees and interprets the world, or a collection of beliefs about life and the universe held by an individual or a group.&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://www.thefreedictionary.com/worldview"&gt;http://www.thefreedictionary.com/worldview&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3567884197119919000?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3567884197119919000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3567884197119919000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3567884197119919000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3567884197119919000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/03/clash-of-worldviews.html' title='Clash of Worldviews'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-4422233899921252585</id><published>2009-02-15T21:25:00.008+01:00</published><updated>2009-02-15T22:54:53.965+01:00</updated><title type='text'>Sebuah perjalanan baru sejauh ribuan mil telah dimulai</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu aku posting salah satu blog ku akhir-akhir ini ke beberapa milis dan aku mendapat beberapa tanggapan. Semuanya mengatakan tulisanku bagus dan isinya bermanfaat bagi mereka. Ada satu tanggapan yang menurutku benar-benar bikinku berpikir serius, bahkan sampai bertanya-tanya apakah Tuhan ingin menyampaikan sesuatu buatku secara jelas dalam hal ini. Satu tanggapan yang kumaksud berasal dari seorang intelektual Kristen di Indonesia yang produktif menulis di media nasional dan dari segi integritas sejauh ini lurus-lurus aja. Aku senang membaca tulisan beliau dan dari isinya aku bisa kenal beliau sebagai seorang yang pro-rakyat dan pro-kebenaran, dan tidak takut-takut kalau bicara. Nah, beliau tidak hanya bilang bahwa tulisanku itu bagus, tapi juga selanjutnya bertanya, apa ada rencana dijadikan buku? Wow, seorang seperti beliau bilang tulisanku bagus aja udah satu kehormatan, apalagi kalau beliau bilang tulisanku itu cukup potensial untuk dijadikan buku! Wah, aku benar-benar senang waktu itu. Tapi bukan hanya rasa senang yang memenuhi hatiku, tetapi juga sikap bertanya-tanya apa arti semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kali ini saja ada orang bilang bahwa menurut mereka aku punya talenta untuk menulis, bahkan menulis artikel di media nasional, bahkan menulis buku, termasuk fiksi. Sebelumnya sudah ada sekian orang yang bilang begitu ke aku, bahkan menantikan bukuku keluar hehehe. Terus terang, sebenernya aku pun dalam hati merasa ada suara itu, bahwa aku sebenarnya punya talenta menulis seperti yang mereka bilang. Selain itu, aku sadar banget betapa efektifnya media seperti surat kabar dan buku meski fiksi, untuk memberikan pengaruh kepada begitu banyak orang secara massal, serentak, dan dalam waktu lama, bahkan setelah penulisnya mati. Karena itu aku sebenernya pengen banget bisa jadi penulis yang produktif dan efektif seperti beliau, kalau perlu juga nulis buku, baik non-fiksi atau fiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma memang sampai sekarang aku masih kurang percaya diri untuk mencoba menulis secara serius. Alasannya, yah karena aku tahu menghasilkan sebuah tulisan yang bagus itu butuh banyak waktu dan tenaga, sementara aku sendiri punya banyak pekerjaan sekarang. Memang sebagai akademisi aku pasti harus aktif menulis, dalam hal ini, sesuai dengan bidang risetku. Tapi menulis untuk isu-isu sosial atau bahkan cerita fiksi benar-benar lain dengan menulis ilmiah untuk bidang teknik. Alasan lainnya, ya kalau aku mau menulis artikel di media nasional Indonesia, itu berarti aku akan banyak menulis untuk bidang-bidang non-teknik atau sosial sesuai dengan isu-isu aktual di Tanah Air. Nah, aku belum merasa yakin apa aku punya kemampuan dan kompetensi untuk menghasilkan tulisan yang baik dalam bidang non-teknik. Bagiku menulis untuk konsumsi publik di media resmi nasional itu tanggung jawabnya besar banget. Tentu beda lah dengan menulis di blog pribadi kan? Aku ga pengen menulis sesuatu yang ternyata salah dan akhirnya bisa menyesatkan pembaca. Itu sih beberapa alasan kenapa sampai sekarang aku belum menulis serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, dalam kondisi-kondisi seperti ini, dimana aku diminta atau ditantang untuk mencoba sesuatu atau talenta yang baru, ada beberapa hal yang selalu menguatkanku untuk mencoba dan berusaha. Satu adalah pengalamanku selama ini dalam kondisi-kondisi semacam ini. Dulu waktu kecil aku ga yakin aku ini punya talenta sebanyak sekarang. Aku orangnya introvert, pendiam dan rada penakut. Tapi aku selalu menemukan bahwa Tuhan memberiku talenta dan kemampuan yang tak pernah aku duga setelah orang menawarkan atau menantangku untuk mencoba sesuatu yang baru, dan aku menerimanya! Yah, aku menerimanya biasanya setelah sejumlah orang berusaha membujukku atau karena kondisi memaksa jadi terpaksa aku lakukan, misalnya karena sesuatu itu harus dilakukan dan tak ada orang yang mau atau bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa kasih beberapa contoh. Dulu aku paling takut main drama, benar-benar paling takut. Eh siapa yang tahu kalau aku udah pernah tiga kali main drama waktu sekolah minggu dan beberapa kali waktu kamp. Beberapa di antaranya aku jadi aktor utama. Di drama terakhir yang kumainkan tahun lalu, aku malah jadi sumber ide dramanya dan sekaligus sutradara. Dan setelah aku dan teman-teman sekamarku selesai mementaskan drama kami yang mampu mengocok perut penonton karena lucunya, orang-orang bilang drama kami termasuk yang terbagus di acara keakraban malam ini, dan juga ada pesan bagus yang disampaikan melaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, aku dulu salut banget lihat teman yang pintar main gitar. Aku pengen banget bisa main gitar cuma aku ga yakin bisa karena kata orang susah. Trus waktu SMP kelas 3 guru musik mengharuskan semua cowok di kelas mencoba belajar latihan gitar. Aku masih ingat pulang dari rumah Paman naik sepeda motor bersama Bapak dengan memeluk gitar yang kupinjam dari Paman untuk latihan di rumah. Lalu mulailah aku berlatih sendiri di rumah dengan buku-buku panduan yang kubeli begitu murah di toko buku bekas di Medan. Hampir tiga jam aku berlatih di rumah tiap hari, sampai jari kiriku berdarah karena langsung berlatih pakai gitar Yamaha dengan senar logam. Sampai akhirnya sekarang aku biasa jadi gitaris untuk mengiringi kebaktian atau ibadah, bahkan waktu di Eindhoven dulu jadi gitaris di worship team gereja. Awalnya adalah, setelah beberapa lama aku latihan main gitar, aku ikut ibadah dimana acara sudah mau mulai cuma si gitaris belum datang. Setelah si gitaris ditunggu-tunggu ga datang juga akhirnya MC bilang mulai aja tanpa musik. Lalu waktu itu dalam hatiku ada suara dan dorongan yang kuat untuk aku tanya ke MC nya apa boleh aku coba main gitar mengiringi ibadah, kalau tak keberatan. Wah, aku masih ingat momen-momen menegangkan itu, pertempuran antara dorongan dari dalam itu melawan rasa tak percaya diri. Akhirnya dorongan itu menang, dan itulah pertama kalinya aku menunjukkan permainan gitarku kepada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa ceritakan contoh-contoh lainnya yang serupa itu dimana aku menemukan talenta yang ternyata Tuhan beri padaku setelah aku mencobanya dan tekun berusaha. Dulu aku takut bernyanyi, eh sekarang udah pernah jadi singers, anggota paduan suara dan anggota vokal grup. Bahkan ada temanku yang bilang, ngajak aku bikin band dimana aku jadi vokalis hahaha. Dulu satu ketakutanku yang terbesar adalah bicara di depan umum. Lah sekarang aku udah pengalaman jadi MC, bahkan di depan audiens ratusan orang se-ITB pun pernah. Aku malah jadi dosen dua tahun lebih, yang pasti harus ngajar di depan mahasiswa. Bahkan aku yakin sekarang bahwa mengajar adalah salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passion&lt;/span&gt;-ku yang terbesar! Dulu aku ga bisa sama sekali desain grafis. Eh sekarang aku udah beberapa kali mendesain brosur, kartu, buletin, dll, dan kata orang sih bagus. Dulu aku ga kebayang apa aku akan pernah bisa mencipta lagu. Sekarang aku udah menciptakan beberapa lagu, dan ketika aku nyanyikan orang juga bilang laguku bagus. Dulu aku ga yakin apa aku bisa fotografi. Sekarang sudah beberapa teman yang bilang kalau aku sebenernya punya sense fotografi, setelah mereka melihat hasil fotoku yang menurutku ga seberapa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku mau cerita yang kecil-kecil lagi, aku bisa lanjutkan kalimat 'Dulu... Sekarang...' ini. Yang menarik buatku adalah, hampir semuanya itu dimana aku mencoba sesuatu yang baru dan akhirnya menemukan bahwa aku punya talenta dalam hal itu, dalam hampir semuanya itu aku mencoba dan berusaha tekun diawali bukan karena alasan dan tujuan egois, tapi karena kondisi yang mengharuskan aku untuk mencoba, untuk kebaikan orang lain dan untuk melayani Tuhan. Bahkan aku mau berdoa secara khusus kepada Tuhan bahwa kalau Dia bersedia memberikanku kemampuan atau talenta dalam satu bidang, aku berjanji aku akan menggunakannya untuk melayani Tuhan. Satu contoh yang seperti itu adalah waktu aku mulai belajar gitar sendiri. Persis seperti itulah doaku pada Tuhan, bahwa kalau Dia memampukanku bermain gitar, aku berjanji aku akan bermain gitar untuk melayani-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kupelajari dari semua ini? Setidaknya ada tiga:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Aku kembali diingatkan pada prinsipku dan kepercayaanku sendiri bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;setiap orang sebenarnya diberikan kemampuan oleh Tuhan untuk mampu menjadi lebih baik. &lt;/span&gt; Prinsip ini sangat penting bahkan mutlak dimiliki terutama oleh mereka yang berprofesi sebagai guru, dosen, bahkan termasuk orangtua. Kalau seorang guru mengajar siswanya tapi tak percaya siswanya itu punya kemampuan dari Tuhan untuk menjadi lebih baik, dalam hal ini makin pintar, lantas untuk apa dia mengajar bukan? Masalahnya setidaknya ada tiga, sehingga orang tak kunjung jadi lebih baik: (1) apakah kita MAU menggunakan kemampuan itu untuk lebih baik, (2) kita malu atau tidak percaya diri untuk mencoba, dan (3) kita mungkin sekali tak tahu atau tak sadar bahwa kita punya kemampuan ini. Jadi kalau begitu, peran guru, dosen dan orangtua adalah untuk mendorong dan memotivasi, atau menyadarkan dan menginformasikan anak, siswa atau siapa aja sehingga ketiga masalah tadi bisa diatasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku belajar bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jika Tuhan hendak memakai kita dan kita pun dengan niat murni ingin Tuhan pakai untuk jadi berkat bagi orang lain, maka bagi Tuhan adalah urusan sangat remeh untuk memberikan kita segala kemampuan dan talenta yang kita butuhkan sehingga kita bisa dipakai-Nya untuk kemulian-Nya. &lt;/span&gt;Kalau orang yang tak kenal Tuhan saja, demi alasan-alasan egois, misalnya untuk cari uang dan ketenaran, mau berusaha keras, tekun bahkan dengan biaya mahal untuk menjadi penyanyi atau penulis novel, misalnya, lalu mereka sukses dan berhasil, makan seharusnya pasti lebih lagi dong dengan anak-anak Tuhan yang Tuhan ingin pakai dan mereka pun punya hati bersih untuk melayani Tuhan, bukan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku juga kembali diingatkan dengan prinsipku yang sering aku bilang ke orang lain juga untuk motivasi, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sering kali dalam hidup ini, jika kita tidak berani mencoba dan terus mencoba melakukan sesuatu yang baru, kita tak akan pernah tahu hasilnya.&lt;/span&gt; Kalau seseorang tak bisa berenang tapi ingin bisa berenang, ia tak akan pernah tahu apakah dia bisa berenang atau tidak selama ia tidak mau terjun ke kolam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Setidaknya ketiga hal tadi lah yang menguatkanku untuk menjawab pertanyaan dan tantangan untuk mulai mencoba menulis serius, untuk media dan/atau menulis buku, khususnya fiksi. Sebenarnya ada satu lagi yang selalu menguatkanku juga saat hendak mencoba hal-hal baru, yaitu pertanyaan retoris ini: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kalau orang-orang lain saja yang manusia biasa sepertiku juga melakukannya dan mereka berhasil dengan baik, masakan aku ga bisa?&lt;/span&gt; Yang penting kujawab adalah, apakah yang menjadi alasan dan tujuanku kali ini? Apakah dalam hatiku aku ingin menulis supaya Tuhan memakaiku menjadi alat-Nya untuk memberkati banyak orang? Ataukah justru alasan dan tujuan egois lainnya, seperti mencari uang dan ketenaran semata, yang sebenarnya ada jauh di dalam lubuk hatiku? Sepertinya sampai disini saja dulu aku menulis, selebihnya tinggal urusanku dengan Tuhan dan diriku sendiri. Aku hanya meminta, kalau tak keberatan, tolonglah doakan aku supaya memang hanya cinta kepada Allah dan sesama lah yang menjadi alasan dan tujuan utamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perjalanan baru sejauh ribuan mil sesungguhnya telah dimulai, hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-4422233899921252585?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/4422233899921252585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=4422233899921252585' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/4422233899921252585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/4422233899921252585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/sebuah-perjalanan-baru-sejauh-ribuan.html' title='Sebuah perjalanan baru sejauh ribuan mil telah dimulai'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-7494511438015287263</id><published>2009-02-08T21:41:00.001+01:00</published><updated>2009-02-08T21:42:58.408+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (17)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Du2UGvtI/AAAAAAAAAMU/tniB34cmhCw/s1600-h/99-Be+Excited.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Du2UGvtI/AAAAAAAAAMU/tniB34cmhCw/s400/99-Be+Excited.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529758571249362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DuuWdmxI/AAAAAAAAAMM/bMAoEUT0_5M/s1600-h/98-Take+What+Is+Yours.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DuuWdmxI/AAAAAAAAAMM/bMAoEUT0_5M/s400/98-Take+What+Is+Yours.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529756433652498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Duqge17I/AAAAAAAAAME/9kJvKiimFsM/s1600-h/97-Be+Clear.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Duqge17I/AAAAAAAAAME/9kJvKiimFsM/s400/97-Be+Clear.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529755401934770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Dutu0icI/AAAAAAAAAL8/-Cz-xCVGdGw/s1600-h/96-Come+Prepared.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Dutu0icI/AAAAAAAAAL8/-Cz-xCVGdGw/s400/96-Come+Prepared.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529756267383234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DuX2hbwI/AAAAAAAAAL0/HWOFmoerd1o/s1600-h/95-Go+All+Out.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DuX2hbwI/AAAAAAAAAL0/HWOFmoerd1o/s400/95-Go+All+Out.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529750394105602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-7494511438015287263?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/7494511438015287263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=7494511438015287263' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7494511438015287263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7494511438015287263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/inspiring-motivational-posters-17.html' title='Inspiring motivational posters (17)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Du2UGvtI/AAAAAAAAAMU/tniB34cmhCw/s72-c/99-Be+Excited.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-6040984348954533326</id><published>2009-02-08T21:39:00.002+01:00</published><updated>2009-02-08T21:41:30.332+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (16)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DWN_UgjI/AAAAAAAAALs/zXsTgCZbBlc/s1600-h/94-Be+Optimistic.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DWN_UgjI/AAAAAAAAALs/zXsTgCZbBlc/s400/94-Be+Optimistic.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529335429792306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DV2KKScI/AAAAAAAAALk/agFWMS6MSlo/s1600-h/93-Wake+Up.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DV2KKScI/AAAAAAAAALk/agFWMS6MSlo/s400/93-Wake+Up.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529329032808898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DVwy7MKI/AAAAAAAAALc/kpDnN68sl2A/s1600-h/92-Follow+Your+Dreams.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DVwy7MKI/AAAAAAAAALc/kpDnN68sl2A/s400/92-Follow+Your+Dreams.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529327593173154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DV-bHSvI/AAAAAAAAALU/V_QkUaFOrv4/s1600-h/91-Work+With+What+You%27ve+Got.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DV-bHSvI/AAAAAAAAALU/V_QkUaFOrv4/s400/91-Work+With+What+You%27ve+Got.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529331251399410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DVmZStsI/AAAAAAAAALM/m9F2mOMVDT0/s1600-h/90-Respect+People.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DVmZStsI/AAAAAAAAALM/m9F2mOMVDT0/s400/90-Respect+People.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300529324801308354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-6040984348954533326?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/6040984348954533326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=6040984348954533326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6040984348954533326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6040984348954533326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/inspiring-motivational-posters-16.html' title='Inspiring motivational posters (16)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9DWN_UgjI/AAAAAAAAALs/zXsTgCZbBlc/s72-c/94-Be+Optimistic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-2672113617131522204</id><published>2009-02-08T21:37:00.002+01:00</published><updated>2009-02-08T21:39:45.497+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (15)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C3fS5bSI/AAAAAAAAALE/Cu8nq6GgmPk/s1600-h/89-Get+Help.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C3fS5bSI/AAAAAAAAALE/Cu8nq6GgmPk/s400/89-Get+Help.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528807499361570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C3GNq9uI/AAAAAAAAAK8/HU8qcjRCCm4/s1600-h/88-Calm+Down.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C3GNq9uI/AAAAAAAAAK8/HU8qcjRCCm4/s400/88-Calm+Down.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528800766555874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C2-Git4I/AAAAAAAAAK0/XnrDu7Q2lnM/s1600-h/87-Cross+the+Divide.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C2-Git4I/AAAAAAAAAK0/XnrDu7Q2lnM/s400/87-Cross+the+Divide.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528798589171586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C25WnO_I/AAAAAAAAAKs/eV-G2WFF2C8/s1600-h/86-Think+Fast.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C25WnO_I/AAAAAAAAAKs/eV-G2WFF2C8/s400/86-Think+Fast.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528797314399218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C2naYeTI/AAAAAAAAAKk/zfD1RAfsFzo/s1600-h/85-Take+Flight.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C2naYeTI/AAAAAAAAAKk/zfD1RAfsFzo/s400/85-Take+Flight.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528792498370866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-2672113617131522204?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/2672113617131522204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=2672113617131522204' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2672113617131522204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2672113617131522204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/inspiring-motivational-posters-15.html' title='Inspiring motivational posters (15)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9C3fS5bSI/AAAAAAAAALE/Cu8nq6GgmPk/s72-c/89-Get+Help.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-5650410851904098290</id><published>2009-02-08T21:34:00.001+01:00</published><updated>2009-02-08T21:37:40.464+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (14)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CTwsrcnI/AAAAAAAAAKc/yaNaP1v7PFg/s1600-h/84-Lighten+Your+Load.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CTwsrcnI/AAAAAAAAAKc/yaNaP1v7PFg/s400/84-Lighten+Your+Load.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528193695609458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CT0FHS7I/AAAAAAAAAKU/v2IPxSy0WLE/s1600-h/83-Know+Your+Power.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CT0FHS7I/AAAAAAAAAKU/v2IPxSy0WLE/s400/83-Know+Your+Power.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528194603404210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CTzVn8pI/AAAAAAAAAKM/e2Zagln5b4A/s1600-h/82-Read+More.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CTzVn8pI/AAAAAAAAAKM/e2Zagln5b4A/s400/82-Read+More.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528194404217490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CTp9w4rI/AAAAAAAAAKE/Yi20IKnPLIQ/s1600-h/81-Look+for+Signs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CTp9w4rI/AAAAAAAAAKE/Yi20IKnPLIQ/s400/81-Look+for+Signs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528191888220850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CTotY3II/AAAAAAAAAJ8/cWSZZWmXDV8/s1600-h/80-Escape+the+Rat+Race.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CTotY3II/AAAAAAAAAJ8/cWSZZWmXDV8/s400/80-Escape+the+Rat+Race.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300528191551102082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-5650410851904098290?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/5650410851904098290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=5650410851904098290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/5650410851904098290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/5650410851904098290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/inspiring-motivational-posters-14.html' title='Inspiring motivational posters (14)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9CTwsrcnI/AAAAAAAAAKc/yaNaP1v7PFg/s72-c/84-Lighten+Your+Load.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-5766293786094239671</id><published>2009-02-08T21:33:00.003+01:00</published><updated>2009-02-08T21:34:56.216+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (13)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6UVxyaI/AAAAAAAAAJ0/8iD5qMZrzwg/s1600-h/79-Run.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6UVxyaI/AAAAAAAAAJ0/8iD5qMZrzwg/s400/79-Run.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527756586633634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6V2gOfI/AAAAAAAAAJs/seGiDmDxxXI/s1600-h/77-Don%27t+Be+Overwhelmed.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6V2gOfI/AAAAAAAAAJs/seGiDmDxxXI/s400/77-Don%27t+Be+Overwhelmed.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527756992330226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6NlDT_I/AAAAAAAAAJk/p_7hAtixKkA/s1600-h/76-Get+Organized.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6NlDT_I/AAAAAAAAAJk/p_7hAtixKkA/s400/76-Get+Organized.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527754771648498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6G8UDbI/AAAAAAAAAJc/575_Id_RG5I/s1600-h/75-Exercise+More.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6G8UDbI/AAAAAAAAAJc/575_Id_RG5I/s400/75-Exercise+More.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527752990166450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6BUl6yI/AAAAAAAAAJU/3aFQt6C-rKU/s1600-h/74-Do+Something+Exciting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6BUl6yI/AAAAAAAAAJU/3aFQt6C-rKU/s400/74-Do+Something+Exciting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527751481387810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-5766293786094239671?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/5766293786094239671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=5766293786094239671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/5766293786094239671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/5766293786094239671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/inspiring-motivational-posters-13.html' title='Inspiring motivational posters (13)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9B6UVxyaI/AAAAAAAAAJ0/8iD5qMZrzwg/s72-c/79-Run.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-856074345344883345</id><published>2009-02-08T21:31:00.001+01:00</published><updated>2009-02-08T21:33:17.899+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (12)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Beu8NSII/AAAAAAAAAJM/wzE6Mp9ew68/s1600-h/73-Find+a+Mentor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Beu8NSII/AAAAAAAAAJM/wzE6Mp9ew68/s400/73-Find+a+Mentor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527282690803842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BehEDAEI/AAAAAAAAAJE/EyYmQ9gONmE/s1600-h/72-Clean+Up.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BehEDAEI/AAAAAAAAAJE/EyYmQ9gONmE/s400/72-Clean+Up.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527278965588034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Ber5HiUI/AAAAAAAAAI8/2ruIJNLBA1c/s1600-h/71-Get+Perspective.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Ber5HiUI/AAAAAAAAAI8/2ruIJNLBA1c/s400/71-Get+Perspective.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527281872537922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BelneHyI/AAAAAAAAAI0/ALT_N2uAF8o/s1600-h/70-Enjoy+Your+Successes.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BelneHyI/AAAAAAAAAI0/ALT_N2uAF8o/s400/70-Enjoy+Your+Successes.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527280187907874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Bec-XsHI/AAAAAAAAAIs/k0ZcR362-Gs/s1600-h/69-Enjoy+Every+Season.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Bec-XsHI/AAAAAAAAAIs/k0ZcR362-Gs/s400/69-Enjoy+Every+Season.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300527277868036210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-856074345344883345?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/856074345344883345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=856074345344883345' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/856074345344883345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/856074345344883345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/inspiring-motivational-posters-12.html' title='Inspiring motivational posters (12)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Beu8NSII/AAAAAAAAAJM/wzE6Mp9ew68/s72-c/73-Find+a+Mentor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1398466963764233113</id><published>2009-02-08T21:29:00.001+01:00</published><updated>2009-02-08T21:31:05.256+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (11)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BAe0dEzI/AAAAAAAAAIk/Yr3TyhclVwM/s1600-h/68-Work+Together.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BAe0dEzI/AAAAAAAAAIk/Yr3TyhclVwM/s400/68-Work+Together.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526762967241522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BAB74PcI/AAAAAAAAAIc/0SbqCxf1vUY/s1600-h/67-Find+Time+for+Yourself.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BAB74PcI/AAAAAAAAAIc/0SbqCxf1vUY/s400/67-Find+Time+for+Yourself.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526755213753794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BABwUFDI/AAAAAAAAAIU/o4cihVLKDwM/s1600-h/66-Appreciate+Beauty.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BABwUFDI/AAAAAAAAAIU/o4cihVLKDwM/s400/66-Appreciate+Beauty.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526755165246514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BAOLsXJI/AAAAAAAAAIM/ADiZWrPRuLU/s1600-h/65-Nurture+Yourself.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BAOLsXJI/AAAAAAAAAIM/ADiZWrPRuLU/s400/65-Nurture+Yourself.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526758501309586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9A_9D8ZII/AAAAAAAAAIE/ML2Z6HUK8hw/s1600-h/64-Never+Give+Up.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9A_9D8ZII/AAAAAAAAAIE/ML2Z6HUK8hw/s400/64-Never+Give+Up.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526753905403010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1398466963764233113?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1398466963764233113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1398466963764233113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1398466963764233113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1398466963764233113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/inspiring-motivational-posters-11.html' title='Inspiring motivational posters (11)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9BAe0dEzI/AAAAAAAAAIk/Yr3TyhclVwM/s72-c/68-Work+Together.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-2357278084514544397</id><published>2009-02-08T21:26:00.001+01:00</published><updated>2009-02-08T21:29:11.359+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (10)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Ajhm6ONI/AAAAAAAAAH8/MxawzWOUOQo/s1600-h/63-Do+Less.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Ajhm6ONI/AAAAAAAAAH8/MxawzWOUOQo/s400/63-Do+Less.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526265499531474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9AjCgROwI/AAAAAAAAAH0/tmfdL4G2hjE/s1600-h/62-Forgive+Your+Mistakes.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9AjCgROwI/AAAAAAAAAH0/tmfdL4G2hjE/s400/62-Forgive+Your+Mistakes.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526257150180098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9AiyZceXI/AAAAAAAAAHs/sb2n8fyC-ak/s1600-h/60-Work+Hard.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9AiyZceXI/AAAAAAAAAHs/sb2n8fyC-ak/s400/60-Work+Hard.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526252826589554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Ai7MNX8I/AAAAAAAAAHk/In0oDYsl0QI/s1600-h/59-Be+Different.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Ai7MNX8I/AAAAAAAAAHk/In0oDYsl0QI/s400/59-Be+Different.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526255186993090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Ai8huijI/AAAAAAAAAHc/_Lm4ecPMSmQ/s1600-h/58-Protect+Your+Kids.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Ai8huijI/AAAAAAAAAHc/_Lm4ecPMSmQ/s400/58-Protect+Your+Kids.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300526255545682482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-2357278084514544397?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/2357278084514544397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=2357278084514544397' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2357278084514544397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2357278084514544397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/inspiring-motivational-posters-10.html' title='Inspiring motivational posters (10)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9Ajhm6ONI/AAAAAAAAAH8/MxawzWOUOQo/s72-c/63-Do+Less.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-137361304441782909</id><published>2009-02-08T21:24:00.001+01:00</published><updated>2009-02-08T21:26:55.073+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (9)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9AB4aIgcI/AAAAAAAAAHU/5Pk79uEKzGc/s1600-h/57-Don%27t+Be+Bitter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9AB4aIgcI/AAAAAAAAAHU/5Pk79uEKzGc/s400/57-Don%27t+Be+Bitter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300525687504404930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9AB1jkqkI/AAAAAAAAAHM/GVFMnGQ67Ic/s1600-h/56-Stand+Out.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9AB1jkqkI/AAAAAAAAAHM/GVFMnGQ67Ic/s400/56-Stand+Out.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300525686738692674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9ABlcnEcI/AAAAAAAAAHE/i-vwLtrGfU4/s1600-h/55-Do+It+Well.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9ABlcnEcI/AAAAAAAAAHE/i-vwLtrGfU4/s400/55-Do+It+Well.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300525682414522818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9ABuvrEUI/AAAAAAAAAG8/NYzJjLq1PQE/s1600-h/54-Own+Less.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9ABuvrEUI/AAAAAAAAAG8/NYzJjLq1PQE/s400/54-Own+Less.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300525684910395714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9ABmRRVgI/AAAAAAAAAG0/nyYJW0QRUCA/s1600-h/53-Ride+the+Waves.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9ABmRRVgI/AAAAAAAAAG0/nyYJW0QRUCA/s400/53-Ride+the+Waves.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300525682635396610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-137361304441782909?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/137361304441782909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=137361304441782909' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/137361304441782909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/137361304441782909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/inspiring-motivational-posters-9.html' title='Inspiring motivational posters (9)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY9AB4aIgcI/AAAAAAAAAHU/5Pk79uEKzGc/s72-c/57-Don%27t+Be+Bitter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1823746498700039413</id><published>2009-02-08T21:21:00.004+01:00</published><updated>2009-02-08T21:24:44.102+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (8)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_C3WGmsI/AAAAAAAAAGs/AQRy9Lq3wds/s1600-h/52-Get+Off+Your+Couch.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_C3WGmsI/AAAAAAAAAGs/AQRy9Lq3wds/s400/52-Get+Off+Your+Couch.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524604887308994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_C1BDkoI/AAAAAAAAAGk/DfM_ZLn-0P8/s1600-h/51-Find+Beauty+in+Tragedy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_C1BDkoI/AAAAAAAAAGk/DfM_ZLn-0P8/s400/51-Find+Beauty+in+Tragedy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524604262158978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_CkBrghI/AAAAAAAAAGc/ueTeWA6PHcQ/s1600-h/50-Keep+Your+Secrets.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_CkBrghI/AAAAAAAAAGc/ueTeWA6PHcQ/s400/50-Keep+Your+Secrets.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524599701373458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_CoyPGaI/AAAAAAAAAGU/QVGeosfk8LQ/s1600-h/49-Look+Ahead.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_CoyPGaI/AAAAAAAAAGU/QVGeosfk8LQ/s400/49-Look+Ahead.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524600978774434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_CuCTWUI/AAAAAAAAAGM/aUuIFSbr_AQ/s1600-h/48-Don%27t+Kiss+Up.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_CuCTWUI/AAAAAAAAAGM/aUuIFSbr_AQ/s400/48-Don%27t+Kiss+Up.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524602388339010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1823746498700039413?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1823746498700039413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1823746498700039413' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1823746498700039413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1823746498700039413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/nice-motivational-posters-8.html' title='Inspiring motivational posters (8)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8_C3WGmsI/AAAAAAAAAGs/AQRy9Lq3wds/s72-c/52-Get+Off+Your+Couch.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-5884523582229751249</id><published>2009-02-08T21:18:00.003+01:00</published><updated>2009-02-08T21:22:40.959+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (7)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-l0W5fcI/AAAAAAAAAGE/Ew1qnrwnG7A/s1600-h/47-Play+the+Game.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-l0W5fcI/AAAAAAAAAGE/Ew1qnrwnG7A/s400/47-Play+the+Game.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524105869131202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-lpxs8DI/AAAAAAAAAF8/A_nSsPsMegM/s1600-h/46-Jump+for+Joy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-lpxs8DI/AAAAAAAAAF8/A_nSsPsMegM/s400/46-Jump+for+Joy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524103028764722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-lqwkBKI/AAAAAAAAAF0/FUeDgxBiRQY/s1600-h/45-Make+Do.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-lqwkBKI/AAAAAAAAAF0/FUeDgxBiRQY/s400/45-Make+Do.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524103292421282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-llwYB7I/AAAAAAAAAFs/TEVC79uC5AA/s1600-h/44-Get+Outside.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-llwYB7I/AAAAAAAAAFs/TEVC79uC5AA/s400/44-Get+Outside.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524101949458354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-lcghIbI/AAAAAAAAAFk/If_ABtn4td8/s1600-h/43-Be+Silent.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-lcghIbI/AAAAAAAAAFk/If_ABtn4td8/s400/43-Be+Silent.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300524099467026866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-5884523582229751249?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/5884523582229751249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=5884523582229751249' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/5884523582229751249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/5884523582229751249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/nice-demotivational-posters-7.html' title='Inspiring motivational posters (7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-l0W5fcI/AAAAAAAAAGE/Ew1qnrwnG7A/s72-c/47-Play+the+Game.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-8703375318927663849</id><published>2009-02-08T21:15:00.002+01:00</published><updated>2009-02-08T21:23:03.819+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (6)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-ETn0LPI/AAAAAAAAAFc/o1EcEFJdWGQ/s1600-h/41-Beware+Alternative+Medicine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-ETn0LPI/AAAAAAAAAFc/o1EcEFJdWGQ/s400/41-Beware+Alternative+Medicine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300523530146032882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-EFHDFFI/AAAAAAAAAFU/ZSc7kgvyDfw/s1600-h/40-Forgive.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-EFHDFFI/AAAAAAAAAFU/ZSc7kgvyDfw/s400/40-Forgive.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300523526250501202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-EK7PhVI/AAAAAAAAAFM/XqKFg6_PN8c/s1600-h/39-Be+Yourself.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-EK7PhVI/AAAAAAAAAFM/XqKFg6_PN8c/s400/39-Be+Yourself.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300523527811597650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-EMIWF0I/AAAAAAAAAFE/Um_d5_zL42M/s1600-h/38-Be+Tender.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-EMIWF0I/AAAAAAAAAFE/Um_d5_zL42M/s400/38-Be+Tender.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300523528134989634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-DotZ2eI/AAAAAAAAAE8/H61eM7VMHVA/s1600-h/36-Follow+the+Golden+Rule.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-DotZ2eI/AAAAAAAAAE8/H61eM7VMHVA/s400/36-Follow+the+Golden+Rule.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300523518626748898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-8703375318927663849?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/8703375318927663849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=8703375318927663849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8703375318927663849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8703375318927663849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/nice-demotivational-posters-6.html' title='Inspiring motivational posters (6)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY8-ETn0LPI/AAAAAAAAAFc/o1EcEFJdWGQ/s72-c/41-Beware+Alternative+Medicine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-8751621834403632480</id><published>2009-02-08T21:14:00.002+01:00</published><updated>2009-02-08T21:23:23.682+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (5)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89dC58L_I/AAAAAAAAAE0/e0hbue-0blQ/s1600-h/35-Fight+Back.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89dC58L_I/AAAAAAAAAE0/e0hbue-0blQ/s400/35-Fight+Back.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522855643754482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89c8f4BUI/AAAAAAAAAEs/qRJLA-K64Yc/s1600-h/34-Smile.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89c8f4BUI/AAAAAAAAAEs/qRJLA-K64Yc/s400/34-Smile.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522853923816770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89c3kCAaI/AAAAAAAAAEk/dOld7KnI4q8/s1600-h/33-Keep+Your+Eyes+Open.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89c3kCAaI/AAAAAAAAAEk/dOld7KnI4q8/s400/33-Keep+Your+Eyes+Open.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522852599071138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89cvebP_I/AAAAAAAAAEc/sSPRmrYwNdg/s1600-h/32-Focus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89cvebP_I/AAAAAAAAAEc/sSPRmrYwNdg/s400/32-Focus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522850428076018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89ctq8wrI/AAAAAAAAAEU/U4y18FWEJfY/s1600-h/31-Don%27t+Follow+the+Crowd.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89ctq8wrI/AAAAAAAAAEU/U4y18FWEJfY/s400/31-Don%27t+Follow+the+Crowd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522849943732914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-8751621834403632480?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/8751621834403632480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=8751621834403632480' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8751621834403632480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8751621834403632480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/nice-demotivational-posters-5.html' title='Inspiring motivational posters (5)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY89dC58L_I/AAAAAAAAAE0/e0hbue-0blQ/s72-c/35-Fight+Back.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-8215850033480458134</id><published>2009-02-08T21:11:00.002+01:00</published><updated>2009-02-08T21:23:34.498+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88_PNSbQI/AAAAAAAAAEM/ivZwZqjRCB8/s1600-h/29-Hang+on+Tight.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88_PNSbQI/AAAAAAAAAEM/ivZwZqjRCB8/s400/29-Hang+on+Tight.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522343550053634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88_BhtMXI/AAAAAAAAAEE/mgBP_VmGMMY/s1600-h/28-Enjoy+Simple+Pleasures.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88_BhtMXI/AAAAAAAAAEE/mgBP_VmGMMY/s400/28-Enjoy+Simple+Pleasures.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522339877597554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88_Od5AUI/AAAAAAAAAD8/ivOU-TdfycE/s1600-h/27-Be+Here+Now.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88_Od5AUI/AAAAAAAAAD8/ivOU-TdfycE/s400/27-Be+Here+Now.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522343351255362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88-wcBR9I/AAAAAAAAAD0/mXsYMIFcSTI/s1600-h/26-Imagine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88-wcBR9I/AAAAAAAAAD0/mXsYMIFcSTI/s400/26-Imagine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522335290345426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88-zV9MzI/AAAAAAAAADs/yuoc67Yj2tM/s1600-h/25-Leave+Jealousy+Behind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88-zV9MzI/AAAAAAAAADs/yuoc67Yj2tM/s400/25-Leave+Jealousy+Behind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300522336070218546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-8215850033480458134?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/8215850033480458134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=8215850033480458134' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8215850033480458134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8215850033480458134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/nice-demotivational-posters-4.html' title='Inspiring motivational posters (4)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88_PNSbQI/AAAAAAAAAEM/ivZwZqjRCB8/s72-c/29-Hang+on+Tight.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-296780851075985417</id><published>2009-02-08T21:09:00.002+01:00</published><updated>2009-02-08T21:23:52.309+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88cDJYxjI/AAAAAAAAADk/FpNNm0GuFOs/s1600-h/24-Find+Space.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88cDJYxjI/AAAAAAAAADk/FpNNm0GuFOs/s400/24-Find+Space.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300521739017045554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88bxqDZ_I/AAAAAAAAADc/Gu49xA6DGJU/s1600-h/20-Give.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88bxqDZ_I/AAAAAAAAADc/Gu49xA6DGJU/s400/20-Give.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300521734322218994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88bszgVeI/AAAAAAAAADU/Bp2Td7SJKNk/s1600-h/19-Embrace+Life%27s+Storms.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88bszgVeI/AAAAAAAAADU/Bp2Td7SJKNk/s400/19-Embrace+Life%27s+Storms.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300521733019686370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88bsYKvCI/AAAAAAAAADM/cJm1mkuxM48/s1600-h/18-Get+Creative.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88bsYKvCI/AAAAAAAAADM/cJm1mkuxM48/s400/18-Get+Creative.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300521732905024546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88bl7m36I/AAAAAAAAADE/n6ox0AGSarw/s1600-h/16-Hang+with+Friends.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88bl7m36I/AAAAAAAAADE/n6ox0AGSarw/s400/16-Hang+with+Friends.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300521731174621090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-296780851075985417?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/296780851075985417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=296780851075985417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/296780851075985417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/296780851075985417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/nice-demotivational-posters-3.html' title='Inspiring motivational posters (3)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY88cDJYxjI/AAAAAAAAADk/FpNNm0GuFOs/s72-c/24-Find+Space.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-7775171137228346607</id><published>2009-02-08T21:05:00.003+01:00</published><updated>2009-02-08T21:24:05.325+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87hewysaI/AAAAAAAAAC8/iP-FucNy1IA/s1600-h/15-Fight+Hard.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87hewysaI/AAAAAAAAAC8/iP-FucNy1IA/s400/15-Fight+Hard.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300520732817797538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87hLv8M4I/AAAAAAAAAC0/gI1JQg3V_6A/s1600-h/14-Sleep.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87hLv8M4I/AAAAAAAAAC0/gI1JQg3V_6A/s400/14-Sleep.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300520727713952642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87hK7kfCI/AAAAAAAAACs/D2AI0op2Saw/s1600-h/13-Be+Faithful.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87hK7kfCI/AAAAAAAAACs/D2AI0op2Saw/s400/13-Be+Faithful.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300520727494294562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87hJdvaAI/AAAAAAAAACk/WDOB6yBYF5w/s1600-h/12-Grow+Love.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87hJdvaAI/AAAAAAAAACk/WDOB6yBYF5w/s400/12-Grow+Love.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300520727100745730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87gzACDYI/AAAAAAAAACc/phpt61nhKec/s1600-h/10-Just+Do+It.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87gzACDYI/AAAAAAAAACc/phpt61nhKec/s400/10-Just+Do+It.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300520721070558594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-7775171137228346607?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/7775171137228346607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=7775171137228346607' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7775171137228346607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7775171137228346607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/nice-demotivational-posters-2.html' title='Inspiring motivational posters (2)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY87hewysaI/AAAAAAAAAC8/iP-FucNy1IA/s72-c/15-Fight+Hard.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3394007464126635110</id><published>2009-02-08T20:59:00.008+01:00</published><updated>2009-02-08T21:24:23.917+01:00</updated><title type='text'>Inspiring motivational posters (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY862J4BZiI/AAAAAAAAACU/I7ci_ttdhSs/s1600-h/100-Find+a+Good+Friend.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY862J4BZiI/AAAAAAAAACU/I7ci_ttdhSs/s400/100-Find+a+Good+Friend.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300519988476601890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY86tmys0WI/AAAAAAAAACM/Epy9dPcftSM/s1600-h/09-Be+Fearless.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY86tmys0WI/AAAAAAAAACM/Epy9dPcftSM/s400/09-Be+Fearless.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300519841620087138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY86hCQ_3eI/AAAAAAAAACE/JJlrJLcHQ3g/s1600-h/03-Ask+for+What+You+Want.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY86hCQ_3eI/AAAAAAAAACE/JJlrJLcHQ3g/s400/03-Ask+for+What+You+Want.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300519625656622562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY86TvYilTI/AAAAAAAAAB8/wZ_02O05ko0/s1600-h/02-Don%27t+Accessorize.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY86TvYilTI/AAAAAAAAAB8/wZ_02O05ko0/s400/02-Don%27t+Accessorize.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300519397249684786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY86IKpZTtI/AAAAAAAAAB0/BcSb-UJ9h30/s1600-h/01-Get+Close.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY86IKpZTtI/AAAAAAAAAB0/BcSb-UJ9h30/s400/01-Get+Close.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300519198409707218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3394007464126635110?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3394007464126635110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3394007464126635110' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3394007464126635110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3394007464126635110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/nice-demotivational-posters-1.html' title='Inspiring motivational posters (1)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SY862J4BZiI/AAAAAAAAACU/I7ci_ttdhSs/s72-c/100-Find+a+Good+Friend.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-2709532459420185185</id><published>2009-02-08T18:30:00.003+01:00</published><updated>2009-02-08T19:14:45.770+01:00</updated><title type='text'>Kriteria lelaki idaman perempuan Indonesia</title><content type='html'>Biasanya tiap hari aku sempatkan ikuti kondisi di Tanah Air dengan sediakan waktu untuk membaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-paper&lt;/span&gt; Kompas. Aku benar-benar berterima kasih untuk Kompas yang sudah menyediakan koran elektronik ini. Sungguh membantu mereka yang berada jauh dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kompas tiap hari Minggu selalu ada ruang Kontak Jodoh dan hampir selalu aku lewatkan bagian ini. Tapi hari ini aku sempatkan untuk memperhatikannya, karena tiba-tiba di pikiranku muncul pertanyaan, "Apa aja sih kriteria lelaki idaman yang dicari perempuan Indonesia?" Menurutku, ruang Kontak Jodoh bisa dianggap merupakan ungkapan jujur dari mereka yang mencari jodoh dan apa aja yang mereka cari dari pribadi yang mereka harapkan itu. Karena kebanyakan yang mencari di ruang Kontak Jodoh adalah perempuan Indonesia, jadi aku bisa menemukan jawaban cukup memuaskan untuk pertanyaanku tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kriteria lelaki idaman yang hampir selalu ada dari curahan hati perempuan Indonesia di Kontak Jodoh Kompas hari Minggu ini, dan mungkin sekali di hari-hari Minggu di masa lalu atau di masa depan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biasanya mencari yang SATU SUKU&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SEUMUR atau LEBIH TUA. Jarang sekali yang mencari yang lebih muda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LEBIH TINGGI dari yang perempuan, dan dengan berat badan seimbang. Tenang, ga ada yang minta harus six-pack kok :-)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SEIMAN. Herannya, kenapa ini bukan di kriteria pertama ya, setelah status jejaka/duda, suku, tinggi/berat badan? Hmm...&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Soal pendidikan bervariasi. Ada yang bersedia dengan pendidikan si cowok lebih rendah, ada yang cari yang setara, ada juga yang cari minimal lebih tinggi satu tingkat. Tapi ga ada yang cari cowo dengan pendidikan cuma SMP sih...&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nah, soal pekerjaan ini keknya lebih penting daripada soal pendidikan sebab semuanya sama. Ngapain juga punya titel dan wajah ganteng, tapi pengangguran kan? Emang cinta doang bisa dimakan? Yang pasti semua perempuan Indonesia di Kontak Jodoh Kompas hari ini mencari lelaki yang PUNYA PEKERJAAN &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TETAP&lt;/span&gt;, entah jadi PNS, wiraswasta, TNI/Polri, atau di swasta. Intinya sih menurutku, yang dicari adalah lelaki yang bertanggung jawab secara finansial, karena setahuku, bagi perempuan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;security&lt;/span&gt; itu penting banget...&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nah, ini dia sikap dan kepribadian lelaki idaman yang dicari perempuan Indonesia. Aku rekap semuanya nih. Urutan ga menentukan prioritas ya. Satu, SABAR, trus...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BAIK&lt;/li&gt;&lt;li&gt;JUJUR&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SETIA&lt;/li&gt;&lt;li&gt;DEWASA&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BERTANGGUNG JAWAB&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PENYAYANG&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PERHATIAN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PENGERTIAN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MANDIRI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;TERBUKA&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HUMORIS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KEBAPAKAN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SEDERHANA&lt;/li&gt;&lt;li&gt;RAMAH&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MAPAN&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ROMANTIS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SEHAT JASMANI/ROHANI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;TIDAK MEROKOK/JUDI/MIRAS/NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MENERIMA APA ADANYA&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SERIUS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SIAP NIKAH&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ketiga kriteria terakhir aku perhatikan hampir selalu sama. Yang menarik buatku adalah, tak satu pun dari perempuan di Kontak Jodoh Kompas itu memberikan kriteria fisik bagi lelaki, maksudku harus cowok  itu harus ganteng atau menarik misalnya. Berbeda dengan dua orang jejaka di Kontak Jodoh Kompas hari ini. Satu menulis cari cewek yang menarik, satu lagi jelas-jelas bilang cari yang cantik. Hehehe, mungkin laki-laki akan seperti itu terus ya, ga kenal umur, padahal satu udah umur 38 dan satunya lagi 32 tahun. Ini semakin menguatkan apa yang aku dengar selama ini bahwa, bagi perempuan Indonesia baik-baik pada umumnya, isi memang jauh lebih penting daripada kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, itu aja hasil 'riset' kecil-kecilan hari ini. Semoga berguna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-2709532459420185185?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/2709532459420185185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=2709532459420185185' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2709532459420185185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2709532459420185185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/kriteria-lelaki-idaman-perempuan.html' title='Kriteria lelaki idaman perempuan Indonesia'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-4557393876342209352</id><published>2009-02-08T17:39:00.005+01:00</published><updated>2009-02-08T19:42:47.982+01:00</updated><title type='text'>Prinsip2 dan nilai2 selama di Belanda (2)</title><content type='html'>Blog ini lanjutan blog ku minggu lalu. Ayo Mang...&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Karena aku udah pernah kerja dan ngajar sebagai dosen beberapa tahun sebelum S2, aku jadi belajar untuk memperhatikan seperti apa figur seorang dosen atau profesor di Belanda. Di sana lah aku belajar banyak hal bagaimana seorang dosen yang baik seharusnya. Hampir dari mereka memiliki kesamaan. Pertama, mereka benar2 menguasai bidangnya dan punya gelar PhD dalam bidang itu. Kedua, mereka datang dan mulai kuliah hampir selalu tepat waktu. Mereka juga hampir selalu ingat untuk menghentikan kuliah tiap 45 menit untuk mulai break 15 menit. Ketiga, mereka senang melayani pertanyaan mahasiswa, bahkan setelah kuliah selesai, mereka masih mau tinggal di kelas sampai lebih dari 1 jam kalau ada mahasiswa yang tertarik untuk diskusi. Tentu saja ini kalau mereka tidak punya appointment atau pekerjaan penting setelah kuliah. Keempat, aku merasa mereka selalu mempersiapkan kuliahnya dengan baik. Aku ingat profesorku yang begitu sibuk saja selalu mempersiapkan kuliah yang akan dia berikan. Kelima, seingatku mereka menghormati mahasiswa dengan segala ide dan argumennya, meski tidak sesuai dengan apa kata mereka, bahkan kalau berdebat sekalipun. Mereka tidak pernah punya niat menjatuhkan atau mempermalukan mahasiswanya di depan umum atau secara pribadi. Keenam, ini yang paling berkesan buatku, meski mereka adalah dosen dan profesor yang sudah hebat secara internasional, mereka tetap rendah hati. Tentang kerendah hatian ini, aku ingat sekali pengalamanku dengan satu orang profesorku. Aku udah tulis blog tentang itu di &lt;a href="http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/09/hour-with-superman.html"&gt;sini&lt;/a&gt;. Aku juga melihat banyak bentuk kerendahhatian dari pembimbingku, padahal dia sudah IEEE Fellow. Beda sekali dengan sejumlah orang di Indonesia  yang aku tahu, yang mungkin karena sudah doktor atau sudah profesor, lalu merasa itu membuat mereka merasa hebat dan arogan. Beh, aku benar-benar benci sama orang-orang (tepatnya, sikap-sikap) seperti ini. Aku belajar dari semua ini, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;satu pasti tanda kehebatan orang terlihat dari bagaimana ia memperlakukan orang-orang kecil dengan hormat dan orang-orang yang lebih hebat darinya tanpa minder dan tanpa menjilat. Tipe orang yang PALING aku benci di dunia ini adalah mereka yang  melakukan ketiga tindakan hina ini: MENENDANG KE BAWAH, MENYIKUT KE SAMPING, dan MENJILAT KE ATAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu aku menulis tesis masterku, aku ingat sekali bagaimana profesor pembimbingku itu duduk di samping ku untuk me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;review&lt;/span&gt; dan merevisi tesis yang sudah kutulis kata demi kata. Beliau tidak hanya menguji pemahamanku tentang apa yang kutulis, tetapi juga beliau sangat memperhatikan kualitas penulisan dalam bahasa Inggris, sampai-sampai tidak boleh ada koma atau tanda titik yang salah. Luar biasa. Setelah kami melakukan itu sampai enam jam lebih (!), lalu akhirnya beliau salam aku dan beliau bilang, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mauritz, congratulations. Now you have a master's thesis!&lt;/span&gt;" Ketika kami juga menulis paper dari tesisku itu, kami juga duduk bersebelahan untuk mengeditnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;on the spot&lt;/span&gt;, sementara di depanku laptopku siap dengan editor LaTex. Pernah aku tanya ke beliau, "mengapa Bapak habiskan waktu begitu banyak dengan segala kesibukan Bapak hanya untuk meng-edit tesis seorang mahasiswa master bimbingan Bapak?" Lalu beliau jawab kira-kira begini, "Karena namaku akan ada di tesis itu dan tesis itu akan dibaca orang lain, yang artinya aku harus tahu apa yang kau tulis dan aku turut bertanggung jawab atas isinya, karena aku adalah pembimbingmu." Aku benar-benar belajar bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;satu tanda bangsa yang maju adalah ketika mereka semakin menghargai kebiasaan MENULIS dan MEMBACA. &lt;/span&gt;Beda sekali dengan orang Indonesia yang umumnya tak terbiasa membaca apalagi menulis, sebaliknya paling jago dalam kebiasaan BERBICARA dan MENONTON... Jadi kalau bangsa Indonesia mau maju, kita harus ubah kebiasaan berbicara dan menonton dengan kebiasaan membaca dan menulis. Caranya mudah: mulailah dengan &lt;a href="http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/06/say-no-to-shitnetron.html"&gt;berhenti menonton sinetron&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selama aku di Philips Research, sekali seminggu biasanya aku ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update meeting&lt;/span&gt; sekitar satu jam dengan dua pembimbingku di sana, dua-duanya peneliti brilian, PhD dari TU Delft. Dalam satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update meeting&lt;/span&gt;, mereka berdua punya perbedaan pendapat yang tajam tentang tesisku dan mereka berdebat begitu keras dan serius, sambil membiarkan aku terdiam dan menonton dengan sedikit takut. Mereka berdebat seru mungkin sekitar setengah jam lebih, sampai-sampai ada yang keluarkan statement seperti ini, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Come on, you have your PhD in this field, and you don't know it??&lt;/span&gt;" Singkat cerita, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update meeting &lt;/span&gt;selesai dan kami bertiga keluar. Lalu mereka kembali seperti biasa, begitu ramah dan mengajak minum kopi. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What?!&lt;/span&gt;," pikirku, "kok bisa lima menit barusan tadi mereka berdebat seperti orang bertengkar, sekarang seperti itu tak pernah terjadi?" Bagiku, inilah namanya profesionalisme. Setiap orang punya banyak peran dalam hidupnya, tergantung waktu dan tempat. Bisa jadi teman bicara yang menyenangkan saat makan siang, lawan diskusi saat meeting, ayah dan suami di rumah, profesor di kampus. Bagiku, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;profesionalisme berarti tahu bersikap dan memperlakukan orang lain sesuai dengan peran yang tepat menurut waktu dan tempat saat itu, baik perannya maupun peran orang lain&lt;/span&gt;. Dari cerita dan peristiwa lainnya, aku perhatikan orang Belanda dalam hal ini sangat profesional. Dan hebatnya,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; they &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;don't take it personally&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Coba bandingkan dengan orang Batak Kristen umumnya. Kok bisa di pekerjaan atau di gereja panggil "Lae" atau "Tulang"? Kenapa bawa-bawa adat ke gereja atau ke pekerjaan? Udah gitu, parahnya, dimasukin hati lagi. Weleh weleh, kapan majunya kita kalau begini terus...&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersambung...&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-4557393876342209352?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/4557393876342209352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=4557393876342209352' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/4557393876342209352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/4557393876342209352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/prinsip2-dan-nilai2-selama-di-belanda-2.html' title='Prinsip2 dan nilai2 selama di Belanda (2)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3742873294911593684</id><published>2009-02-01T17:12:00.004+01:00</published><updated>2009-02-01T18:14:46.630+01:00</updated><title type='text'>Prinsip2 dan nilai2 selama di Belanda (1)</title><content type='html'>Seperti janjiku sebelumnya, dan juga janjiku ke aku sendiri, aku mau share apa aja nilai2 dan prinsip2 penting yang kupelajari selama dua tahun di Belanda. Ada satu kebiasaan yang menurutku penting banget untuk dimiliki dan aku memang sedang melatih diriku untuk terbiasa dengan kebiasaan itu. Kebiasaan yang kumaksud, atau lebih tepatnya mungkin sikap hidup, yaitu melihat lebih jauh ke balik peristiwa atau segala fenomena dan mencari apa prinsip atau nilai yang berada di balik semua itu. Sejauh ini, dalam proses melihat lebih dalam dan mencari itu, kita perlu berpikir dan bertanya mengapa. Nah, dari proses ini, setelah kita menemukan prinsip2 atau nilai2 yang mengatur semua fenomena itu, kita akan bisa mengkristalkannya menjadi prinsip2 atau nilai2  yang dapat kita jadikan prinsip dan nilai kita sendiri. Tentu semua ini harus dipertemukan dan disaring dengan Firman Tuhan. Melalui cara inilah kita bisa menyimpulkan prinsip dan nilai tersebut dengan kata2 kita sendiri. Aku melihat, dengan cara inilah orang2 hebat melihat hidup ini dan mampu mengucapkan kata2 hebat yang menjadi quote yang banyak dikutip orang. Lewat cara ini pula aku pun bisa membuat quote ku sendiri yang tentu bisa kupertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yg kutuliskan ini didasarkan pada pengamatan, pengalaman dan pemikiranku sendiri, jadi kalo ga setuju, silakan aja. Penomoran bukan menunjukkan prioritas, cuma merupakan urutan kronologis mana yang duluan muncul di kepalaku. Prinsip pentingnya kutulis dengan cetak tebal. Supaya blognya ga terlalu panjang, aku tulis dalam beberapa bagian. Yah, supaya ada juga yang aku tulis di weekend2 berikutnya, sambil aku bisa ingat2 lagi mana tahu terlupa. Oya, aku udah janji sama diriku sendiri akan nulis blog hanya waktu weekend, kecuali ada kasus khusus. Semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Prinsip ini aku udah pelajari beberapa tahun sebelum aku ke Belanda, bunyinya begini. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nilai dari sesuatu yang ingin kita capai berbanding lurus dengan usaha yang kita keluarkan untuk mencapainya.&lt;/span&gt; Prinsip ini bersifat bi-implikatif. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usaha yang kita keluarkan untuk mencapai sesuatu berbanding lurus dengan nilai sesuatu yang ingin kita capai itu.&lt;/span&gt; Sejauh ini sih aku melihat ini prinsip universal dan bisa dipakai untuk menilai seseorang atau satu organisasi, terutama menilai integritas mereka, sebab integritas adalah kesesuaian tindakan dengan kata-kata. Kalo kata2 seseorang dan tindakannya tidak match dengan prinsip ini, berarti ada yang salah dengan orang itu. Misalnya, kalo ada institusi perguruan tinggi bilang bahwa dosennya adalah aset mereka yang utama, tetapi kenyataannya dosennya sendiri yang punya niat untuk studi lanjut atau ikut training justru tidak difasilitasi dengan alasan tidak ada uang, tapi malah uang yang ada dipake buat memperindah taman kampus, misalnya, maka jelas ini tidak sesuai dengan prinsip di atas. Buatku, ga ada integritas antara kata2 dan tindakan. Kenapa? Karena kalo mereka bilang dosennya itu aset penting, seharusnya memprioritaskan pengembangan dosennya. Kalo tidak, itu artinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bullshit&lt;/span&gt;, seindah apapun kata2 mereka. Aku sering pakai prinsip ini juga untuk memotivasi orang lain dan diriku sendiri. Kalo ada mahasiswa bilang kuliahnya itu penting sekali sama dia, tapi ternyata dia malas2 belajar, maka aku tinggal hantamkan aja kata2 dan tindakannya itu sama prinsip tadi. Aku bisa simpulkan, kemungkinan besar kata2mu itu omong kosong, sebab kalo benar kuliahmu itu penting, pasti kau akan rajin2  belajar. Usahamu tidak menunjukkan nilai dari studimu. Prinsip itu juga yang kupake untuk menilai diriku sendiri. Misalnya, kalo kubilang aku mencintai Tuhan dengan segenap hatiku, tapi untuk bangun pagi dan saat teduh aja aku malas, maka kata2 ku itu omong kosong. Semua ini didasarkan sama Firman Tuhan, bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pohon dinilai dari buahnya&lt;/span&gt;. Aku punya istilah sarkastis tapi aku suka buat kata2 omong kosong ini. Satu ketika aku nonton TV dan dengar seorang pejabat Indonesia menjanjikan bahwa satu masalah akan selesai pada hari H. Tapi sampai hari H+2 masalah itu belum selesai juga. Mendengar itu di TV aku bergumam, "Ini orang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngomong&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kentut&lt;/span&gt; ya?" Harusnya kalo orang bicara itu ya harus bisa dipegang kata2nya, sebab kalo kata2 pun ga bisa lagi dipegang, lalu apalagi yang bisa dipercaya dari orang itu? Makanya, kalo orang ngomong dan ga bisa dipercaya, aku sebut orang itu KENTUT, tapi kentut dari atas (dari mulut). Cukuplah manusia kentut dari bawah dan jangan sampai dari atas... Btw, ada satu tempat dan saat yang aku tahu pasti dimana prinsip di atas tidak berlaku, yaitu di ketika Yesus Kristus menderita dan mati di kayu salib, untuk kau dan aku. Sebab berapapun besarnya usaha kita supaya bisa masuk surga tidak akan pernah cukup.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belanda adalah negara dimana hak-hak individu itu dirayakan begitu bebas tapi juga bertanggung jawab. Satu prinsip yang aku kristalkan selama di sana yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam setiap keadaan, kenal dan ketahuilah baik2 apa yang menjadi hak dan kewajibanmu, lalu jadikan itu dasar untuk bertindak&lt;/span&gt;. Seringkali aku perhatikan, orang-orang terutama dari Asia kurang aware dengan apa yang jadi hak dan kewajibannya, dan haknya untuk mengklaim hak nya itu. Misalnya, aku makin sadar selama di Belanda bahwa mahasiswa adalah klien dari dosen, dan mahasiswa punya hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas, hak untuk bertanya di kelas, hak untuk mengetahui jawaban dan solusi ujian, hak untuk protes terhadap nilai ujian yang diberikan dosen, hak untuk memiliki dan menyuarakan pendapat dan argumen yang berbeda dengan dosennya, dan berbagai hak lainnya. Itu terasa sekali di ruang kelas. Biasanya mahasiswa Indonesia malu atau malas untuk bertanya. Sebenernya itu adalah satu kebodohan, sebab bertanya itu adalah hak mahasiswa, dan kalau mereka tidak klaim dan gunakan hak mereka itu, ya mereka sendiri yang rugi. Dalam hal ini, jika mahasiswa berhak bertanya tentang materi di kelas, itu berarti merupakan kewajiban dosen untuk memberikan jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan mahasiswa itu. Di Belanda pula aku temui profesor bisa didebat dengan keras oleh mahasiswanya. Masalahnya, apakah dosen2 kita juga menyadari hak dan kewajibannya itu?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku perhatikan orang Asia itu cenderung sulit bilang tidak, cenderung mudah bilang ya. Ga tahu kenapa, mungkin karena takut berkata tidak itu tidak sopan atau akan menyinggung lawan bicara. Selama di Belanda aku belajar untuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jangan pernah takut untuk berkata TIDAK&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selama kau punya argumen kuat untuk itu&lt;/span&gt;. 'Tidak' ini macam-macam bentuknya, bisa 'tidak tahu', 'tidak bisa', 'tidak mengerti', 'tidak pernah', dll. Satu ketika, dalam minggu2 pertama aku kuliah di Belanda, aku bertanya di kelas ke dosen yang ngajar. Trus dosen itu menjelaskan dan setelah itu dia tanya balik apa aku sekarang mengerti. Waktu itu aku rada takut bilang 'tidak/belum ngerti' karena takut itu merepotkan dosen atau takut aku kelihatan bodoh. Tapi si dosen memperhatikan raut wajahku dan bahasa tubuhku dan dia bilang kelihatannya aku belum ngerti. Jadi dia mengulangi lagi penjelasannya dari awal, dan membiarkan aku terpelongo. Begitu juga, orang Belanda kalo ditanya sesuatu dan dia tidak tahu, dia akan bilang 'tidak tahu'. Kata-kata seperti 'mungkin', 'barangkali', 'maybe' juga jarang mereka ucapkan, kecuali bener2 pas dengan artinya. Beda dengan orang Indonesia yang kebanyakan sok tahu, berani menjawab meski 'ga tahu'. Atau coba perhatikan, meski sebenernya ga tahu, orang Indonesia sering bilang 'KURANG tahu' kan? Sebaliknya, betapa sering dan mudahnya orang Indonesia bilang 'mungkin', 'barangkali', 'kalo ga salah', dll. Barangkali karena itu kali di Indonesia itu terlalu banyak orang yang merasa bisa jadi pengamat, asal ngomong, asal bicara, padahal bukan pakar. Lagi-lagi prinsip ini juga balik ke Alkitab, seperti kata Yesus, "Kalo Ya, katakan Ya, kalo Tidak, katakan Tidak. Di luar itu berasal dari Si Jahat."&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersambung...&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3742873294911593684?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3742873294911593684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3742873294911593684' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3742873294911593684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3742873294911593684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/02/prinsip2-dan-nilai2-selama-di-belanda-1.html' title='Prinsip2 dan nilai2 selama di Belanda (1)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1232935684179881212</id><published>2009-01-29T23:00:00.001+01:00</published><updated>2009-01-29T23:00:49.454+01:00</updated><title type='text'>Ivan dan Ukraina</title><content type='html'>Menurut jadwal yang saya rencanakan, malam ini seharusnya saya belajar, tetapi saya putuskan untuk menuliskan kisah percakapan saya dengan rekan sekerja di ruangan saya yang baru tiba dua hari lalu dari Ukraina. Kata orang bijak, ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Karena itu pula saya segera menuliskannya, karena dua alasan: mengikuti kata orang bijak itu, dan karena menurut saya apa yang kami bicarakan tadi itu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang bertemu, mendengar, berbincang-bincang dan belajar dari banyak orang, terutama dari latar belakang yang berbeda, apalagi dari bangsa lain. Saya yakin kita bisa belajar dari hidup siapa saja, entah itu dari keberhasilan atau kegagalan, kisah gembira atau duka, orang kaya atau miskin. Dua hari yang lalu, saya mendapat teman satu ruangan yang baru, sebut saja namanya Ivan dari Ukraina. Umurnya 28 tahun, sama seperti saya. Kami sudah berkenalan dan ngobrol singkat beberapa kali, tapi waktu tadi mau pulang ke rumah, saya sempatkan untuk menyapanya dan ngobrol lebih lama, yang ternyata menjadi sebuah kisah tentang perjalanan hidupnya dan tentang sebuah bangsa yang besar, bangsa Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yang satu ini memang selalu menarik bagi saya. Satu penyebabnya adalah karena cukup seringnya saya bertemu nama-nama Rusia di berbagai buku teks, paper dan jurnal ilmiah yang lewat di depan mata saya. Pertanyaan saya, mengapa bangsa ini memiliki begitu banyak ilmuwan hebat? Itu juga pertanyaan saya kepadanya, memulai pembicaraan kami. Apa yang saya ceritakan ini adalah versi sederhana dan kompak dari apa yang diceritakannya kepada saya dan refleksi saya tentangnya. Anda boleh setuju boleh tidak, sebab cerita ini memang tidak butuh persetujuan siapapun. Namanya juga cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban atas pertanyaan saya tadi adalah, karena ternyata bangsa Rusia memiliki sistem pendidikan yang mampu sedemikian memotivasi para siswanya untuk belajar dan mengerti matematika, ilmu alam, dan sastra. Sistem pendidikan ini telah berlangsung selama lebih dari 300 tahun, dan di dalamnya matematika merupakan ilmu yang paling dominan. Di Rusia (sebelum pecah), untuk tiap bidang ilmu ada kompetisi yang dapat diikuti oleh siswa, mulai dari tingkat sekolah, lokal, kota, propinsi, hingga nasional dan internasional. Ada kompetisi untuk matematika, untuk fisika, untuk kimia, semuanya, termasuk juga untuk olahraga. Suasana kompetisi ini benar-benar dirayakan oleh siswa dan mereka yang berhasil ikut apalagi menjadi juara di kompetisi-kompetisi ini menjadi idola dan pembicaraan di sekolah dan lingkungan. Tapi dengan adanya kompetisi-kompetisi itu, ternyata sekolah Rusia tidak mengenal ranking di kelas dan umum, yang membandingkan satu anak dengan anak yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa para siswa ini termotivasi dan semangat untuk belajar, bahkan lebih dari yang mereka dapat di sekolah, untuk ikut kompetisi? Ivan menjawab, kuncinya adalah Rusia memiliki guru-guru matematika, ilmu alam dan sastra yang sangat kompeten, semua minimal bergelar setara master, mencintai ilmu yang ditekuni dan diajarkannya, sehingga mereka pun sangat bagus dalam menjelaskan ilmunya kepada siswa. Guru-guru Rusia waktu itu mampu membuat siswa-siswa Rusia melihat keindahan di balik matematika, ilmu alam, dan sastra. Keindahan yang mereka telah lihat ini membuat mereka ingin melihat lebih banyak keindahan lagi. Selain itu, siswa-siswa Rusia tidak perlu bayar uang sekolah dan uang buku sebab pendidikan dan buku semua gratis, termasuk buku tulis dan alat-alat tulis. Semua buku disusun oleh pemerintah pusat untuk menjamin kualitas dan update dilakukan sekali lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang, siswa yang tertarik untuk belajar satu bidang ilmu lebih dalam dengan leluasa dapat datang kepada gurunya untuk belajar. Guru itu pun dengan senang hati mengajar siswa tersebut hingga puas. Ivan bercerita, tak jarang guru bisa habiskan berjam-jam dengan seorang siswa yang sangat tertarik dengan bidang ilmu sang guru. Kata Ivan, matematika dan ilmu alam yang standar dipelajari di sekolah setara SMA di Rusia sudah mencapai taraf sarjana tingkat dua. Kalau begitu, bayangkan saja, jika seorang siswa SMA yang sangat tertarik matematika belajar lebih banyak kepada seorang guru matematika bergelar master lulusan universitas Rusia! Siswa-siswa seperti ini mungkin akan lebih mengerti matematika daripada seorang sarjana matematika, kata Ivan, sebab level matematika yang dibutuhkan untuk ikut kompetisi memang di atas apa yang standar diajarkan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, Ivan benar-benar mengalami semua yang diceritakannya, sebab dia suka sekali matematika, sampai-sampai dia mempersiapkan dirinya tiga tahun untuk bertarung di ujian masuk universitas tingkat nasional di Rusia. Tujuannya cuma satu: menjadi mahasiswa di Departemen Matematika Lomonosov Moscow State University, universitas terbaik di Rusia dan salah satu yang terbaik di dunia untuk bidang matematika. Dia sudah malang melintang di berbagai kompetisi matematika, fisika dan kimia dari tingkat sekolah hingga nasional. Selama tiga tahun itu, ia bahkan kursus jarak jauh khusus bidang matematika. Tiap minggu ia terima materi advanced mathematics dari Moscow, ia kerjakan semua soal-soalnya dan akhir minggu dia kirim semua kembali ke Moscow. Jawabannya akan dia terima kemudian lewat pos. Demikian seterusnya, tiap minggu, selama tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia pun ikut ujian nasional itu. Di sana, khusus bagi mereka yang memilih Departemen Matematika di universitas tersebut, tingkat kesulitan soal-soal matematikanya benar-benar menantang, kata Ivan. Dia juga harus mengerjakan soal-soal fisika, kimia, bahasa Inggris, dan sastra Rusia. Sayang, meski dia sudah berusaha demikian keras, dia tak berhasil. Saya sendiri tidak bisa membayangkan, kalau siswa berbakat seperti Ivan saja tidak lulus, lalu betapa briliannya para mahasiswa yang berhasil diterima di Departemen Matematika universitas paling bergengsi tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ivan, sistem pendidikan yang menekankan matematika ini dimulai dari kembalinya para ilmuwan Rusia yang belajar di Jerman ke Rusia, seperti Mendeleyev, Lomonosov, dan Kolmogorov. Mereka lalu mengusulkan kepada kaisar untuk menjadikan matematika dasar dalam pendidikan Rusia dan kaisar merestui. Sejak itulah, dengan menguasai matematika dengan kuatnya, Rusia pun mampu untuk menguasai dengan cepat pula ilmu alam seperti fisika dan kimia, sebab di puncak-puncak gunung ilmu, kita akan menemukan kesamaan bahasa, yaitu matematika. Dengan menguasai ilmu dasar pula, maka Rusia mampu menguasai dan mengembangkan teknologi mereka sendiri yang bahkan mampu membuat Amerika takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah menceritakan itu semua, nada suara Ivan berubah. Semua itu adalah masa lalu, kata Ivan, waktu Rusia belum pecah. Sekarang, katanya, setelah 19 tahun pecah dari Rusia, kondisi benar-benar berubah. Guru-guru yang benar-benar bagus sudah pergi ke luar negeri, ke Eropa, Amerika atau Israel, atau mereka berhenti jadi guru dan mengerjakan pekerjaan lain karena semakin sulitnya hidup. Guru-guru yang ada di sekolah-sekolah sekanang sudah jauh menurun kualitasnya. Semangat kompetisi sudah mengabur. Kalau dulu Rusia yang berjaya di berbagai kompetisi sains internasional dan Cina hanya bisa menguntit di runner-up, kini Cina merajalela. Remaja dan siswa di Ukraina sekarang lebih malas untuk belajar. Yang menjadi idola dan pembicaraan di sekolah bukan mereka yang ikut dan menjuarai kompetisi ilmiah, tapi mereka yang jago main Counter Strike atau Half-Life, dua computer game yang top di Ukraina. Sebaliknya, siswa dan remaja yang rajin belajar dan tertarik dengan ilmu justru bahkan dicemooh. Siaran TV dari Barat dan internet benar-benar membuat kondisi makin buruk, ditambah dengan berbagai teknologi dan gadget seperti IPod dan ponsel. Kata Ivan pula, kalau dulu pria yang berpendidikan tinggi diincar oleh para gadis, sekarang mereka justru tertarik pada grup band, pengusaha kaya, atau anggota mafia. Satu kalimat yang diucapkan Ivan ini tak akan pernah saya lupa: "Jika keadaan seperti ini terus, aku tak tahu akan seperti apa buramnya masa depan negeriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Ivan tadi terngiang-ngiang di kepala saya sambil saya pulang ke rumah dan masak untuk makan malam saya. Sungguh saya tak menduga, di balik pribadi teman seruangan saya yang awalnya terkesan pendiam itu, tersimpan kepedulian besar untuk bangsanya. Kondisi yang tak jauh berbeda juga sedang terjadi di Indonesia bukan? Coba saja bandingkan anak sekolah sepuluh tahun lalu dengan anak sekolah zaman sekarang. Lalu bagaimana? Jawabannya saya serahkan kepada kita sendiri. Setidaknya saya sudah coba melakukan sesuatu dengan menghabiskan satu jam lebih untuk menceritakan semua ini. Semoga saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1232935684179881212?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1232935684179881212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1232935684179881212' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1232935684179881212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1232935684179881212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/ivan-dan-ukraina.html' title='Ivan dan Ukraina'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1533783207289791202</id><published>2009-01-25T14:22:00.004+01:00</published><updated>2009-01-25T15:41:21.879+01:00</updated><title type='text'>Pesan buat master's students</title><content type='html'>Aku bersyukur banget bisa menyelesaikan studi S2 tepat waktu di TU/e. Dalam pertemuan dan perbincangan dengan mahasiswa master junior ku di TU/e waktu itu, khususnya dari Indonesia, sering mereka menanyakan tips2 atau nasihat2 apa yang perlu dan penting buat mereka selama S2. Karena aku rasa mungkin bisa berguna juga buat yang lain, aku tulis di sini apa aja yang kira2 udah kusampaikan ke mereka. Tips2 ini juga sebagian berupa pelajaran2 penting yang kudapat selama studi S2, jadi bukan hanya soal teknis kuliah, tapi juga gimana hidup di tanah orang. Oya, konteksnya ini sih di Belanda, tapi moga2 tetap bermanfaat di tempat lain. Kemudian semua ini didasarkan pada pengalaman, pemikiran dan pengamatanku, jadi kalo ga setuju, silakan aja. Semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Studi lanjut S2 itu merupakan sesuatu yang serius. Jadi, sama seperti melakukan apapun, entah kecil apalagi yang besar dan berdampak panjang, make sure that you start with the end in mind. Maksudku, pastikan kau memiliki tujuan yang benar2 tepat kenapa kau ingin S2. Tujuan ini nantinya yang akan menguatkanmu ketika kau tiba pada saat2 yang sulit dalam studimu. Kalau tujuanmu ga jelas dan fuzzy, misalnya studi S2 just for the sake of it, aku takut di saat2 sulit itu kau akan limbung, atau bahkan menyerah. Waktu aku menjejakkan kakiku pertama kali di Schiphol Amsterdam (bahkan jauh sebelum itu, waktu aku apply S2), aku sudah punya tujuan jelas: aku mau berjuang untuk dapatkan beasiswa S3 begitu lulus. Soal kenapa aku punya tujuan itu, well I'll save it for another blog. Tujuan jelas itu menolong sebagai pemandu dalam membuat keputusan2 dan pilihan2 penting dalam studimu nanti, khususnya di tahun terakhir. Waktu aku tesis, karena aku mau PhD, ya aku mengerjakan topik yang content research nya lebih tinggi yang punya potensi untuk menghasilkan publikasi ilmiah. Trus, setelah lulusan S2 di TU/e ditawarin untuk ikut program postmaster (PDEng). Aku ditawarin juga waktu itu, cuma karena ga sesuai dengan tujuanku, ya aku ga hiraukan. So that's it, begin your journey with the end in mind.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bulan2 pertama itu sangat krusial. Pastikan kau udah mulai pijak gas di saat2 ini dan jauhkan berleha2. Carilah teman kerja yang pas di kelasmu dan cobalah belajar kelompok. Yah, buatku sih itu cara belajar yang paling efektif. Trus, pelajari baik2 semua peraturan yang ada, soal grading system, tentang ujian, dll. Pegang prinsip ini baik2: DALAM HIDUP INI, BERHATI2LAH DENGAN ASUMSI! Apalagi soal peraturan, karena kita ini orang pendatang di negeri orang, so kalo ada yang ga jelas, langsung tanyakan ke pihak yang berwewenang. Jangan pernah menduga2 atau berasumsi atau percaya langsung apa kata orang. Don't be lazy, go move your ass and ask the right person who can give you the right answer. Knowing the truth and the rules of the game soon will save you from many unnecessary problems in the coming days. Believe me. So once more, beware of assumptions.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu S2 kita akan punya kesempatan untuk belajar banyak hal dan berkenalan dengan hal2 baru, termasuk yang berbeda dengan bidang program master kita. Nah, untuk memilih topik riset buat tesis, di tahun pertama dimana banyak kuliah adalah kesempatan untuk menguji dan menemukan apa passion mu dalam riset, dan juga apa yang paling sesuai dengan tujuanmu. Mungkin aja, kau menemukan bahwa sebenarnya kau punya passion yang lebih besar bukan di program master mu yang utama. Tanyakan ke pihak berwewenang gimana kau bisa riset dalam bidang itu. Again, jangan cepat2 berasumsi itu ga bisa. Programku dulu sebenernya di bidang broadband telecommunication technologies, fokusnya di optical and wireless communications. TU/e memang salah satu center of excellence bidang optical communications, di Eropa dan di dunia. Cuma di tahun kedua, aku lakukan semua internship dan tesisku bukan di bidang itu, tapi justru di bidang image and video processing, di Philips Research Eindhoven. Kenapa? Ada dua alasan. Pertama, setelah aku ikuti dua kuliah bidang image dan video (yang merupakan kuliah pilihan), aku makin yakin di sinilah passion ku. Kedua, karena tujuanku mau membangun pendidikan tinggi di Indonesia yang jelas dana risetnya terbatas, so aku harus fokus di tesis S2 dan S3 ku di bidang yang bisa melakukan riset berkualitas dengan dana riset terbatas. Nah, optical and wireless communication agak susah, karena dananya muahall. Aku ingat kami kunjungan ke lab optical communication, dan kami tanya berapa harga alat2nya. Ada satu alat kecil, harganya udah di atas EUR 10,000! Trus ada alat yang gede, kek lemari gitu, profesornya bilang alat ini cuma ada 10 di dunia! So jelas, optical communication is not the one. Beda banget sama riset di bidang image dan video, atau multimedia. Aku perhatikan di research group prof pembimbingku, paling mereka cuma perlu komputer, kamera, teknologi open source, atau implementasi di FPGA, yang jelas terjangkau buat kantong Indonesia. Modal utama ya matematika. Itu makanya, selama tahun keduaku aku 'pindah jalur'. Tapi semua kuliah master ku di bidang telekomunikasi ya kuselesaikan juga sebaik mungkin, meaning I know more knowledge than my peers in class, right? Hehehe.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oya, satu yang sangat penting juga, usahakan pada tahun pertama setelah kau tahu apa bidang yang jadi passion mu dan sesuai dengan tujuanmu, kau harus segera cari dan kontak research group yang sesuai dengan bidang itu dan prof yang paling top di bidang itu. Aku dulu langsung hubungi prof yang akhirnya jadi pembimbingku waktu aku masih di tahun pertama. Membangun kontak itu penting, so that he/she knows you, but don't just be nice, be productive and show results. Beliau bersedia jadi pembimbingku dan coach ku. Kalo udah begini, tinggal kau aja yang harus kerja keras to deliver results. Aku juga udah bilang intention ku untuk PhD dan aku langsung tanya apa syaratnya untuk diterima PhD di groupnya. Begitu beliau kasih tahu syaratnya, aku sempat keder juga. Tapi itu memacuku justru untuk berusaha memberi yang terbaik. Like one wise man says, anything that doesn't kill us just makes us strong. Trus, jangan juga cari prof yang gampangan, carilah yang top dan the best. Put your bar high. Siapa yang ga bangga bisa lulus dengan nilai sangat baik dan bisa punya publikasi di conference internasional yang top dari tesis master dengan pembimbing IEEE Fellow kan? But it's all because of God's grace, so all glory must be to the Lord.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesempatan di luar negeri perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Ada yang kerjanya jalan2 keliling Eropa atau belanja beli ini itu, habisin duit. Aku sih ga gitu, yah hidup sederhana aja lah. Aku jalan2 juga sih, tapi strategiku lebih baik fokus untuk bisa PhD, jadi punya waktu dan uang lebih banyak buat bisa jalan2 kan? Hehehe. Menurutku, kalo selama S2 yang kita dapat cuma ijazah dan pengetahuan dari kuliah dan riset tok, wah itu rugi besar. Aku pengen lebih dari itu. Aku pengen mengenal nilai2 dari bangsa2 lain yang lebih maju dan membawanya pulang sebagai bagian dari hidup dan diriku, sehingga aku pun dengan menghidupi nilai2 itu bisa maju seperti mereka. Soal nilai2 ini, aku rencanakan akan tulis blog khusus. Belajar nilai2 yang baik ini hanya bisa kalau kita berinteraksi dengan orang2 dari bangsa lain, berkomunikasi, share, keep on asking why. Makanya kerjaku waktu S2 bukan hanya belajar, tapi aku juga coba terlibat di pelayanan Kristen untuk mahasiswa internasional (bagian dari IFES), trus jadi anggota worship band di gereja, dan juga punya part-time job tiap Sabtu malam di sebuah restoran top. Tiga itu yang cukup dengan kapasitasku, tapi dari ketiganya itu, aku banyak banget belajar. Dari yang terakhir, ya aku ga hanya punya pengalaman dan belajar, tapi juga dapat duit lumayan. Trus, aku juga lakukan internship pertama ku di research group di universitas supaya aku tahu gimana rasanya lakukan riset di kampus. Tapi udah itu aku lakukan internship kedua dan tesisku (total selama 12 bulan) di Philips Research Eindhoven di High Tech Campus, jadi aku punya pengalaman gimana rasanya melakukan riset di perusahaan kelas dunia. Besides that, I also got good money from there and it makes CV more competitive hehehe. Intinya, belajarlah sebanyak2nya dari orang2 lain dan hidup mereka. Jangan cuma habiskan waktu belajar, belajar dan belajar, atau tahunya cuma rumah, ruang kuliah, dan perpustakaan, dan ngumpulnya cuma sama orang2 Indonesia aja. Beh, amit-amit. Kalo cuma itu nya yang kau dapat selama S2 jauh2 di negeri orang, rugi kali kau kurasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ini juga penting. Seraplah nilai2 yang baik dari bangsa lain, tapi keep maintaining your identity and pride as Indonesians! Kalau bukan kita yang bangga dan bela bangsa sendiri, lalu siapa lagi. Jangan kek orang dari kampung pelosok sana yang baru seminggu di Jakarta udah ngomong "loe gue". Gitu juga, jangan baru berapa bulan di negeri orang, langsung cepet banget berubah bahkan lebih londo daripada londo. In the increasingly flatting world that turns into a global village, having a good grip on your true identity is becoming more and more important. Pokoknya, jangan kampungan lah! It is good to always have an open mind and open life, but always know the limit when you are already too open.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;At the end of the day, aku belajar bahwa faktor yang paling menentukan untuk menyelesaikan dengan sebaik mungkin apa yang sudah kita mulai bukanlah brilliance atau intelligence, tapi determination and persistence, bukan cuma mimpi, plans and strategies, tapi action and unwavering commitment to get things done well ASAP. Itu makanya, dari beberapa lagu yang sering menyemangatiku selama ini, dua di antaranya adalah "Hey" dari KLA Project dan "Hidup adalah perjuangan" dari Dewa. Always keep the faith man!&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Good luck with your master's study! May God bless you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1533783207289791202?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1533783207289791202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1533783207289791202' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1533783207289791202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1533783207289791202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/pesan-buat-masters-students.html' title='Pesan buat master&apos;s students'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1282468563236991950</id><published>2009-01-17T01:12:00.004+01:00</published><updated>2009-01-17T01:23:09.176+01:00</updated><title type='text'>Sekarang ia berbicara begitu kuat kepadaku...</title><content type='html'>Hari kedua aku tiba di Trondheim, aku disambut selamat datang oleh seorang rekan yang ingat aku karena tulisanku di bawah ini yang kukirim ke sebuah milis beberapa waktu yang lalu. Aku ga nyangka postingku itu ternyata masih diingatnya dan sekarang tulisanku itu berbicara begitu kuat kepadaku. Terimakasih untuk rekan yang sudah mengingatkan. Saya masih ingat dan saya mendengar. Semoga Tuhan menolong dan menguatkanku untuk tetap setia pada apa kata-kataku yang keluar dari mulut dan lidahku sendiri. Sebab sudah terlalu banyak orang lupa dan terlalu banyak pula orang yang terlalu banyak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan dan pengalaman saya selama ini, tidak banyak cara untuk berkontribusi bagi kemajuan republik, setidaknya ada dua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Langsung serahkan diri untuk menjadi solusi bagi persoalan bangsa di bidang2 yang perlu banyak dibenahi, dan konsisten lah berkarya hingga akhir sesuai dengan kapasitas masing2. Contoh:&lt;br /&gt;Kalau geram sama korupsi di birokrasi, serahkan dari jadi PNS yang berdedikasi dan siap hidup sederhana.&lt;br /&gt;Kalau prihatin dengan buruknya pendidikan di Indonesia, serahkan diri jadi guru dan dosen yang berdedikasi dan berkualitas.&lt;br /&gt;Kalau sedih melihat banyaknya pengangguran, serahkan diri jadi entrepreneur untuk membuka lapangan kerja.&lt;br /&gt;Kalau marah melihat kacaunya hukum di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1232151078_2"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;, serahkan diri menjadi hakim atau jaksa yang berintegritas dan berani.&lt;br /&gt;Dan lain-lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau tidak menyerahkan diri untuk yang di atas, mungkin lebih memilih untuk berkarya di tempat2 yang sistemnya sudah baik dan stabil, seperti di perusahaan besar nasional atau asing, cara berkontribusi ya bisa dalam hal dana, tenaga dan waktu untuk tetap terlibat aktif misalnya lewat LSM atau lembaga pendidikan, program beasiswa, atau membantu mereka di no.1. Perhatikan, saya tidak bilang adalah salah untuk bekerja di tempat2 dengan sistem yang sudah baik dan stabil, bahkan di luar negeri. Semua punya peran yang unik untuk turut berkontribusi. Yang penting perlu dijawab adalah apa alasannya, apa tujuannya dan apa kontribusinya buat Indonesia melalui posisi2 itu. Kita butuh orang2 di no. 1 dan 2 untuk membangun Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau seseorang punya kapasitas besar, sampai2 bisa sekolah di luar negeri tinggi2, tapi tidak termasuk satu dari kedua jalan di atas, bahkan paling parah sadar atau tidak sadar sudah jadi antek asing (setidaknya dalam pikiran), akan lebih baik kalau orang2 seperti ini tidak usah banyak bicara, stop kritik sana-sini, tak bikin masalah baru atau ya udah langsung aja lah ganti warganegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal PPI, saya cuma ingin sampaikan satu quote favorit saya dari fim Spiderman ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Whatever life holds in store for me, I will never forget these words: "WITH GREAT POWER COMES GREAT RESPONSIBILITY. " This is my gift, my curse. Who am I? I'm Spider-man.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, who are we? Who are you? Who am I?&lt;br /&gt;Yang pasti, talk does not cook rice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Indonesia,&lt;br /&gt;Mauritz Panggabean&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 128, 255); text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Worship is the submission of all of our nature to God.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;It is the quickening of conscience by His holiness, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;nourishment of mind by His truth, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;purifying of imagination by His beauty, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;opening of the heart to His love, and &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;submission of will to His purpose.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;And all this gathered up in adoration &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;is the greatest of human expressions &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;of which we are capable.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;William Temple, Archbishop of Canterbury, 1881-1944&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1282468563236991950?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1282468563236991950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1282468563236991950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1282468563236991950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1282468563236991950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/sekarang-ia-berbicara-begitu-kuat.html' title='Sekarang ia berbicara begitu kuat kepadaku...'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-4172711336362658703</id><published>2009-01-16T07:54:00.002+01:00</published><updated>2009-01-16T07:57:09.897+01:00</updated><title type='text'>Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (7/7)</title><content type='html'>Karena itu, masihkah hati dan pikiran kita adem ayem dengan potret mahasiswa Indonesia yang memprihatinkan tadi? Sadarkah Saudara akan tuntutan dan beban dari rakyat yang memang tak tersuarakan itu? Kalau gendang telinga Saudara sebagai mahasiswa masih belum juga mendengar suara rakyat itu, cobalah Saudara tanyakan sendiri kepada petani, nelayan, buruh, guru, tukang becak, tukang bangunan di luar sana, tanyakan, tanyakanlah kepada mereka apa yang mereka harapkan dari Saudara sebagai mahasisawa Indonesia!! Ceritakan dan gambarkanlah potret buram mahasiswa Indonesia yang sudah kita lihat tadi kepada mereka, lalu dengarlah baik-baik apa kata mereka tentang semua itu!! Tidakkah kau dengar mereka juga bertanya, "Mana itu mahasiswa Indonesia sejati yang kami cari? Dimana mereka? Mana rasanya? Mana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taste&lt;/span&gt;-nya??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya rakyat negeri ini yang menuntut Saudara sebagai mahasiswa. Jika Saudara mengaku diri Saudara Kristen, maka Allah yang menciptakan Saudara melalui anak-Nya Yesus Kristus meminta Saudara menghasilkan buah yang baik untuk kemuliaan-Nya. Bukankah kematian Kristus di kayu salib untuk Saudara dan saya tidak akan dapat dibalas dengan apapun? Bukankah satu-satunya yang dapat kita persembahkan adalah menjadi persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya? Toh, apa yang kita persembahkan itu, yaitu diri dan hidup kita, bukankah itu sebenarnya milik Allah dan bukan milik kita? Jika memang Saudara sebagai mahasiswa mengaku diri Saudara pengikut Kristus, lalu apakah jawabmu terhadap seruan itu, "Mana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taste&lt;/span&gt;-nya mahasiswa Kristen Indonesia? Mana dia mahasiswa Kristen Indonesia yang sejati itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ribu tahun yang lalu, di padang gurun Yudea, berbondong-bondong orang datang kepada suara yang berseru-seru di padang gurun, suara Yohanes Pembaptis. Ia berseru dengan lantang, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api." Para pemungut cukai yang datang bertobat bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" Yohanes Pembaptis menjawab: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." Prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Apa yang harus kami perbuat?" Jawabnya kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, ijinkanlah saya bertanya, adakah juga mahasiswa Indonesia berada di antara orang-orang yang datang kepada Tuhan untuk bertobat itu? Adakah? Adakah? Adakah mahasiswa Indonesia itu bertobat dan berseru kepada Tuhan: "Ya Tuhan, aku ini mahasiswa Indonesia, apakah yang harus aku perbuat? Apakah yang harus aku perbuat Tuhan dengan masa mudaku? Apakah Tuhan yang harus aku perbuat?" Adakah Saudara pun berseru demikian di dalam hati dan pikiranmu? Adakah? Adakah? Saudara-saudara, jika Saudara masuk ruangan ini dengan hati dan pikiran tenang, tetapi meninggalkan ruangan ini dengan hati dan pikiran yang gelisah, maka itu berarti tidak sia-sia saya bersuara dan berseru hari ini di sini. Tetapi, jika hati Saudara tetap tenang seolah-olah tak terjadi apa-apa, saya berharap semoga Allah tetap mengasihi Anda dan bermurah hati kepada Saudara, sebelum terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala kemuliaan bagi Allah Tritunggal. Tuhan memberkati Saudara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-4172711336362658703?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/4172711336362658703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=4172711336362658703' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/4172711336362658703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/4172711336362658703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/mendefinisikan-ulang-mahasiswa-kristen_2970.html' title='Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (7/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1207518794146978473</id><published>2009-01-16T07:48:00.003+01:00</published><updated>2009-01-16T07:57:31.384+01:00</updated><title type='text'>Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (6/7)</title><content type='html'>Kategori terakhir, yaitu kategori keempat, saya namakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pola pikir dan gaya hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang menjadi sumber persoalan bagi rakyat&lt;/span&gt;. Mahasiswa Indonesia yang diberkati dengan segala potensi orang muda dan seharusnya menjadi solusi bagi carut-marutnya persoalan bangsa ini, justru tidak jarang malah menjadi sumber persoalan baru bagi orang-orang&lt;br /&gt;sekitarnya, minimal bagi keluarganya. Masih ingat dengan mahasiswa Indonesia yang kerjanya cuma belajar, belajar dan belajar demi IP tinggi dan cepat lulus? Nah, di titik ekstrim lainnya adalah mahasiswa yang justru sudah kurang atau tidak peduli lagi dengan kuliah dan studinya, dan malah fokus dengan kesibukannya di unit kegiatan mahasiswa atau organisasi di luar kampus. Mending kalau apa yang mereka kerjakan itu memang sungguh berguna buat mereka dan rakyat! Apa jadinya kalau sebenarnya yang mereka kerjakan cuma menghabiskan waktu dan uang, kongkow-kongkow dengan mahasiswa sejenis, diskusi-diskusi tanpa arah dan tujuan jelas, lalu main bola, main kartu, ya gitu deh? Apa arti semua itu dibandingkan sekian banyak tahun-tahun dan uang yang terbuang, apalagi kalau akhirnya drop-out (DO)? Oke lah kalau mahasiswa Indonesia macam ini sudah bisa cari sendiri uang buat biaya hidupnya, minimal buat beli bensin dan rokoknya. Lha, kalau untuk ongkosnya berorganisasi tak jelas dan beli rokok saja masih pakai uang orang tua, lalu apa sebenarnya yang dicari mahasiswa Indonesia macam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar yang termasuk kategori ini masih panjang Saudara! Mahasiswa Indonesia yang katanya calon pemimpin bangsa itu banyak juga yang susah mengendalikan darah mudanya. Mahasiswa Indonesia ini begitu cepat emosi dan tersinggung, lalu menyelesaikan konflik dengan berkelahi atau tawuran. Sungguh mengherankan kalau kita coba selidiki apa yang menyulut api perkelahian atau tawuran ini. Sering itu terjadi hanya karena salah wasit waktu main bola atau main futsal, atau karena lihat-lihat saja, atau karena masalah cewek. Tabiat main otot, main batu, samurai, atau botol daripada pakai otak ini sungguh-sungguh memprihatinkan, apalagi pelakunya mahasiswa dan, tak ketinggalan, mahasiswi juga! Apa sebenarnya yang kau cari, hai mahasiswa Indonesia?? Apa sebenarnya yang kau cari dengan berkelahi dan tawuran??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar untuk kategori ini memang sungguh membikin hati miris, Saudara-saudara! Dan karena itu, saya tak mau berlama-lama membicarakannya. Gejolak darah muda dan energi tinggi mahasiswa Indonesia juga menemukan penyalurannya yang salah dalam demonstrasi anarkis. Demonstrasi yang katanya untuk memperjuangkan rakyat justru sering disertai anarkisme yang merusak fasilitas umum yang dibangun dengan uang pajak dari keringat rakyat. Kalau tidak, junior di kampus menjadi bulan-bulanan seniornya sebagai korban pembodohan dan penindasan di universitas, sebuah tempat dimana hak-hak dan kemerdekaan individu dirayakan dengan bertanggung jawab. Situasi ini diperparah dengan masuknya narkoba dan minuman keras ke kampus, yang makin menyulut api dalam urat darah mereka yang bergolak. Di samping itu, mahasiswa Indonesia lainnya, yang kaya dengan guyuran uang dari orang tua tapi miskin guyuran kasih sayang, mencari kepuasan dalam gaya hidup hedonis, konsumerisme dan pergaulan bebas. Kalau uang tidak cukup, ya sudah jual diri sajalah jadi ayam kampus atau gigolo buat om-om dan tante-tante kesepian. Gitu aja kok repot!! Hai mahasiswa Indonesia, apa sebenarnya yang kau cari?? Apa sebenarnya yang kau cari, hai mahasiswa Indonesia??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah jawaban negatif saya terhadap pertanyaan siapakah mahasiswa Indonesia itu. Boleh-boleh saja Saudara tidak setuju dengan apa yang saya katakan. Itu hak penuh Saudara sebagai individu. Tetapi jika Saudara mampu melihat kebenaran di dalamnya, saya ajak Saudara untuk mendefinisikan ulang apa itu menjadi seorang mahasiswa Indonesia yang sejati. Bagi saya, seruan "Mana rasa sejati mahasiswa Indonesia??" pada dasarnya muncul karena satu alasan utama. Alasan itu yakni, kalau Saudara mampu menjadi mahasiswa di negeri carut-marut seperti Indonesia ini, apalagi kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN), maka Saudara adalah orang beruntung memperoleh kesempatan istimewa yang tidak bisa dimiliki mayoritas warga negara Indonesia akibat berbagai ketidakadilan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara dan pemerintah. Kesempatan istimewa itu membuat rakyat bangsa ini berhak menempatkan tuntutan yang tinggi kepada yang mampu menjadi mahasiswa di republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan rakyat yang tak terkatakan kepada mahasiswa di negeri ini makin tinggi menjulang saat semakin sulitnya akses bagi anak-anak bangsa yang berpotensi tinggi tapi tidak mampu secara ekonomi atau berada di daerah terpencil untuk dapat menikmati pendidikan di perguruan tinggi, terutama di PTN unggulan. Lihat saja, dari sekitar 1400 wisudawan wisudawati pada wisuda baru-baru ini dari universitas paling hebat di Sumatra, hanya 80 orang yang merupakan anak petani atau cuma 6%!! Ketika pendidikan tinggi, terutama di PTN, pelan-pelan secara praktis hanya terbuka lebar bagi anak-anak yang tinggal di kota dan punya uang untuk bayar biaya kuliah yang makin lama makin mahal, menurut Saudara-saudara, bukankah sesuatu yang wajar dan layak kalau mayoritas anak-anak bangsa yang pintar di negeri ini tapi dilahirkan dengan berbagai keterbatasan sosial sehingga tidak bisa menjadi mahasiswa lalu menuntut banyak hal kepada Saudara-saudara, hai mahasiswa PTN terbaik di Sumatra? Apakah sebagai warganegara mereka punya hak lebih rendah daripada Saudara-saudara yang sama-sama hidup dari tanah, air dan udara Indonesia? Apakah orangtua mereka yang petani, nelayan, buruh, guru, tukang becak, tukang bangunan, pegawai negeri yang jujur, tidak punya hak untuk melihat anaknya menikmati pendidikan di perguruan tinggi seperti Saudara? Apa bedanya orangtua mereka dengan orangtua Saudara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1207518794146978473?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1207518794146978473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1207518794146978473' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1207518794146978473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1207518794146978473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/mendefinisikan-ulang-mahasiswa-kristen_3226.html' title='Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (6/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1735002444678822075</id><published>2009-01-16T07:42:00.004+01:00</published><updated>2009-01-16T07:59:38.608+01:00</updated><title type='text'>Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (5/7)</title><content type='html'>Saudara-saudara, kategori pertama dan kedua tadi umumnya lebih mengenai individu mahasiswa itu sendiri. Nah, dua kategori terakhir ini lebih banyak tentang mahasiswa dan rakyat. Kategori ketiga dari ciri umum mahasiswa Indonesia ini saya sebut sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pola pikir dan cara hidup tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya&lt;/span&gt;. Mahasiswa Indonesia umumnya semakin kejangkitan semangat yang penting studi saja. Mahasiswa Indonesia ini, kalau di kampus, paling tahunya cuma jurusannya, lalu perpustakan, setelah itu ya udah, pulang ke rumahnya atau tempat kosnya. Mahasiswa Indonesia kelas ini pikirannya cuma belajar melulu, sehingga mereka tidak merasa perlu untuk membangun diri dengan terlibat di unit kegiatan mahasiswa atau organisasi yang baik di luar kampus. Bahkan kadang, mahasiswa Indonesia ini menganggap segala aktifitas di luar ruang kelas atau perpustakaan itu adalah pemborosan waktu. Dengan nilai dan IP yang wajar kalau lebih bagus dari nilai atau IP mahasiswa yang juga aktif berorganisasi, mahasiswa Indonesia ini bahkan bisa menilai mahasiswa lainnya dari tinggi rendahnya nilai atau IP! Begitu bangganya mereka dengan prestasi akademik mereka, seolah-olah kesuksesan hidup setelah lulus kuliah seluruhnya ditentukan oleh angka-angka itu. Mending kalau nilai atau IP mengkilat itu diperoleh dengan cara jujur dan menunjukkan penguasaan mereka yang tinggi akan materi kuliah! Kalau angka-angka itu toh diperoleh dengan jurus-jurus menyontek, mengopek, plagiat dan suap, lantas apa yang sebenarnya patut dibanggakan oleh mahasiswa Indonesia ini? Silakan Saudara-saudara sendiri yang menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpedulian yang umum ditemui di mahasiswa Indonesia tidak hanya sampai di sana saja. Mahasiswa Indonesia tidak hanya kehilangan minat untuk terlibat di unit kegiatan mahasiswa atau organisasi positif di luar kampus sebagai kesempatan membentuk pribadi mereka. Tetapi, mungkin saking begitu fokusnya kepada studi atau, lebih tepatnya mungkin, fokus mencari nilai bagus dan cepat-cepat lulus, mahasiswa Indonesia punya kehausan intelektual yang rendah untuk peduli dan memikirkan isu-isu aktual yang terjadi di sekelilingnya dan di tengah-tengah bangsanya. Boro-boro peduli dan memikirkan, mahasiswa Indonesia macam ini untuk tahu dan meng-update dirinya tentang isu-isu aktual terkini pun malas. Lihat saja dari apa yang tertarik mereka bicarakan dengan mahasiswa lainnya atau teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Indonesia jenis inilah yang paling cepat terjangkit virus egois stadium tinggi ketika menentukan pilihan-pilihan mereka setelah mereka lulus dan menjadi alumni. Mahasiswa Indonesia yang terjangkit virus ini pokoknya sudah tidak peduli lagi antara kesesuaian pekerjaan yang hendak dilamarnya dengan bidang studi yang dipelajarinya di kampus dan dengan prinsip-prinsip mereka, kalau mereka masih punya prinsip. Entah mungkin karena tak percaya diri dan takut jadi pengangguran, pikiran mahasiswa Indonesia ini inginnya cepat-cepat dapat kerja yang gajinya paling gede dan fasilitasnya paling oke di perusahaan-perusahaan, apalagi multinational company, tanpa mempelajari baik-baik bagaimana profil perusahaan itu dan hubungannya dengan rakyat. Atau kalau tidak, ya begitu lulus mereka berbondong-bondong ikut tes jadi pegawai negeri semata-mata demi gaji tetap, pensiun, lahan basah dan kesempatan memperkaya diri, tanpa sedikit pun niat melayani rakyat. Saya teringat dengan seorang teman yang dulu waktu mahasiswa menentang rokok dengan lantang, tetapi begitu lulus akhirnya bekerja di sebuah perusahaan rokok asing raksasa di republik ini. Dengan jurus tebar surat lamaran dan CV ke sekian ratus perusahaan, mahasiswa Indonesia yang miskin kepedulian ini sudah tidak lagi menentukan masa depannya sendiri, tapi sudah menyerahkan masa depannya kepada tangan perusahaan mana yang paling cepat mempekerjakannya, meski sebenarnya pekerjaan di perusahaan itu bukan yang paling pas dengan minat dan potensinya. Kalau sudah begitu, tidak usahlah kita tanyakan soal entrepreneurship sama mahasiswa Indonesia jenis ini. Apakah ini sebabnya bangsa ini dikenal dari zaman VOC dulu sebagai bangsa pegawai? Silakan Saudara-saudara jawab sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1735002444678822075?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1735002444678822075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1735002444678822075' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1735002444678822075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1735002444678822075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/mendefinisikan-ulang-mahasiswa-kristen_4346.html' title='Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (5/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-354419474809629626</id><published>2009-01-16T07:38:00.004+01:00</published><updated>2009-01-16T07:59:20.835+01:00</updated><title type='text'>Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (4/7)</title><content type='html'>Kategori kedua saya beri label &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;kejahatan akademik&lt;/span&gt;. Bagi saya, ini lebih parah dari yang pertama, sebab sudah merupakan kejahatan melawan hukum. Karena mahasiswa Indonesia sudah tidak punya hasrat untuk menguasai ilmu yang dipelajarinya, entah karena alasan apa, dan diperburuk dengan mental cepat lulus dengan IPK setinggi-tingginya, mahasiswa Indonesia lalu berteman karib dengan berbagai teknik kreatif untuk menyontek dan mengopek waktu ujian atau mengerjakan tugas. Dengarlah gegap-gempita mahasiswa di ruang ujian ketika pengawas ujian yang masuk ke ruangan dan membawa berkas soal ternyata bukan dosen mata kuliah, tetapi pegawai tata usaha! Ah, jangankan pegawai tata usaha, sedangkan waktu dosennya sendiri yang mengawas ujian pun, mereka tidak takut dan tetap saja menyontek dengan lihainya. Meski isi kepalanya kosong, mahasiswa Indonesia yang menyontek itu toh tertawa-tawa bangga waktu nilai ujiannya A atau justru marah ketika dapat D atau E. Aksi pembohongan ini juga terjadi tidak hanya waktu ujian. Mengapa sering kali tanda tangan di absensi mahasiswa lebih banyak daripada yang hadir di kelas? Berani titip absen tanpa perasaan bersalah atau gelisah sudah umum bagi mahasiswa Indonesia. Bukankah ini bukti dasar bahwa mahasiswa Indonesia sudah kehilangan esensi dan tujuan sejati dari menjadi mahasiswa dan belajar di perguruan tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dua kejahatan itu pun belum cukup, Saudara-saudara! Semangat instan yang mengalir kencang dalam urat mahasiswa Indonesia mendorong mereka untuk tidak lagi merasa bersalah ketika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy-paste&lt;/span&gt; tulisan orang lain dan mengklaimnya sebagai tulisannya sendiri. Ironisnya, umumnya tindak kejahatan plagiat semacam ini tidak diikuti dengan sedikit kreatifitas, minimal untuk mengedit atau memodifikasi apa yang dicurinya, yah supaya gak ketahuan lah. Benar-benar luar biasa! Coba Saudara pikir, kalau maling ayam yang cuma lulus SMP saja masih berusaha menghilangkan jejak setelah mencuri, lalu apa yang bisa kita katakan tentang mahasiswa Indonesia yang bisanya plagiat bulat-bulat tapi begitu malasnya untuk mengedit hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy-paste &lt;/span&gt;supaya tidak ketahuan? Saya persilakan Saudara-saudara sendiri yang menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika jurus titip absen, menyontek, mengopek, dan plagiat masih tidak cukup untuk menerapkan prinsip ekonomi saat mahasiswa, yaitu berhasil meraih nilai semaksimal mungkin dengan usaha seminimal mungkin? Kalau jurus di atas tak mempan juga, mahasiswa Indonesia ternyata tidak kurang akal, Saudara-saudara! Jurus sakti mandraguna milik mahasiswa Indonesia, yaitu suap pun akhirnya dipergunakan, sekali lagi, tanpa ada kegelisahan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Indonesia macam ini berpikir, "Ah, emang gue pikirin apa kata orang. Yang penting kan aku cepat lulus, nilai bagus, IPK tinggi, cepat dapat kerja, orang tua senang, yang penting bebas lah dari tempat jahanam ini." Saudara-saudara, jika memang demikian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taste &lt;/span&gt;atau rasa mahasiswa Indonesia, tidak heran jika korupsi dan aksi tipu-tipu menjadi prestasi internasional bangsa ini, sebab di ruang-ruang kelas universitas yang merupakan satu benteng terakhir moral bangsa pun, bibit-bibit dari semua kebusukan itu tumbuh subur dan lestari, bahkan kerap kali secara berjamaah. Sebab, akhirnya mahasiswa Indonesia macam ini kelak akan mengisi jabatan-jabatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;policy maker &lt;/span&gt;di negeri ini, bukan? Saudara-saudara, jika mata air di hulu sungai sudah berbau busuk, mungkinkah air di hilir sungai akan berbau manis dan segar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-354419474809629626?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/354419474809629626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=354419474809629626' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/354419474809629626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/354419474809629626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/mendefinisikan-ulang-mahasiswa-kristen_2106.html' title='Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (4/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-377542303419464563</id><published>2009-01-16T07:33:00.004+01:00</published><updated>2009-01-16T07:59:07.593+01:00</updated><title type='text'>Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (3/7)</title><content type='html'>Saudara-saudara, benarkah kata-kata Mochtar Lubis itu? Kalau kata-katanya menjadi cermin, lalu engkau dan saya melihat cuplikan wajah kita sendiri di sana hingga hatimu menjadi gelisah, maka kita sudah tahu jawabnya, bukan? Menarik sekali, ceramah Mochtar Lubis itu sudah tiga dekade lebih umurnya, tapi apa yang ia gambarkan masih juga belum masuk museum pada hari ini? Saudara-saudara, meminjam bahasa Mochtar Lubis, hari ini saya akan mengajak kita untuk memikirkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita tinggalkan sejenak tadi: "Siapa itu mahasiswa Indonesia? Apakah dia memang ada? Dimana dia? Seperti apa gerangan tampangnya?". Ngomong-ngomong, mengapa saya harus mulai dengan ceramah Mochtar Lubis tentang manusia Indonesia? Jawabnya karena, bukankah mahasiswa Indonesia juga adalah manusia Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berprinsip bahwa hanya ada dua syarat perlu dan cukup bagi seorang sakit untuk akhirnya pergi berobat. Syarat pertama dan perlu, yaitu orang itu harus sadar sepenuhnya bahwa dirinya sakit, yaitu dengan mengenali dirinya dan membandingkannya dengan apa yang disebut sebagai kondisi sehat. Tetapi kesadaran dan pengetahuan bahwa ia sakit tidak serta-merta membuatnya bergegas pergi ke dokter. Kenapa bisa? Sebab tidak sedikit orang sakit yang sudah begitu mencintai sakitnya itu, bahkan ia merasa ia tak dapat hidup tanpanya. Bukankah pada dasarnya dosa itu menarik dan menyenangkan, Saudara? Karena itu, syarat kedua dan cukup agar orang sakit itu perlu berobat adalah, ia harus tiba kepada titik dimana ia begitu benci akan sakitnya itu dan begitu ingin untuk sembuh. Tiba di titik ini berarti telah memiliki cara pandang yang 180 derajat berubah dari cara pandang sebelumnya tentang sakitnya dan kebutuhannya untuk sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita melihat seperti apakah mahasiswa Indonesia hari ini. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya sebagai seorang mantan mahasiswa dan dosen selama beberapa tahun, saya dapat mengelompokkan ciri-ciri negatif yang umum terasa dari mahasiswa Indonesia hari-hari ini ke dalam empat kategori. Keempat kategori itu sebenarnya erat berkaitan satu sama lain, entah sebagai akibat atau sebab dari hal lainnya. Kategori pertama saya sebut sebagai &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;pola pikir kontra-intelektual&lt;/span&gt;. Seperti umumnya manusia Indonesia a la Mochtar Lubis, kebanyakan mahasiswa Indonesia itu bertabiat malas. Kemalasan yang sering kali akut ini terlihat dari keseganan mahasiswa untuk bekerja keras dan memberi yang terbaik, melebihi apa yang diminta. Saudara dari kemalasan ini yaitu suka menunda-nunda, tercermin dari betapa akrabnya mahasiswa Indonesia dengan cara belajar sistem kebut semalam (SKS) yang sering berujung kepada prestasi yang jauh di bawah dari apa yang sebenarnya mampu dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mahasiswa Indonesia umumnya berorientasi hasil dan tidak peduli pada proses. Bagi mahasiswa Indonesia, yang paling penting adalah nilai dan IP setinggi-tingginya, tanpa ambil pusing dengan proses dan arti semua aktifitas kuliahnya yang berbiaya tidak sedikit itu. Tidak hanya belajar SKS, bagi mahasiswa semacam ini yang penting bisa menjawab soal ujian dengan benar, kalau perlu menghapal mati, tanpa mengerti dengan baik apa yang dipelajari. Tujuan belajar di perguruan tinggi, kesempatan kuliah, mengerjakan tugas, dan semuanya, bagi mahasiswa Indonesia, telah tereduksi menjadi aktifitas atau bahkan sekadar permainan mengumpulkan sebanyak mungkin nilai A atau B, meski pemahamannya nol besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiadaan niat untuk sungguh-sungguh mengerti ilmu yang dipelajari juga tergambar dari sangat rendahnya minat mahasiswa Indonesia untuk menggali dan mempelajari langsung buku teks yang biasanya dalam bahasa Inggris. Bagi mahasiswa Indonesia umumnya, mengunyah hasil kunyahan dosennya yang seringkali hanya berupa diktat bahkan fotokopian lembaran slide PowerPoint sudah cukup mengenyangkan kebutuhan intelektual mereka yang rendah. Mending kalau diktat atau slide itu berkualitas baik dan mudah dipahami! Lalu apa isi otak mereka kalau ternyata diktat dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;slide&lt;/span&gt; yang dipelajari atau dihapal mati mahasiswa itu pun, sudah dangkal isinya, susah pula dibaca dan dimengerti? Ini diperburuk pula dengan ketidakberanian, kurangnya kreatifitas dan daya kritis mahasiswa Indonesia dalam berpikir, bertanya, dan bersikap. Mahasiswa Indonesia cenderung mudah menerima apa kata orang dan bulat-bulat menganggap benar apa yang diajarkan dosen, padahal mungkin saja itu sudah ketinggalan jaman atau bahkan keliru! Lalu benarkah semua ciri mahasiswa Indonesia itu? Jika ya, lha kok bisa? Jawabannya saya serahkan kepada Saudara-saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-377542303419464563?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/377542303419464563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=377542303419464563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/377542303419464563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/377542303419464563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/mendefinisikan-ulang-mahasiswa-kristen_7499.html' title='Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (3/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-7200233902620021923</id><published>2009-01-16T07:28:00.003+01:00</published><updated>2009-01-16T07:58:19.879+01:00</updated><title type='text'>Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (2/7)</title><content type='html'>Sebelum kita memikirkan dan mencari rasa atau ciri sejati mahasiswa Indonesia, sebaiknya kita lebih dulu memikirkan dan menjawab pertanyaan penting ini, yaitu "Siapa itu mahasiswa Indonesia?" Ya Saudara-saudara, jika hari ini Saudara ditanya "Siapa itu mahasiswa Indonesia hari ini?", apakah yang muncul pertama kali di benak Saudara? Pertanyaan itu mengingatkan saya akan ceramah Mochtar Lubis tiga puluh satu tahun yang lalu di Taman Ismail Marzuki tentang "Manusia Indonesia". Dalam ceramahnya, Mochtar Lubis bertanya "Siapa itu orang atau manusia Indonesia? Apakah dia memang ada? Dimana dia? Seperti apa gerangan tampangnya?" Lalu ia menjawabnya dengan beberapa ciri umum yang ia lihat dari manusia Indonesia. Mari kita coba bercermin sejenak dari kata-kata Mochtar Lubis sambil menguji apakah observasinya itu benar atau keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mochtar Lubis, ciri umum pertama manusia Indonesia adalah munafik. Kalau tidak percaya, coba saja dengar rekaman pembicaraan telepon jaksa ketua kejaksaan negeri di Gorontalo yang baru-baru ini bocor ke masyarakat sampai pak jaksa itu dipecat dan karirnya hancur. Bagi saya, musuh kemunafikan adalah integritas. Definisi sederhana tapi tepat dari integritas yang saya suka ada dalam sebuah lagu ini: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;May we be a people, a people of integrity: being who we say we are and doing what we say.&lt;/span&gt;" Kemunafikan adalah kebalikan dari semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri umum kedua manusia Indonesia, kata Mochtar Lubis, adalah "segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya." Bukankah sering kita dengar, kalau terjadi kegagalan, kesalahan atau bencana di republik ini, maka sang pejabat dengan piawai mengelak bertanggung jawab dan dengan gampangnya menyalahkan bawahan, sementara si bawahan berusaha membela diri dengan alasan, "Saya hanya melaksanakan perintah atasan"? Atau, kalau mau lebih mudah, bukankah mudah sekali tinggal menyalahkan Tuhan dengan mengatakan semua itu bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;human error&lt;/span&gt;, tapi murni bencana alam. "Halah, gitu aja kok repot!?," begitu kata manusia Indonesia. Atau, coba saja perhatikan dagelan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeles&lt;/span&gt; dari tokoh-tokoh republik ini yang terkait kasus aliran dana Bank Indonesia ke DPR yang masih hangat. Atau, perhatikan tingkah polah sok polos dan keranjingan lupa dari para tersangka koruptor yang kasusnya masih diproses hingga detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri umum ketiga dari manusia Indonesia adalah berjiwa feodal yang sudah berurat berakar, tidak hanya di kalangan atas, tetapi juga di kalangan bawah. Bukankah banyak penguasa di republik ini cepat sekali panas kupingnya jika dikritik, tetapi begitu senang dipuji, meski pujian itu kosong bahkan sebenarnya bohong? Begitu pula, rasanya tidak sulit menemukan di republik ini orang yang hidupnya sukses karena menjilat ke atas, menyikut ke samping, dan menendang ke bawah. Ciri umum keempat manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis adalah masih percaya takhyul, meski sudah berpendidikan tinggi. Lihat saja, kalau bukan karena ada pasar yang menguntungkan, bagaimana mungkin di layar TV kita berulang kali ditayangkan iklan dimana ada orang yang berani bilang kalau lahir pada hari Selasa Kliwon cocoknya bukan kerja di air, tapi jadi pedagang?? Lantas, kalau punya bisnis tambak udang yang harus kerja di air, apa itu bukannya pedagang? Meski tak masuk di akal, anehnya, masih ada saja manusia Indonesia yang percaya hal-hal bodoh semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada beberapa ciri umum negatif lainnya dari manusia Indonesia, menurut Mochtar Lubis. Semoga kuping Saudara masih belum terlalu panas untuk mendengarnya. Katanya, manusia Indonesia itu umumnya punya watak yang lemah, karakternya kurang kuat. Mereka mudah mengubah keyakinannya atas nama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;survival&lt;/span&gt;, apalagi jika dipaksa. Tidak hanya itu, manusia Indonesia umumnya juga tidak hemat, boros dan senang belanja, meski uangnya belum ada alias kredit. Manusia Indonesia umumnya juga tidak suka bekerja keras, kecuali terpaksa atau diawasi. Keinginannya gimana supaya sukses instan, cepat kaya, dan gampang punya gelar tinggi sampai doktor biar disegani, meski cuma dibeli dengan sekian lembar kertas warna merah yang, ironisnya, bergambar Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mochtar Lubis belum puas sampai di sana. Di matanya, manusia Indonesia itu suka menggerutu dan mengkritik, cuma sayangnya tidak berani secara terbuka dan enggan mencarikan jalan keluar atau memberi diri jadi solusi. Manusia Indonesia juga akrab dengan kebiasaan susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah, apalagi orang itu musuhnya. Belum lagi kebiasaan manusia Indonesia yang suka dengan slogan-slogan yang sejatinya hampa akan arti dan makna. Kepribadian manusia Indonesia yang cenderung lemah juga membuatnya menjadi manusia tukang tiru, bukannya menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trendsetter&lt;/span&gt; tapi justru &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trend-follower&lt;/span&gt;, apalagi kalau sudah bicara apa yang lagi in di luar negeri sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-7200233902620021923?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/7200233902620021923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=7200233902620021923' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7200233902620021923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7200233902620021923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/mendefinisikan-ulang-mahasiswa-kristen_16.html' title='Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (2/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3701661078498079246</id><published>2009-01-16T07:23:00.003+01:00</published><updated>2009-01-16T07:58:43.806+01:00</updated><title type='text'>Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (1/7)</title><content type='html'>Tulisan ini disampaikan oleh penulis di depan para mahasiswa Kristen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) pada Jumat, 24 Oktober 2008. Semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari ini saya diundang untuk menyampaikan ceramah di depan Saudara-saudara sekalian mengenai menjadi mahasiswa Indonesia yang intelektual. Judul yang diberikan kepada saya sangat tepat, yaitu "Mana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taste&lt;/span&gt;-nya??" Menarik bahwa pertanyaan itu diakhiri dengan dua tanda tanya. Mengapa saya sebut ia tepat? Sebab, bagi saya, judul tersebut tidak hanya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masa kini, tetapi juga menyerang satu inti dari seluruh ceramah hari ini, yaitu persoalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taste&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beberapa tanda tanya yang mengakhiri sebuah pertanyaan pada dasarnya ingin menyatakan betapa urgen dan pentingnya pertanyaan itu dijawab dengan tepat. Jawaban yang memuaskan dari pertanyaan yang demikian urgen dan penting tentu akan begitu menyegarkan dan melegakan kita, ibarat aliran air sejuk di kerongkongan seorang musafir di padang pasir nan gersang. Bagi saya, pertanyaan demikian tidak hanya berkesan urgen dan penting, tetapi ia juga kerap kali sarat dengan nuansa geram atau bahkan marah dalam hati sang penanya. Sebagai contoh, itu tercermin dari bagaimana seharusnya kita menyuarakan pertanyaan di judul kita tadi. "Manaaa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taste&lt;/span&gt;-nyaaa??" (dengan seruan) dan bukan "Mana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taste&lt;/span&gt;-nya??" (datar, tanpa semangat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan sekarang ialah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taste&lt;/span&gt; atau rasa apakah yang sedang dipertanyakan keberadaannya di sini? Saudara-saudara, dalam empat puluh lima menit ke depan saya akan berbicara dan kita akan memikirkan tentang rasa sejati dari mahasiswa Indonesia, ciri sejati dari mahasiswa Indonesia. Dengan demikian, seruan pertanyaan tadi menjadi "Mana rasa sejati mahasiswa Indonesia??" "Mana ciri sejati mahasiswa Indonesia??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang Anda pikirkan ketika mendengar seruan tadi? Saudara-saudara, jika kita perhatikan baik-baik, seruan itu menyiratkan setidaknya dua hal penting. Pertama, bahwa jauh di dalam lubuk hati dan benak kita, kita sebenarnya tahu seperti apakah rasa atau ciri sejati mahasiswa itu. Dengan daya pikir kita, kita seharusnya tahu siapakah mahasiswa Indonesia yang sejati itu, meski mungkin samar-samar. Kalau kita tidak pernah tahu bagaimana rasa manis yang seharusnya dimiliki jeruk yang baik, maka saat kita mencicipi jeruk yang rasanya asam atau tawar, bagaimana mungkin kita bisa bertanya "Mana rasa manis jeruknya??" Begitu pula, jika kita tidak memiliki bayangan akan rasa atau ciri mahasiswa Indonesia yang sejati, maka bagaimana mungkin kita mengetahui jika rasa atau ciri sejati itu sudah tiada, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pertanyaan "Mana ciri sejati mahasiswa Indonesia??" menyiratkan bahwa kesejatian mahasiswa Indonesia itu adalah sesuatu yang begitu berharga dan bernilai untuk diharapkan, namun sayangnya sudah sangat sulit ditemukan dalam buramnya potret mahasiswa Indonesia saat ini. Kita sadar sesuatu sudah hilang dan, parahnya, yang hilang itu sangat berharga dan kita sangat membutuhkannya. Ketika kita hendak menikmati sebuah jeruk dan tahu rasa jeruk yang baik, maka tentu kita mengharapkan kesegaran air sarinya yang manis, bukan? Itulah sebabnya, ketika jeruk yang kita makan itu ternyata tidak memiliki apa yang wajar kita harapkan darinya yaitu rasa manis, wajarlah kalau kita dengan jengkel bertanya, "Mana rasa manis jeruknya??" Atau bahkan mungkin kita akan bilang begini, "Ah, jeruk apaan nih? Sudah mahal-mahal kubeli, asam pula!" Akhirnya jeruk itu pun kita buang ke tanah dan kita pijak-pijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3701661078498079246?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3701661078498079246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3701661078498079246' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3701661078498079246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3701661078498079246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/mendefinisikan-ulang-mahasiswa-kristen.html' title='Mendefinisikan Ulang Mahasiswa (Kristen) Indonesia Sejati (1/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-2092092065242950968</id><published>2009-01-16T07:21:00.001+01:00</published><updated>2009-01-16T07:22:18.614+01:00</updated><title type='text'>Berpikir Sistematis Secara Kristen (7/7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sedemikian jauh perjalanan kita hingga akhirnya tiba di penutup. Saya sungguh-sungguh berharap tujuan tulisan tercapai yaitu Anda semakin diperlengkapi untuk mampu berpikir sistematis secara Kristen dan terus berlatih sehingga Anda semakin efektif dan efisien dalam hidup dan berkarya bagi Tuhan sesuai dengan peran yang dipercayakan Tuhan kepada Anda. Satu hal yang perlu saya ingatkan di bagian akhir ini adalah sejauh ini apa yang kita bicarakan sangat menekankan aktifitas otak kiri dengan kekuatan logika dan kognitifnya. Kenyataannya, dalam hidup ini, peran otak kanan dengan emosinya juga punya peran signifikan, termasuk dalam proses analisis dan sintesis. Kedua bagian otak ini seharusnya saling melengkapi dan mendukung. Memang membahas kontribusi dan pengaruh otak kanan bukan elemen dan tujuan dari tulisan ini, jika kita melihatnya sebagai sistem. Semoga dalam waktu yang akan datang aspek tersebut dapat ditambahkan dalam tulisan ini. Selamat berkarya dan melayani dengan setia. Segala kemuliaan bagi Allah Tritunggal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-2092092065242950968?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/2092092065242950968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=2092092065242950968' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2092092065242950968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2092092065242950968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/berpikir-sistematis-secara-kristen-77.html' title='Berpikir Sistematis Secara Kristen (7/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-6841661192423522427</id><published>2009-01-16T07:12:00.002+01:00</published><updated>2009-01-16T07:20:53.442+01:00</updated><title type='text'>Berpikir Sistematis Secara Kristen (6/7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. DUA LINGKARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berpikir sistematis, baik itu analisis atau sintesis, tentunya paling baik dan produktif jika pada akhirnya kita tidak hanya sampai kepada tataran ide sebagai hasil berpikir, tetapi juga kepada aksi, implementasi dan realisasi, jika memungkinkan. Untuk menolong kita memformulasikan bentuk aksi yang dapat kita lakukan sebagai hasil berpikir, saya menemukan bahwa konsep lingkaran kepedulian (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;circle of concern&lt;/span&gt;) dan lingkaran pengaruh (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;circle of influence&lt;/span&gt;) dari Stephen Covey dalam bukunya di atas sangat berguna. Dalam aplikasinya yang akan saya jelaskan setelah ini, saya telah mengembangkan kedua konsep itu lebih lanjut sehingga lebih bermanfaat. Dengan bahasa sederhana, lingkaran kepedulian adalah lingkaran yang melingkupi segala sesuatu yang tentangnya kita peduli. Analogi dengan itu, lingkaran pengaruh adalah lingkaran yang segala sesuatu di dalamnya dapat kita pengaruhi secara langsung. Sebagai contoh, jika kita peduli dengan kondisi hutan kita yang makin tergerus akibat illegal logging, maka itu berarti persoalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;illegal logging&lt;/span&gt; termasuk dalam lingkaran kepedulian kita. Mirip dengan itu, kita dapat secara langsung menjaga agar pohon rindang di halaman rumah kita tidak ditebang orang yang artinya pohon di halaman rumah kita itu termasuk dalam lingkaran pengaruh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengembangkan kedua konsep itu lebih lanjut. Dari contoh sederhana di atas, perhatikan bahwa pohon rindang di halaman rumah kita itu juga termasuk dalam lingkaran kepedulian kita sebab kita menjaganya karena peduli bukan? Namun, apakah persoalan illegal logging termasuk dalam lingkaran pengaruh kita atau tidak ditentukan oleh siapa kita dengan peran dan otoritas yang kita miliki. Jika kita saat ini, misalnya, hanyalah seorang mahasiswa biasa, maka sangat mungkin persoalan itu tidak masuk dalam lingkaran pengaruh kita. Tetapi akan berbeda halnya jika kita adalah orang nomor satu di republik ini, maka tentu lingkaran pengaruh kita yang jelas jauh lebih besar daripada lingkaran pengaruh seorang mahasiswa akan mencakup carut-marutnya persoalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;illegal logging&lt;/span&gt; di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dengan mengetahui bahwa setiap orang memiliki lingkaran kepedulian dan lingkaran pengaruh, kita dapat memposisikan kedua lingkaran itu dengan titik pusat keduanya di titik yang sama. Deskripsi semacam ini akan sangat menolong kita setidaknya dalam dua hal, yaitu (1) mengenal siapa diri kita atau orang lain dan, dengan pengenalan itu, (2) menentukan aksi yang tepat sebagai hasil berpikir atas suatu sistem jika kita ingin mempengaruhinya. Hanya ada dua kemungkinan dari konfigurasi kedua lingkaran semacam ini. Konfigurasi pertama menunjukkan orang yang lingkaran kepeduliannya lebih besar daripada lingkaran pengaruhnya, dan yang kedua adalah orang dengan lingkaran kepedulian yang lebih kecil daripada lingkaran pengaruhnya. Setiap orang dapat dikategorikan ke dalam salah satu dari kedua kemungkinan ini, tentu dengan besar lingkaran yang berbeda-beda. Tidak ada seorang pun yang dapat membatasi kita untuk peduli tentang apa saja sehingga sebenarnya lingkaran kepedulian manusia dapat memiliki panjang jari-jari tak hingga. Namun, karena manusia bukan makhluk yang tidak tak-terbatas, maka lingkaran pengaruh manusia pasti terbatas. Dari kedua konfigurasi di atas, tentu kita akan mudah mengetahui manakah konfigurasi yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa yang sungguh-sungguh ingin membangun bangsa ini bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal sangat menarik dan penting dari kedua lingkaran ini adalah bahwa keduanya memiliki potensi untuk berubah seiring dengan berlalunya waktu, entah membesar atau mengecil. Seorang mahasiswa yang peduli kepada bangsa ini seharusnya memiliki lingkaran kepedulian yang jauh lebih besar daripada lingkaran pengaruhnya yang masih kecil. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, mahasiswa tersebut akan lulus menjadi alumni yang kemudian pelan-pelan akan mendapat kepercayaan semakin besar dalam masyarakat. Setelah dua puluh atau tiga puluh tahun, andaikan mahasiswa tersebut akhirnya menjadi seorang senator muda di negeri ini, maka itu berarti lingkaran pengaruhnya sudah berkembang menjadi jauh lebih besar daripada lingkaran pengaruhnya saat ia masih mahasiswa. Inilah sebabnya pemuda dan mahasiswa harus dijangkau, dilayani, dan dibina baik-baik sebab kita tidak pernah tahu sebesar apa lingkaran pengaruh mereka nantinya. Yang menjadi pertanyaan besar adalah, apakah dengan membesarnya lingkaran pengaruhnya, lingkaran kepeduliannya pun juga turut membesar melebihi lingkaran pengaruhnya? Bukankah ini yang kita harapkan dari pemuda dan mahasiswa kita? Tetapi bagaimana jika justru ketika lingkaran pengaruhnya semakin besar, lingkaran kepeduliannya justru semakin mengecil hingga akhirnya hanya mencakup dirinya sendiri dan keluarganya? Orang-orang dengan konfigurasi lingkaran semacam inilah yang menjadi mimpi buruk dan sumber pembusukan bagi bangsanya dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengenal seperti apa konfigurasi yang kita miliki saat kita berpikir, maka jika kita ingin mempengaruhi sistem yang ada atau, dengan kata lain, mensintesis sebuah sistem yang lebih baik, tugas kita tinggal mengategorikan manakah elemen-elemen sistem tersebut yang masuk dalam lingkaran pengaruh atau lingkaran kepedulian kita. Lalu jika akhirnya kita ingin menetapkan aksi untuk dikerjakan sebagai hasil proses berpikir, maka pekerjaan kita jadi jauh lebih mudah yaitu mari fokus kepada hal-hal yang masuk di lingkaran pengaruh kita saja. Bagaimana dengan yang masuk di lingkaran kepedulian kita tapi di luar lingkaran pengaruh? Terus terang, hampir tidak ada yang dapat kita lakukan terhadapnya saat ini. Tetapi, jika kita tetap menyimpannya dalam lingkaran kepedulian kita sambil kita memperbesar lingkaran pengaruh kita, bukan tidak mungkin akan tiba saatnya hal-hal tadi akhirnya dapat kita pengaruhi secara langsung. Semua ini akan menolong kita untuk terhindar dari stress, kekecewaan dan sungut-sungut yang tidak perlu jika kita peduli kepada begitu banyak hal yang tidak beres di sekitar kita padahal tidak banyak yang dapat kita lakukan untuk mengubahnya. Sebaliknya, kita akan dilatih untuk fokus kepada aksi yang efektif dengan tetap memelihara visi dan semangat untuk terus maju dan berpengaruh lebih besar menjadi pemimpin. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because leadership is all about influence&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal sangat penting yang berlaku bagi kita orang Kristen. Karena kita menyembah Allah yang mahakuasa dan mahahadir, maka kita menyembah Allah sebagai satu-satunya yang memiliki lingkaran kepedulian dan lingkaran pengaruh yang sama-sama tak hingga besarnya, sesuai dengan kehendak-Nya. Karena kita memiliki Allah yang demikian, maka sebenarnya tidak ada hal yang tidak dapat kita pengaruhi sebab dari Kitab Suci kita tahu bahwa doa umat-Nya mampu menggerakkan Allah yang mahakuasa dan mahahadir itu untuk mengerjakan hal-hal yang bukan hanya tidak dapat kita pengaruhi, tetapi bahkan di luar batas-batas kemungkinan kita sebagai makhluk ciptaan, tentu saja semua sesuai dengan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita kembali berefleksi sejenak dari bagian ini. Seperti apakah konfigurasi dua lingkaran Anda saat ini? Apakah yang dikatakan konfigurasi itu tentang siapa diri Anda? Jika demikian, seperti apakah konfigurasi yang ingin Anda miliki sepuluh, dua puluh tahun lagi, bahkan sampai akhir hidup Anda? Sejauh manakah Anda telah mengalami doa kepada Allah bekerja melampaui konfigurasi lingkaran Anda selama ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-6841661192423522427?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/6841661192423522427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=6841661192423522427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6841661192423522427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6841661192423522427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/berpikir-sistematis-secara-kristen-67.html' title='Berpikir Sistematis Secara Kristen (6/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1139172026669455828</id><published>2009-01-16T07:06:00.002+01:00</published><updated>2009-01-16T07:11:21.437+01:00</updated><title type='text'>Berpikir Sistematis Secara Kristen (5/7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. EMPAT HAMBA DAN TUJUH PENASIHAT SETIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini kita sudah belajar apa itu sistem dan bagaimana sebaiknya kita menggunakan sumber daya kita secara efisien untuk berpikir sistematis. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana caranya kita dapat mengenal dan mempelajari elemen-elemen dan interaksi antarelemen di dalam sistem yang sedang kita kaji? Untuk menjawab pertanyaan itu, maka dalam bagian ini, saya memperkenalkan empat hamba dan tujuh penasihat setia yang akan menolong kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat hamba yang dapat membantu kita untuk berpikir sistematis adalah fakta, data, informasi, dan asumsi. Dengan bahasa yang bersahaja, fakta dapat diartikan sebagai segala fenomena aktual yang terjadi atau nyata tentang sesuatu. Contoh sederhana, setiap orang tentu memiliki tanggal lahir yang benar dan itu adalah fakta. Data dapat dinyatakan sebagai deskripsi kuantitatif atau kualitatif tentang sesuatu yang diperoleh misalnya melalui observasi atau pengukuran. Fakta dapat menjadi data, tetapi data belum tentu merupakan fakta. Sebagai contoh, seseorang pada faktanya lahir pada 1 Januari 1970, tetapi ketika kita bertanya kepadanya tanggal berapa ia lahir, ia menjawab tanggal 1 Januari 1975. Bagi kita, 1 Januari 1975 adalah data yang kita miliki tentang orang itu, yang sayangnya merupakan data yang telah dimanipulasi sebab berbeda dengan fakta. Informasi adalah pengetahuan yang kita peroleh tentang sesuatu setelah memproses data yang kita miliki tentang sesuatu itu dan fenomena lainnya. Dari contoh terakhir, jika kita membandingkan orang tadi dengan seseorang yang lain yang faktanya lahir pada tanggal 1 Januari 1970, maka kita dapat mengatakan bahwa orang&lt;br /&gt;pertama lebih muda lima tahun dari orang kedua. Karena data kita tentang orang pertama itu keliru, maka informasi yang kita tarik dari data keliru tersebut pun menjadi keliru pula. Pemrosesan data untuk mendapatkan informasi memiliki beragam bentuk, seperti membandingkan, memperhatikan tren atau kecenderungan data, dan mengkaji pola statistik dari data. Asumsi sendiri adalah anggapan tentang sesuatu yang seharusnya dikonstruksi&lt;br /&gt;berdasarkan fakta atau data dari masa lalu tentang sesuatu itu dan berbagai fenomena lainnya. Dari contoh di atas, pada tahun 2008, maka orang pertama yang setahu kita lahir pada 1 Januari 1975 seharusnya berumur 33 tahun. Dengan memperhatikan fakta umum di masyarakat Indonesia, maka jika orang pertama itu adalah perempuan, maka mungkin ada orang yang mengasumsikan bahwa orang tersebut sangat mungkin telah menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah keempat hamba ini dapat menolong kita dalam berpikir sistematis? Prinsip penting yang saya pegang sampai saat ini adalah bahwa kita harus berpikir dengan memaksimalkan fakta dan meminimalkan asumsi. Jika kita memperoleh data dari sumber sekunder, maka adalah sangat berbahaya jika kita langsung menerimanya bulat-bulat sebagai fakta. Akan sangat baik mendapatkan fakta langsung dari sumber primer atau dari lapangan, jika memungkinkan. Jika tidak, maka pastikanlah data yang kita peroleh tentang suatu sistem berasal dari sumber-sumber yang memiliki rekam jejak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;track record&lt;/span&gt;) yang baik sebagai sumber-sumber dengan tingkat kepercayaan tinggi. Dengan demikian, kita dapat menjaga bahwa upaya berpikir kita tidak akan berujung sia-sia hanya dengan informasi sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikanlah bahwa kita paling berhati-hati dengan asumsi. Satu kondisi dimana asumsi diperlukan adalah jika kita tidak dapat memiliki atau mengakses fakta yang kita butuhkan pada saat ini. Demikian juga, asumsi sering kali dibutuhkan ketika kita harus memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Dalam hal inilah validitas dan tingkat kepercayaan kita tentang asumsi yang dibuat harus setinggi mungkin. Contoh asumsi yang diberikan di atas bahwa orang tersebut sangat mungkin telah menikah adalah contoh pembuatan asumsi yang harus dihindarkan jauh-jauh. Mengapa? Sebab jika kita memang perlu tahu apakah orang tersebut telah menikah atau tidak, maka cara terbaik adalah dengan langsung bertanya kepada orang tersebut atau melihat statusnya di kartu identitas yang dikeluarkan oleh pihak ketiga yang independen dan berotoritas penuh seperti negara. Jadi, sekali lagi, dalam berpikir dan juga dalam hidup ini, waspadalah dengan semua yang termasuk asumsi sebab, pada realitanya, kerap kali banyak persoalan yang tidak perlu menjadi muncul karena asumsi. Mari kita ikuti apa yang Tuhan Yesus ajarkan: jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak. Karena itu, berhematlah&lt;br /&gt;menggunakan kata mungkin dan teman-temannya, seperti barangkali, iya kali, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berpikir tentang suatu sistem, maka kita harus fokus kepada fakta dari elemen-elemen dan pola interaksi antarelemen di dalam sistem. Pertanyaannya, bagaimanakah kita mendapatkan fakta dan data yang kita butuhkan serta menyarikan informasi ketika berpikir sistematis? Di sinilah kita membutuhkan bantuan tujuh penasihat setia yang dimiliki oleh setiap orang. Enam penasihat pertama biasa dikenal dengan 5W1H yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what, where, when, who, why, &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;how&lt;/span&gt;. Dengan aktif bertanya saat kita berpikir, kita akan menemukan jalan untuk mendapatkan apa yang kita cari. Namun, bagi saya, keenam itu belum cukup. Penasihat ketujuh yang menurut saya sangat menolong, khususnya untuk melatih kreatifitas, adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what if&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;why not&lt;/span&gt;. Umumnya keempat penasihat pertama, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what, where, when, who, &lt;/span&gt;lebih banyak dipakai untuk memperoleh dan mengumpulkan data, sementara ketiga yang terakhir, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;why, how,&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what if &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;why not &lt;/span&gt;lebih sering digunakan saat memproses data untuk memperoleh informasi. Semakin banyak fakta dan semakin sedikit asumsi yang kita miliki, semakin efektif pula proses berpikir sistematis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai refleksi singkat kita dari bagian ini, mari Anda ambil waktu sejenak untuk mengingat-ingat apa saja asumsi-asumsi yang sampai saat ini masih Anda pegang sebagai prinsip dasar dalam hidup Anda. Apakah memang asumsi-asumsi itu valid dan layak Anda percayai? Lalu, apakah dampak dari prinsip hidup Anda yang berdasar pada asumsi tersebut pada hidup Anda sejauh ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1139172026669455828?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1139172026669455828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1139172026669455828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1139172026669455828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1139172026669455828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/berpikir-sistematis-secara-kristen-57.html' title='Berpikir Sistematis Secara Kristen (5/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-2223621091260661659</id><published>2009-01-16T07:02:00.002+01:00</published><updated>2009-01-16T07:06:18.840+01:00</updated><title type='text'>Berpikir Sistematis Secara Kristen (4/7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. FOKUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sekarang sudah tahu bahwa sistem yang hendak kita analisis atau sintesis ternyata dibentuk oleh elemen-elemen dengan fungsi-fungsi tertentu. Untuk mengenal seluruh sistem itu, tentu kita harus mempelajari dan memahami seluruh elemen pembentuknya dan seluruh pola interaksi antarelemen yang ada di dalam sistem tersebut. Kenyataannya adalah kerap kali kita tidak perlu mempelajari seluruh sistem tersebut yang tentunya membutuhkan sumber daya (waktu, tenaga, uang) yang jauh lebih banyak dari yang kita miliki. Karena keterbatasan sumber daya itulah maka kita perlu memfokuskan upaya berpikir kita kepada elemen-elemen sistem yang memiliki peran dan fungsi paling dominan yang memungkinkan fungsi-fungsi utama sistem tersebut dapat bekerja dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menolong kita fokus dan konsentrasi dalam berpikir sistematis, maka saya menggunakan Prinsip Pareto * yang sudah cukup lama dikenal. Prinsip Pareto menyatakan bahwa 80% akibat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;effects&lt;/span&gt;) datang dari 20% sebab (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;causes&lt;/span&gt;). Prinsip Pareto diformulasikan atas studi Vilfredo Pareto, seorang ekonom Italia, yang menyatakan bahwa 80% pendapatan di Italia dimiliki oleh 20% populasi. Prinsip Pareto ini tidak jarang ditemukan dalam kehidupan nyata, misalnya, Microsoft melaporkan bahwa dengan memperbaiki 20% &lt;span style="font-style: italic;"&gt;computer bugs &lt;/span&gt;yang paling sering dilaporkan, 80% pengguna tidak menemukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bug&lt;/span&gt; apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengasumsikan bahwa secara umum fenomena atau sistem yang kita kaji juga mengikuti Hukum Pareto dimana hanya sekitar 20% dari seluruh elemen sistem yang berkontribusi kepada 80% fungsi seluruh sistem, maka untuk mencapai pengenalan atau membangun model dari suatu sistem dengan tingkat minimal 80%, maka kita cukup mengkonsentrasikan seluruh upaya berpikir kita kepada 20% dari seluruh elemen sistem yang memang paling penting. Untuk mengetahui manakah elemen yang termasuk 20% ini, kita perlu mengetahui fungsi elemen dan hubungannya dengan fungsi-fungsi utama sistem. Dengan memperhatikan pola hubungan antarelemen sistem, kita akan mampu memilah-milah manakah elemen inti dan elemen pendukung dari sebuah sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh sederhana, pada umumnya sebuah panitia kamp mahasiswa terdiri dari beberapa seksi seperti seksi acara, seksi transportasi dan akomodasi, seksi keamanan, seksi dana, dan seksi konsumsi. Sekarang, bergantung kepada apakah tujuan utama dari kamp tersebut, kita dapat mengetahui manakah seksi yang menjadi inti dan manakah seksi yang berfungsi sebagai pendukung. Andaikata kamp itu disebut berhasil jika seluruh peserta kamp memahami dan mencamkan tema dan semangat dari kamp tersebut, maka dapat dikatakan bahwa seksi acara merupakan elemen inti dari sistem panitia kamp tersebut. Dengan demikian, jika panitia ingin kamp berlangsung 80% sukses, maka seksi acara harus mendapat fokus utama dari seluruh upaya panitia. Tentu saja, karena kita orang Kristen yang seharusnya bertekad selalu memberi yang terbaik yaitu nilai 10, lalu mengapa cukup berpuas diri hanya dengan angka 8 bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti bagian-bagian sebelumnya, mari kita berefleksi sejenak dari bagian ini. Jika Anda memandang diri dan hidup Anda sebagai sebuah sistem, maka aspek-aspek apa saja dari hidup Anda yang merupakan 20% bagian terpenting agar hidup Anda berhasil? Dari aspek-aspek yang dapat Anda sebutkan itu, apakah yang dapat Anda katakan tentang apa hal paling penting yang sangat ingin Anda capai dalam hidup Anda? Sudahkah Anda lebih dulu fokus kepada 20% aspek penting itu atau justru sebaliknya mengabaikannya dan malah fokus kepada aspek-aspek yang sebenarnya jauh kalah penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;* &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pareto_principle"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Pareto_principle&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-2223621091260661659?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/2223621091260661659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=2223621091260661659' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2223621091260661659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2223621091260661659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/berpikir-sistematis-secara-kristen-47.html' title='Berpikir Sistematis Secara Kristen (4/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-2776038401554315842</id><published>2009-01-16T06:54:00.003+01:00</published><updated>2009-01-16T07:01:02.906+01:00</updated><title type='text'>Berpikir Sistematis Secara Kristen (3/7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. FENOMENA, SISTEM, ANALISIS DAN SINTESIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mampu mendefinisikan titik awal dan titik akhir di atas, maka sudah saatnya kita mulai proses berpikir sistematis. Berpikir sistematis berintikan pada kata pikir dan sistem. Saat ini saya perlu memperkenalkan secara sederhana beberapa istilah yang sering digunakan dalam tulisan ini yaitu fenomena, sistem, analisis, dan sintesis *.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena adalah segala sesuatu yang dapat dibayangkan oleh manusia atau dengannya manusia dapat berinteraksi melalui inderanya. Jika kita perhatikan baik-baik, sangat sulit menemukan sebuah fenomena yang hanya terdiri dari fenomena itu sendiri sebagai entitas tunggal. Fenomena ini membawa kita kepada sistem yang secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah fenomena yang memiliki dua ciri dasar, yaitu (1) terdiri dari elemen-elemen yang membentuknya atau menentukan karakteristiknya dimana setiap atau sekelompok elemen memiliki fungsi masing-masing yang mengkonstruksi fungsi-fungsi seluruh sistem, dan (2) pola keterkaitan atau interaksi antarelemen yang membentuk hubungan sebab-akibat dan/atau transfer massa-informasi. Sebagai contoh, jam tangan yang mungkin sedang Anda pakai di lengan Anda dapat kita pandang sebagai satu fenomena semata atau sebagai sebuah sistem yang terdiri dari berbagai elemen yang memiliki pola interaksi tertentu sehingga jam tersebut dapat berfungsi dengan baik. Beberapa elemen jam tangan tersebut adalah mesin jam, badan jam yang memuat dan melindungi mesin, tali atau rantai jam dari kulit atau logam, serta konektor yang menghubungkan dan mengunci kedua ujung tali atau rantai jam sehingga jam itu bisa melingkar manis menghiasi lengan Anda dan melayani Anda dengan menunjukkan waktu setiap saat Anda perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali elemen dari sebuah sistem sejatinya merupakan sebuah sistem tersendiri yang terdiri dari elemen-elemen yang lebih kecil. Elemen demikian dapat kita sebut sebagai sebuah subsistem. Sebagai contoh, mesin jam di atas merupakan sebuah subsistem dari sebuah sistem jam tangan dan ia terdiri dari komponen-komponen yang lebih elementer dengan pola interaksi yang kompleks, seperti sekian banyak roda gigi berukuran kecil, mur dan baut, dan sejumlah jarum jam yang menunjukkan jam, menit, dan detik. Semakin kompleks sebuah sistem, tentu semakin banyak pula tingkat subsistem yang membentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan konsep fenomena dan sistem di atas, kita dapat memberikan definisi lain untuk proses berpikir. Secara sederhana, saya dapat katakan bahwa seseorang disebut berpikir tentang sesuatu jika ia memandang sesuatu itu tidak lagi sebagai fenomena tetapi sebagai sistem dengan kompleksitasnya. Dua orang sedang memandang bulan purnama tetapi isi pikirannya bisa berbeda. Satu orang memandang bulan hanya sebagai fenomena yang artinya ia tahu bulan yang dilihatnya itu ada tetapi cukup sampai di sana. Orang kedua tidak hanya sadar sepenuhnya bahwa bulan purnama itu ada, tetapi lebih dari itu, ia memandang bulan purnama sebagai sebuah objek yang berbentuk bulat, berwarna putih, memancarkan cahaya, dan muncul secara periodik sekali dalam sebulan. Bagi saya, orang kedualah dan bukan orang pertama yang sedang berpikir tentang bulan purnama meski keduanya sedang memandangnya. Intinya, seseorang bisa saja sedang berinteraksi dengan sesuatu melalui inderanya tetapi orang itu tidak sedang berpikir tentang sesuatu itu. Masih ingatkah Anda kapankah terakhir kali Anda melihat seseorang sedang berada di depan Anda dan mendengar dia berbicara kepada Anda, tetapi Anda justru sedang sibuk memikirkan seseorang atau sesuatu yang lain nun jauh entah dimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang setelah kita mengetahui sistem, maka yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimanakah berpikir sistematis itu? Dengan memandang berpikir sistematis yang berbasis sistem itu sendiri sebagai sebuah sistem berpikir, maka berpikir sistematis mencakup dua cara berpikir besar, yaitu berpikir analitik (analisis) dan berpikir sintetik (sintesis). Secara sederhana, analisis adalah proses berpikir yang berintikan penguraian sebuah sistem menjadi elemen-elemen dan pola interaksi antarelemen lalu mempelajarinya untuk kemudian menghasilkan kesimpulan guna menjawab kebutuhan yang menjadi titik akhir berpikir. Artinya, dalam analisis, sistem yang hendak diurai sudah ada sebelum proses berpikir dimulai, yaitu sistem sudah ada di titik awal. Dalam analisis, setelah menentukan titik akhir, maka kita umumnya bergerak dari titik awal ke titik akhir. Dalam bidang ilmu, sains pada umumnya merupakan proses analisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkebalikan dengan itu, sintesis merupakan proses berpikir yang, melalui proses desain dan pemodelan, lebih dulu menempatkan sebuah sistem imajinatif yang hendak dikonstruksi di titik akhir dan kemudian berusaha membangunnya menurut desain atau model tersebut berdasarkan hasil analisis sistem yang sudah ada atau, jika belum, hasil penciptaan dan inovasi. Tentu saja sistem imajinatif yang hendak diwujudkan ini seharusnya lebih baik daripada sistem-sistem sejenis yang sudah ada dan ia dikonstruksi untuk menjawab kebutuhan yang belum mampu dipenuhi oleh sistem-sistem yang sudah ada itu. Berbeda dengan sains yang pada intinya merupakan proses analisis, maka bidang teknik atau ilmu rekayasa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;engineering&lt;/span&gt;) pada intinya merupakan sintesis. Memperhatikan hubungan analisis dan sintesis, maka kita seharusnya dapat melihat bagaimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;science&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;engineering&lt;/span&gt; bekerja sama dan saling melengkapi dalam mengatasi persoalan-persoalan yang manusia hadapi. Lalu, dimanakah matematika dalam hal ini? Bagi saya, matematika pada dasarnya dapat dipandang sebagai bahasa yang digunakan dalam sains dan ilmu rekayasa serta dalam komunikasi antara keduanya sehingga tercipta saling pengertian dan pemahaman yang benar dan konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sistem dapat digambarkan secara baik dengan berbagai cara. Dibandingkan dengan cara-cara yang umum digunakan seperti tabulasi dan daftar, saya menekankan visualisasi sistem dengan menggunakan peta pikiran (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mind map&lt;/span&gt;) yang dipelopori dan dipopulerkan oleh Tony Buzan yang telah banyak menulis buku tentang konsep dan aplikasi peta pikiran. Peta pikiran sangat cocok tidak hanya dengan cara kerja otak manusia saat berpikir, tetapi juga dengan natur sistem dengan segala elemen dan interaksinya yang kompleks. Kali ini, saya tidak akan menjelaskan dengan detil tentang peta pikiran dan karenanya saya sarankan pembaca untuk merujuk berbagai literatur yang sudah banyak tersedia mengenai peta pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai refleksi dari bagian ini, seperti pernah dikatakan oleh Socrates bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;an unexamined life is not worth living&lt;/span&gt;, pernahkah Anda menganalisis hidup seperti apakah yang sudah Anda hidupi selama ini? Pernahkah Anda mencoba membayangkan seperti apakah hidup dan diri Anda yang paling baik yang dapat Anda wujudkan? Jika ya, bagaimanakah Anda sudah mencoba mensintesis diri Anda menuju ke arah diri dan hidup yang Anda inginkan itu? Lalu, pertanyaan paling penting, bagaimanakah Anda menempatkan Allah di dalam seluruh proses itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;* Saya berterima kasih kepada seorang mentor saya, Prof. Saswinadi Sasmojo, profesor emeritus bidang teknik kimia di Institut Teknologi Bandung, yang telah mengajarkan saya dasar-dasar tentang semua ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-2776038401554315842?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/2776038401554315842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=2776038401554315842' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2776038401554315842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2776038401554315842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/berpikir-sistematis-secara-kristen-37.html' title='Berpikir Sistematis Secara Kristen (3/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-7919867346126300578</id><published>2009-01-16T06:46:00.003+01:00</published><updated>2009-01-16T07:01:31.397+01:00</updated><title type='text'>Berpikir Sistematis Secara Kristen (2/7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. AWAL DAN AKHIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu prinsip sangat penting dalam berpikir sistematis saya pinjam dari Stephen Covey * yaitu memulai dari akhir&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;. Prinsip ini memang asing dari pemahaman orang pada umumnya yaitu memulai dari awal. Namun untuk dapat berpikir sistematis, kita perlu dan bahkan harus memulai dari akhir. Akhir yang saya maksud di sini adalah tujuan dari seluruh proses berpikir itu. Misalnya, kita berpikir tentang suatu sistem dengan tujuan memahami dengan baik bagaimana sistem tersebut bekerja sesuai dengan fungsinya. Maka akhir dari proses berpikir kita tentang sistem itu adalah ketika kita sepenuhnya mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai dari akhir ini sangat penting dan berguna bagi kita dalam berpikir sebab titik akhir akan menentukan arah dan tujuan dari aktifitas berpikir kita. Fokus kepada tujuan akan mencegah kita dari ketersesatan dan memimpin kita menolak segala godaan untuk melenceng dari tujuan, semenarik apapun godaan itu. Arah akan menolong kita dalam menentukan pilihan-pilihan yang harus kita ambil saat berpikir, sementara tujuan akan memberitahu kita apakah proses berpikir kita sudah berhasil atau tidak. Dengan mengetahui akhir, kita juga akan mampu memperkirakan skala persoalan yang hendak kita pikirkan. Jika kita mengibaratkan proses berpikir sebagai perjalanan dari satu tempat ke tempat tujuan, maka mengetahui tempat tujuan itu menolong kita mengetahui berapa jauh jarak yang harus kita tempuh dan mengalkulasi persiapan dan perjuangan yang harus dilakukan untuk tiba di sana. Untuk merancang rute yang menghubungkan titik awal dan titik akhir, kita dapat menggunakan dua cara, yaitu bergerak dari awal ke akhir dan/atau dari akhir ke awal. Kalkulasi ini sangat menentukan semangat dan moral kita sebelum memulai perjalanan berpikir. Tidak ada yang lebih melemahkan semangat daripada mengetahui dari awal bahwa perjalanan mencapai titik akhir itu begitu panjang dan berat melebihi kemampuan kita seolah-olah ia merupakan perjalanan tanpa akhir. Sebaliknya, jika dari awal kita sudah tahu dan yakin bahwa kita mampu mencapai titik akhir, tentu kita akan bersemangat bukan? Ketika titik akhir berhasil kita capai, maka tidak hanya semangat kita makin menggelora, tetapi kita juga sudah melengkapi arti dari seluruh perjalanan berpikir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin muncul pertanyaan, bagaimana kita dapat menentukan akhir tersebut? Pertanyaan itu jelas mengasumsikan bahwa kitalah yang bertugas menentukan akhirnya. Tentu saja, ada saat orang lain menentukannya bagi kita dan jika demikian, akhir itu sudah jelas bagi kita. Tetapi jika kita yang harus menentukan titik akhir dari perjalanan berpikir tersebut, maka menurut saya, kita perlu mengenal dengan baik titik awalnya yang tidak lain merupakan kondisi kita saat kita hendak mulai berpikir. Karena kita tentu ingin agar pemanfaatan sumber daya yang kita miliki (waktu, tenaga, uang) untuk berpikir itu menjadi produktif, maka akhir proses berpikir itu seharusnya memenuhi kebutuhan penting atau keinginan yang belum terpenuhi saat kita hendak mulai berpikir. Jadi, sebenarnya memulai dari akhir saja belum tentu benar sebab pernyataan itu mengasumsikan bahwa kita sudah tahu titik akhirnya. Jika asumsi itu tidak terpenuhi, maka tentu kita harus mulai dengan mengenal titik awal dulu untuk dapat memulai dari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan yang saat ini belum terpenuhi itu tentu saja bergantung kepada kita masing-masing dan ini juga berarti bahwa titik akhir atau tujuan dari orang-orang yang berpikir tentang satu hal yang sama sangat mungkin berbeda-beda. Misalnya, tujuan seorang ketua partai politik dan seorang rakyat biasa yang memiliki hak pilih saat menganalisis Pemilu 2009 tentu bisa berbeda. Ketua partai politik itu bisa saja bertujuan untuk memperkirakan bagaimana partainya dapat mencapai target jumlah kursi legislatif, sementara tujuan rakyat biasa itu hanya untuk mengetahui apakah sebaiknya ia menggunakan hak pilihnya atau lebih baik ia golput saja. Karena itu, dalam berargumentasi atau berdiskusi, sangat penting untuk mencari tahu dua titik penting dari setiap pihak yang terlibat dalam diskusi, yaitu titik awal dan titik akhir dalam berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat saya menyimpulkan bahwa dalam berpikir kita perlu menentukan dan memiliki dua titik yang tentunya terpisah satu sama lain, yaitu titik awal, atau kondisi saat kita hendak mulai berpikir, dan titik akhir, yaitu tujuan dan kondisi ideal yang hendak kita capai seusai berpikir. Bergerak dari sini, saya dapat mendefinisikan proses berpikir sebagai proses efektif untuk menentukan rute paling efisien yang menghubungkan dua titik tersebut dengan bergerak dari titik awal ke titik akhir dan/atau bergerak dari titik akhir menuju titik awal. Pada dasarnya, kita perlu mengenal titik awal dengan baik untuk mampu mendefinisikan titik akhir secara baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai renungan dan refleksi singkat dari bagian ini, jika Anda memandang hidup Anda dengan setiap tarikan dan hembusan nafasnya sebagai sebuah perjalanan, apakah Anda sudah mengetahui dengan jelas titik akhir hidup Anda yang Anda kehendaki? Dengan kata lain, apakah visi dan tujuan hidup Anda? Jika Anda telah memilikinya, dengan cara bagaimanakah Anda mengetahuinya? Apakah Anda yang menentukannya sendiri atau Anda mengetahuinya dari Sang Sumber Hidup? Seperti apakah akhir hidup yang Anda inginkan sehingga, jika akhirnya Anda mencapainya, Anda yakin Anda telah menjalani sebuah perjalanan hidup yang berarti? Singkatnya, apakah Anda memulai dari akhir dalam hidup Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;* Covey, S., &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Seven Habits of Highly Effective People&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-7919867346126300578?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/7919867346126300578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=7919867346126300578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7919867346126300578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7919867346126300578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/berpikir-sistematis-secara-kristen-27.html' title='Berpikir Sistematis Secara Kristen (2/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-971129692190654109</id><published>2009-01-16T06:36:00.004+01:00</published><updated>2009-01-16T06:46:08.567+01:00</updated><title type='text'>Berpikir Sistematis Secara Kristen (1/7)</title><content type='html'>Tulisan ini sebagian besar telah disampaikan di Pendidikan Politik Kelompok Diskusi dan Aksi Sosial (KDAS) di Sibolangit Sumatra Utara pada Sabtu, 27 September 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk berpikir merupakan satu ciri sangat penting dari manusia yang membedakannya dari makhluk ciptaan lainnya. Kemampuan berpikir memampukan manusia untuk terus maju dan berkembang menjadi seperti saat ini. Dengan berpikir, manusia mampu mengemban Amanat Budaya dari Allah untuk menaklukkan bumi dengan mengenali dan mengatasi persoalan-persoalan yang dia hadapi. Dari Kitab Suci kita tahu bahwa manusia telah diberikan kemampuan berpikir sebelum jatuh ke dalam dosa. Namun, kejatuhan manusia ke dalam dosa telah merusak segala sesuatu, termasuk kemampuan berpikir manusia. Setelah manusia berdosa, maka daya pikir, demikian juga segala kemampuan lainnya yang Allah beri, dapat dipergunakan manusia untuk tujuan yang baik atau buruk. Sayangnya, tidak sedikit manusia terkungkung dalam kondisi dimana ia bukan hanya tidak tahu atau tidak mampu mengoptimalkan dan mengembangkan kemampuan berpikir yang ia terima dari Penciptanya, tetapi lebih buruk dari itu, ia tidak tahu sama sekali betapa besarnya potensi daya pikir yang ia terima dari Tuhan Allah dan untuk tujuan apa itu semua telah diberikan. Keterkungkungan ini pun dapat terjadi pada potensi lainnya yang telah Allah beri kepada manusia. Kondisi yang menyedihkan ini sering kali dijadikan alat bagi kelompok manusia tertentu yang secara sengaja dan terencana membodohi kelompok manusia lainnya dengan semangat eksploitasi yang menindas dan membelenggu kemerdekaan seperti yang kerap kita saksikan di banyak tempat dan, barangkali, di sekitar kita juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar hasil observasi, pembelajaran dan pengalaman hidup saya selama ini, tulisan ini saya susun untuk menjelaskan teknik-teknik berpikir sistematis yang diharapkan dapat mengembangkan potensi daya pikir yang dimiliki untuk menganalisis fenomena umum atau aktual untuk menarik kesimpulan yang tepat guna mengambil tindakan yang seharusnya dilakukan. Namun, tujuan ini tidak boleh berhenti di sana sebab sangat mungkin, dengan naturnya yang berdosa, manusia yang sudah menguasai dan mengembangkan teknik-teknik ini lebih lanjut akan menggunakannya untuk maksud-maksud yang mendukakan bahkan melawan Allah. Karena itulah, teknik-teknik berpikir sistematis yang dijelaskan di sini dimaksudkan semata-mata untuk menjadi alat dan senjata kebenaran sebagai bentuk penyembahan kepada Allah untuk tujuan-tujuan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Kedua tujuan ini menjadi dasar mengapa judul tulisan ini menjadi seperti di atas, yaitu berpikir sistematis secara Kristen. Jika kedua tujuan ini tercapai, maka saya berharap orang Kristen, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa, mampu berkarya lebih efisien dan efektif di dunia sesuai dengan peran dan misi yang mereka terima dari Allah, semuanya dengan satu dan hanya satu tujuan: agar rencana-Nya digenapi demi kemuliaan-Nya. Mari kita mulai perjalanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. KERANGKA BERPIKIR DAN TOLOK UKUR KEBENARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama ini memberikan koridor dan kerangka yang tidak hanya mengurung dan membatasi teknik-teknik berpikir sistematis yang akan dijelaskan tetapi juga memberi arah dengan memberikannya tujuan yang tepat sesuai kebenaran. Seluruh tulisan ini didasarkan kepada semangat dan prinsip bahwa berpikir adalah satu bentuk cinta dan penyembahan kepada Allah yang dikehendaki dan disukai-Nya dengan tujuan mengenali dan menaati kehendak Allah bagi manusia sebagai kebenaran demi penggenapan rencana Allah bagi kemuliaan-Nya (Markus 12:30, Roma 12:1-2). Seluruh tulisan ini juga didasarkan pada prinsip bahwa satu-satunya tolok ukur kebenaran yang digunakan adalah Kitab Suci yang dipahami dengan tepat, baik, dan benar. Dengan kata lain, segala yang dipaparkan di sini didasarkan pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Christian worldview&lt;/span&gt;. Pikiran dan hati yang dipenuhi, dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus dan Firman Tuhan menjadi syarat mutlak untuk berpikir sistematis secara Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totalitas akal budi yang Tuhan Yesus minta untuk mengasihi Allah seharusnya menjadi dasar semangat untuk terus belajar menggunakan dan mengembangkan daya pikir pemberian Allah yang potensi sebenarnya lebih besar dari yang dapat kita pikirkan. Untuk itu, dengan menerima sepenuhnya dan mencamkan prinsip-prinsip dan tujuan dasar dan paling utama ini, maka kita sudah memiliki bekal cukup untuk memperlengkapi diri untuk mampu berpikir sistematis secara Kristen. Ini penting sebab saya perlu mengingatkan bahwa beberapa konsep dari sumber-sumber non-Kristen akan digunakan dalam tulisan ini, namun semua itu akan tunduk sepenuhnya kepada prinsip-prinsip dan tujuan dasar di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-971129692190654109?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/971129692190654109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=971129692190654109' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/971129692190654109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/971129692190654109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/berpikir-sistematis-secara-kristen-17.html' title='Berpikir Sistematis Secara Kristen (1/7)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-8413609894951981232</id><published>2009-01-16T06:19:00.004+01:00</published><updated>2009-01-16T06:30:48.289+01:00</updated><title type='text'>Memerangi Kebodohan dan Obesitas Rohani</title><content type='html'>Aku diminta menulis untuk INFO Perkantas Jabar edisi Januari 2009 dan ini tulisan yang aku submit. Ga tahu juga apa bakal diterima, moga2 ga terlalu keras. Semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang membangun rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya. (Matius 7:24-27)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang sangat menarik dari perkataan Tuhan Yesus di atas. Baik orang bijaksana dan orang bodoh sama-sama mendengar Firman Tuhan. Perbedaan antara orang bijaksana dan orang bodoh di mata Tuhan Yesus bukan apakah mereka mendengar atau tidak mendengar Firman Tuhan, tetapi apakah mereka melakukan atau tidak melakukan Firman Tuhan yang telah mereka dengar. Bagi Tuhan, yang membuat segala sesuatu berbeda bukan soal mendengar, tapi soal melakukan Firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita dapat membuat empat kuadran. Kuadran Pertama yaitu orang yang tidak mendengar dan juga tidak melakukan Firman Tuhan. Ini sebuah keniscayaan. Di Kuadran Kedua adalah orang yang tidak mendengar Firman Tuhan tapi melakukannya. Ini adalah sebuah kemustahilan. Tuhan Yesus membicarakan dua kuadran terakhir. Orang yang mendengar Firman Tuhan tapi tidak melakukannya berada di Kuadran Ketiga yang, dalam istilah saya, mengalami obesitas rohani. Tentu kita tahu siapa yang berada di Kuadran Keempat, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan manusia, Tuhan menilai manusia dengan cara pandang rohani. Secara sederhana kita dapat mendefinisikan tingkat kebijaksanaan, kesehatan atau kedewasan rohani sebagai rasio pendengaran/pengetahuan seseorang akan Firman Tuhan terhadap penerapan Firman Tuhan yang telah diketahui. Obesitas rohani adalah kondisi jika nilai rasio itu sudah kelewat besar. Ibarat orang yang mengalami obesitas fisik akibat terlalu banyak makan tetapi terlalu sedikit bergerak, maka orang yang mengidap obesitas rohani 'terlalu banyak' mendengar Firman Tuhan tetapi 'terlalu sedikit' melakukan Firman Tuhan yang telah didengarnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mencoba sejenak menggunakan cara pandang Tuhan tadi untuk melihat kepada siswa/mahasiswa yang telah menikmati pelayanan Perkantas dan alumni Perkantas, bagaimanakah yang paling banyak kita lihat? Apakah secara rohani mereka bertubuh kekar, tegap dan siap berperang, ataukah tubuh mereka justru miskin akan otot-otot rohani yang terlatih dan malah kaya akan timbunan lemak-lemak rohani? Bukan sekali dua kita mendengar keluhan dan pertanyaan mengapa dari begitu banyak mahasiswa yang telah dibina di Perkantas, jumlah mereka yang menggenapi visi Perkantas saat menjadi alumni masih jauh dari yang diharapkan? Dari segi pendengaran dan pengetahuan akan Firman Tuhan, siswa/mahasiswa binaan Perkantas bisa dikatakan termasuk berkelimpahan. Bukankah kelompok kecil katanya ujung tombak pelayanan Perkantas dari dulu, lengkap dengan berbagai buku-buku penuntunnya? Lihat saja persekutuan mingguan, berbagai eksposisi, pembinaan doktrin, pelatihan, retret dan kamp berhari-hari yang berbiaya tidak sedikit, yang dilayani oleh staf-staf lapangan penuh waktu yang berdedikasi dan kompeten. Cukup tepat jika Perkantas diibaratkan sebagai lumbung makanan rohani kaya gizi. Lalu, mengapa keluhan dan pertanyaan di atas tidak jarang terdengar sampai sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 telah terbentang di depan kita. Dengan semangat baru, mari kita menjadi semakin bijaksana dan bukan semakin bodoh. Mari kita semakin bersungguh-sungguh melatih dan memperkuat otot-otot rohani kita dengan melakukan Firman Tuhan yang sudah kita pelajari dan ketahui. Mari kita hidup tidak hanya menjadi pendengar Firman tapi, yang terutama dan paling penting, menjadi pelaku Firman, sehingga rumah hidup kita, rumah keluarga kita, rumah pekerjaan dan rumah pelayanan kita, semuanya kita bangun di atas batu dan bukan di atas pasir, siap menantang segala hujan, banjir dan angin di tahun baru ini, yang menurut banyak pengamat merupakan tahun yang sulit. Semuanya untuk satu dan hanya satu tujuan, yaitu&lt;br /&gt;kemuliaan Allah Tritunggal. Selamat Tahun Baru. Semoga Tuhan menolong Anda dan saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-8413609894951981232?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/8413609894951981232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=8413609894951981232' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8413609894951981232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8413609894951981232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/memerangi-kebodohan-dan-obesitas-rohani.html' title='Memerangi Kebodohan dan Obesitas Rohani'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1065092908318167149</id><published>2009-01-16T05:56:00.003+01:00</published><updated>2009-01-16T06:13:53.464+01:00</updated><title type='text'>Kulkas raksasa merekTrondheim</title><content type='html'>Akhirnya aku kembali menulis! Sekitar empat bulan aku memang ga update blog karena kembali ke Indonesia dan menjadi fakir bandwidth, kalo dibandingin sama waktu di Eindhoven dulu. Wah, banyak banget sebenernya yang mau aku tulis, terutama sih pengalaman2 dan pelajaran2 berharga selama dua tahun di Belanda. Selain itu empat bulan selama Sep - Des 2008 kemarin itu bener2 waktu2 yang sangat menentukan sebab selama itu aku diperhadapkan dengan beberapa pilihan keputusan yang berdampak jangka panjang dalam hidupku. Melalui waktu2 ini aku juga banyak sekali belajar, meski menyakitkan. Aku pengen share juga yang terakhir ini nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Januari menjadi awal sebuah bab baru dalam hidupku. Bab itu berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PhD di NTNU Trondheim, Norway&lt;/span&gt;. Menurut kontrak dengan NTNU sih, aku akan tulis bab ini bersama Tuhan selama 4 tahun ke depan. Cuma kata teman di sini, biasanya sih selesaikan PhD di NTNU lebih dari 4 tahun, yah normally nambah 6 bulan lagi. Bab kali ini diawali dengan cerita perjuangan seorang anak manusia menyelesaikan perjalanan yang begitu panjang. Aku berangkat dari Cengkareng Jakarta 13 Jan pukul 18.30 lalu sampe di Schiphol Amsterdam besok paginya jam 6. Lalu aku cari tiket untuk lanjut ke Trondheim dan syukur dapet tiket SAS cuma transit bentar di Oslo. Ini tiket termurah yang bisa kudapat, sekitar EUR 271. Aku tiba di Vaernes Airport Trondheim sekitar jam 12 siang, langsung naik bus dilanjutkan naik taksi ke NTNU. Singkat cerita, akhirnya aku sampai juga di kamar yang udah disiapin buatku di sini sore harinya. Wuiih, badanku capeeek banget waktu itu, belum lagi dinginnya Trondheim yang lagi menggila, waktu itu -12 C. Man! Bener2 deh, aku tahu di mana aku berada sekarang, yaitu di kulkas raksasa merek Trondheim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita selama dua hari aku di sini. Nanti aku akan share lagi lah. Oya, aku mau ngucapin makasih banget buat temen2 orang Indonesia di Trondheim yang udah membantu kasih info selama persiapan mau ke Trondheim, yaitu Bang Hardy Siahaan, Hans Panjaitan, dan Linda Gunawan, semuanya anak ITB man. Buat Bang Hardy dan Hans, semoga bisa ketemu kapan2 yah. Sekali lagi, thanks a lot and God bless you all.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1065092908318167149?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1065092908318167149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1065092908318167149' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1065092908318167149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1065092908318167149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2009/01/kulkas-raksasa-merektrondheim.html' title='Kulkas raksasa merekTrondheim'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-6403492070604204047</id><published>2008-07-30T12:51:00.000+02:00</published><updated>2008-07-30T12:54:24.984+02:00</updated><title type='text'>Memilih pemimpin: Belajar dari JFK (1)</title><content type='html'>Ini cukilan dari posting saya di sebuah milis. Semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thread tentang memilih pemimpin muda ini mengingatkan saya pada apa yang saya baca beberapa hari yang lalu dari biografi terbaik  Presiden John F Kennedy (JFK) berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A Thousand Days&lt;/span&gt; karya seorang sejarawan besar Amerika dan profesor Harvard, Arthur M. Schlesinger, Jr. Saya akan ringkaskan di bawah dari Bab V &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;buku itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gathering of The Forces&lt;/span&gt; bagaimana JFK memilih para menterinya dan membentuk kabinetnya setelah ia memenangkan pemilu presiden 1960 mengalahkan Richard Nixon dengan margin sangat tipis. Saya juga coba untuk menarik prinsip2 penting yang saya kira perlu dipelajari dari JFK. Saya akan coba tulis dalam beberapa posting (moga2 ada waktu untuk sempat nulis lagi hehe...), sehingga tidak terlalu panjang untuk dibaca dan karena itu saya mengganti nama thread ini. Mari kita mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JFK hanya punya waktu 10 minggu untuk membentuk kabinet sebelum dilantik menjadi presiden. Jadi waktu tidak banyak, kecuali hanya berpuas diri dengan kabinet pelangi untuk menyenangkan semua orang. JFK cukup menguasai dunia legistatif tapi ia butuh bantuan untuk bidang eksekutif. Untuk itu ia menunjuk Clark Clifford, seorang pengacara yang sangat berpengalaman dengan daya analisis sangat tajam. Selain itu, JFK sangat dibantu oleh Richard Neustadt, seorang profesor brilian ilmu politik di Columbia University, yang mensuplai JFK dengan bertumpuk memoranda tajam dan komprehensif tentang kondisi US saat itu dan tentang pembentukan kabinet. Perhatikan percakapan menarik ini antara JFK dan Neustadt terutama kata2 JFK yang saya cetak tebal (maaf tanpa terjemahan):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(pp.49-50) Kennedy told Neustadt to elaborate his argument in further memoranda. '"When you finish," he said, "I want you to get the material back to me. I don't want you to send it to somebody else." Neustadt  asked, "How do you want me to relate to Clark Clifford?" Kennedy replied quickly,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "I don't want you to relate  to Clark Clifford. I can't afford to confine myself to one set of advisers. If I did that, I would be on &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;their&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; leading strings."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar lima prinsip penting dari bagian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sadarilah dengan rendah hati bahwa tidak mungkin kita tidak menguasai semua lini. Dengan kerendahan hati yang sama, carilah mentor yang sangat menguasai lini2 lain yang tidak kita kuasai dan dengarkanlah mereka baik2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memilih menteri itu agenda sangat penting. Tetapi agenda yang pertama dan tak kalah penting dari itu adalah memilih para mentor di atas yang tepat untuk menolong kita memilih orang yang tepat. Sama dengan para menteri itu, mentor2 harus lah dapat kita percaya penuh, kaya pengalaman, punya pikiran tajam dan bening, berani dan bukan yes-men, dan berintegritas. Perhatikan, saat itu JFK baru diperkenalkan dengan Neustadt namun ia segera &lt;span style="font-style: italic;"&gt;impressed&lt;/span&gt; dengan Neustadt setelah berdiskusi dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam memilih mentor, variasi dan independensi itu ternyata penting. Jangan sampai kita pilih mentor hanya dari satu kubu supaya wawasan kita lebih luas. Perhatikan bagaimana Clifford kuat di pengalaman praktis di rimba politik sementara Neustadt punya pisau analisis akademik yang tajam. Perhatikan pula mengapa Neustadt diminta JFK untuk bekerja independen dari Clifford dan hanya melapor bukan kepada siapapun kecuali JFK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengapa JFK memilih hanya dua penasihat paling dekat dalam pembentukan kabinetnya? Saya tak tahu pasti. Namun satu hal yang pasti adalah ini: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;terlalu banyak&lt;/span&gt; penasihat juga tidak baik. Dalam hal ini, JFK pasti yakin dua orang itu sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perhatikan kalimat JFK terakhir yang dicetak tebal di atas. Saya belajar dari sana bahwa JFK sadar keputusan terakhir hanya ada di tangannya sebagai presiden dan bukan di tangan penasihat atau orang lain. Dalam membuat keputusan inilah kualitas seorang pemimpin sejati ditentukan dan dinilai. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Being a leader is a lonely job. Indeed, it is very lonely to be on the very top.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.. .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-6403492070604204047?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/6403492070604204047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=6403492070604204047' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6403492070604204047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6403492070604204047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/07/memilih-pemimpin-belajar-dari-jfk-1.html' title='Memilih pemimpin: Belajar dari JFK (1)'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-6066362961114493904</id><published>2008-07-22T13:46:00.001+02:00</published><updated>2008-07-22T13:51:13.382+02:00</updated><title type='text'>Niat, Isi, dan Kemasan</title><content type='html'>Ini posting saya di sebuah milis. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horas Appara X dan rekan2,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya coba baca baik2 tulisan Amang Y dan tulisan appara di bawah, saya kok tidak melihat di tulisan Amang Y apa yang kamu pikirkan tentang pengkotak2an menurut usia. Mungkin saya salah, tapi saya sudah baca beberapa kali. Menurut saya, setelah saya coba pahami, statement Amang Y bahwa "X masih muda" tidak dimaksudkan untuk meng-counter argumen appara dengan memanfaatkan usia. Konteksnya dengan kalimat sebelumnya ("&lt;span class="q"&gt;Semula saya kira kau sudah cukup berumur. Karena itu, saya panggil dengan "Amang".&lt;/span&gt;") bisa menjelaskan apa maksud sebenarnya dari statement itu. Saya yakin kelas Amang Y dalam berargumen tidak serendah itu, apalagi mengingat pengalaman dan gelar doktor beliau. Tiga atau empat paragraf terakhir dari posting beliau adalah argumen beliau terhadap appara yang perlu kamu pikirkan dan sebaiknya jawab juga :) . Oya, tentang counter meng-counter, Bang Z juga sudah dengan baik menulis beberapa posting tanggapan atas komentar2 mu, tapi saya perhatikan appara belum jawab satu pun. Semoga saya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa pesan inti yang saya tangkap dari posting Amang Y? Rasanya bukan soal usia seseorang boleh menyatakan pendapat, tapi tentang&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CARA MENYATAKAN PENDAPAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Supaya menarik perhatian, sengaja saya tulis dengan huruf kapital cetak tebal dengan size lebih besar,  jadi bukan karena saya marah hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya share sedikit, semoga berguna. Dalam berkomunikasi, satu yang saya pegang adalah selalu perhatikan NIAT, ISI dan KEMASAN. Isi, yaitu PESAN yang kita ingin sampaikan, niat yaitu ALASAN dan TUJUAN kita menyampaikan pesan itu, dan kemasan adalah cara kita menyampaikan pesan itu. Sampai sekarang saya terus coba belajar untuk punya NIAT baik, ISI yang baik dan KEMASAN yang baik dalam berkomunikasi. Niat baik maksudnya adalah untuk membangun, menjelaskan, menyelesaikan masalah, dll. Isi yang baik adalah pesan yang diusahakan tepat menjawab kebutuhan atau menyelesaikan persoalan. Kemasan yang baik adalah menyampaikannya dengan cara yang tepat sedemikian sehingga pesan yang kita ingin sampaikan diterima lawan bicara tanpa distorsi. Ini tidak mudah, jadi perlu terus belajar, apalagi di media text indirect yang sangat rentan dengan kesalahpahaman seperti email atau SMS. Itu makanya saya biasanya butuh waktu cukup lama untuk menulis email karena biasanya saya baca lagi apa yang saya tulis beberapa kali dan diedit dimana perlu. Saya senang di milis ini sebab ia merupakan tempat yang baik untuk berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kesamaan kita appara yang coba aku pakai untuk mengerti latar belakangnya, seperti kita satu alumni yang mungkin kita rasa cukup untuk dibanggakan (karena masuknya susah, keluarnya lebih susah lagi ya hehe (kalau jujur dan tidak nyontek)), kita bisa diberi Tuhan kesempatan punya pengalaman kerja dan belajar di luar negeri di usia muda (karena itu semua dari Tuhan, jadi tak perlu membuat besar kepala ya), kita juga sama2 orang Batak (satu turunan pendekar lagi hehe) dan pernah dibina selama mahasiswa (setahu saya appara di Navigator Bandung kan? Saya dulu di Open House, Perkantas Jawa Barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya share sedikit lagi lah. Terus terang, seperti yang ditulis Bang B, saya memang orangnya dari dulu cenderung direct, no-nonsense, dan logical kalau bicara, apalagi kalau berdebat. Ditambah dulu agak pendiam dan terkesan serius, jadi saya beberapa kali diingatkan kakak2/abang2 bahwa banyak yang 'takut' kalau ngomong dengan saya. Tapi sekarang soal pendiam dan serius udah lumayan 'bertobat' bahkan sekarang kadang bisa bocor halus, cuma soal direct, logic dan no-nonsense itu masih, tapi sekarang sudah belajar bahwa ternyata humor itu sangat vital dalam berkomunikasi. Bicara direct/to-the- point/logic/ no-nonsense itu makin kuat setelah hampir dua tahun ini saya di Belanda karena memang saya cukup dipengaruhi oleh budaya dan nilai2 mereka yang saya anggap baik dan dibutuhkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang kepulangan ke Indonesia, jika melihat ke belakang, saya melihat cukup banyak hal yang berubah dari diri saya dua tahun lalu dan itu saya syukuri. Lalu saya teringat dengan nasihat seorang kakak senior kita (angkatan 96) yang bertemu saya sebelum saya berangkat studi. Kakak ini waktu itu sudah menggondol gelar MSc dari Universiteit Twente, Belanda. Nasihatnya itu tak pernah saya lupa: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Ritz, culture shock terbesar kamu nanti bukan waktu kamu tiba di Belanda, tapi setelah kamu kembali ke Indonesia selesai studi."&lt;/span&gt; Nasihatnya ini lah yang saat ini saya coba ingat terus. Kembali ke NIAT, ISI dan KEMASAN, kalau saya perhatikan, dimanapun kita berada, NIAT dan ISI biasanya selalu sama, tidak ditentukan oleh waktu dan tempat. Tetapi, KEMASAN sangat ditentukan oleh waktu dan tempat, jika kita ingin PESAN kita yang baik itu diterima dengan dan dimengerti dengan baik. Saya bayangkan, jika saya bicara begitu direct kepada kebanyakan orang di Indonesia seperti normalnya di Barat, saya yakin tidak sedikit lawan bicara saya yang tidak siap dan akhirnya gagal menangkap ISI dan NIAT saya sebaik apa pun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan adat Batak. Saya sangat bangga menjadi orang Batak dan jika ada kesempatan saya ingin belajar dan mengerti adat dan nilai2 Batak lebih lagi. Benar bahwa dalam adat Batak setahu saya hanya orang yang telah menikah yang boleh terlibat / berbicara, tergantung perannya apa juga tapi saya tahu ada nilai mulia di balik ini. Saya juga setuju bahwa membawa adat Batak ke area dimana seharusnya profesionalitas ditegakkan, seperti di gereja dan tempat kerja (apalagi perusahaan keluarga Batak) kerap kali menciptakan persoalan2/konflik2 baru yang tidak perlu. Prinsip saya pribadi, termasuk di milis ini, adalah (1) saya menghargai hak yang sama dari setiap anggota tak mengenal usia, gender, dll untuk menyatakan pendapat meski berbeda (selama memang ybs punya argumen yang kuat). Yah, mirip lah dengan quote dari Voltaire ini: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"I do not agree with what you have to say, but I'll defend to the death your right to say it."&lt;/span&gt; Tapi (2) saya juga sangat mendukung KEMASAN atau cara berkomunikasi yang baik dan tepat, juga terlepas dari usia, gender dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu dari saya. Semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam pembelajaran,&lt;br /&gt;Mauritz Panggabean&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-6066362961114493904?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/6066362961114493904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=6066362961114493904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6066362961114493904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6066362961114493904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/07/niat-isi-dan-kemasan.html' title='Niat, Isi, dan Kemasan'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-526066501130125140</id><published>2008-07-14T20:31:00.000+02:00</published><updated>2008-07-14T20:37:46.633+02:00</updated><title type='text'>Delapan kado terindah dan tak ternilai</title><content type='html'>Jalan2 di information superhighway, ketemu info bagus ini. Aku copas dari &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=919450"&gt;sini&lt;/a&gt;. Aku pengen banget belajar memberi delapan2 nya untuk orang2 yang aku sayangi. Sebentar lagi aku pulang, untuk kalian, ... untuk&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mu&lt;/span&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.Kehadiran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang bisa juga hadir lewat surat, telepon, foto, atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran sebagai pembawa kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.Mendengar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan, sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan dalam keadaan betul-betul relaxs dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.Diam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.Kebebasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.Keindahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Tanggapan Positif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.Kesediaan Mengalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila memikirkan hal ini, berarti siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Okelah, mungkin kesal atau marah karena telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8.Senyuman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus-asaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-526066501130125140?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/526066501130125140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=526066501130125140' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/526066501130125140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/526066501130125140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/07/delapan-kado-terindah-dan-tak-ternilai.html' title='Delapan kado terindah dan tak ternilai'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3491645617386879042</id><published>2008-07-10T22:37:00.002+02:00</published><updated>2008-07-10T22:48:25.249+02:00</updated><title type='text'>Backup, backup, backup!!!!</title><content type='html'>Aaaaargh, aku tadi udah nulis blog panjang tentang Kung Fu Panda, tapi ada technical error, semuanya jadi hilaaaaaaang. Aaaaaarghhh.... grrrrrrrr..... %!@*$#~+?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, mo nulis lagi dari awal, udah ga ada semangat, hiks, hiks.... abis udah panjang sih tadi. Sial, satu jam lebih habis sia-sia.... Ya udahlah, nulisnya nanti aja, sekarang ngumpulin niat lagi... Sial, sial, gobloknya kau Ritz, ah.... guobluoooook!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah setidaknya malam ini dengan cara menyakitkan aku belajar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;the three rules in blogging: backup, backup, backup!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;One piece of advice to bloggers: don't forget to use &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;save as draft button&lt;/span&gt; to avoid ending up like me now, hiks...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3491645617386879042?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3491645617386879042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3491645617386879042' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3491645617386879042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3491645617386879042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/07/backup-backup-backup.html' title='Backup, backup, backup!!!!'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-7101414612873183412</id><published>2008-07-06T19:49:00.002+02:00</published><updated>2008-07-06T20:38:08.303+02:00</updated><title type='text'>Jigsaw in July and Deg-deg-an</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Jigsaw&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: A puzzle in which the player has to put together a picture that has been cut into irregularly shaped interlocking pieces&lt;/span&gt; (&lt;a href="http://www.thefreedictionary.com/jigsaw"&gt;http://www.thefreedictionary.com/jigsaw&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku mendapat satu lagi analogi untuk menggambarkan hidup, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jigsaw puzzle&lt;/span&gt;. Hidup ini ibarat menyelesaikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jigsaw puzzle&lt;/span&gt; dengan potongan-potongan puzzle yang ditawarkan oleh hidup itu sendiri. Aku sebenernya ingin mengulas analogi ini lebih detil, tapi sepertinya tidak sekarang. Nanti aja lah, waktu aku bisa berpikir lebih bernas dan punya waktu lowong untuk nulis. Sekarang aku cuma mau share jigsaw puzzle yang harus kuselesaikan setelah potongan puzzle berjudul studi master telah berhasil kuletakkan di tempat dan saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa misi selanjutnya selesai master? Dari sejak awal aku datang menjejakkan kakiku di Schiphol, aku sudah tahu jawabnya: aku ingin langsung lanjut PhD setelah lulus master. Kenapa PhD? Well, segala sesuatu baik untuk dimulai dari akhir. Tujuan menentukan proses. Sampai detik ini aku merasa yakin bahwa panggilan Tuhan untukku adalah di dunia pendidikan tinggi (universitas) dan itu sesuai dengan minat, potensi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passion&lt;/span&gt;-ku. Karena itu lah, ya harus diusahakan belajar sampai mentok (doktor) dan kalau bisa secepatnya setelah master.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana sekarang setelah fase master lewat? Aku bersyukur karena sudah ada beberapa potongan jigsaw berjudul PhD offer yang ditawarkan ke aku, belum lagi beberapa aplikasi yang sedang kutunggu hasilnya. Yang saat ini kulakukan sebelum pulang ke Indonesia adalah mengumpulkan sebanyak mungkin potongan jigsaw PhD yang ada, memilih yang terbaik, lalu meletakkannya di tempat dan saat yang tepat. Yang bikin aku senang yaitu karena aku sampai saat ini tak perlu mengemis-ngemis ke orang lain supaya mereka mau membiayai studi PhD-ku dengan ikatan dinas. Sejauh ini semuanya aku cari sendiri (tentunya dengan pertolongan dan izin Tuhan). Lagipula, kalau bisa cari sendiri, kenapa harus minta-minta dan mengemis-ngemis? Selain itu, aku pengen lanjut PhD bukan pakai duit bangsa sendiri, jadi duit itu bisa dipakai buat yang lain kan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku masih menanti datangnya potongan-potongan jigsaw puzzle dan itu membuatku deg-degan. Deg-degan itu wajar, selama memang kita telah melakukan bagian kita dengan sebaik yang kita bisa dan sekarang tinggal bagian Tuhan. Dan ternyata, kalau aku lihat ke belakang, jarang aku deg-degan tanpa mendapatkan hasil yang manis. Kita lihat saja beberapa contoh aku paling deg-degan dan hasilnya manis. Dulu aku deg-degan di hari pertamaku SD, eh lulus SD juga. Masuk SMP sih tidak terlalu deg-degan soalnya masih pake celana pendek dan cuma warnanya aja yang ganti jadi biru. Masuk SMA aku rada deg-degan juga, dan meski akhirnya aku ga bisa masuk ke SMA Negeri impian, aku tak menyesal. Justru aku bisa buktikan aku tak kalah dengan saingan2 ku di SMA-SMA top. Satu yang paling deg-degan buatku adalah UMPTN. Setahun berjuang dan belajar begitu keras, hingga aku begitu kurus, tanpa ikutan bimbingan test dengan bayar sendiri, akhirnya aku berhasil merebut satu kursi di jurusan Teknik Elektro, jurusan paling top di institut teknologi di sebelah kebon binatang Bandung. Aku deg2an juga waktu pertama kali tinggalkan keluarga begitu jauh untuk studi. Sidang sarjana juga saat2 aku deg-degan banget, dan akhirnya bisa juga lulus. Jadi MC di depan 500 orang lebih, deg-degannya gile juga hehe. Kerja pertama kali juga deg-degan. Ngajar pertama sekali di depan kelas, deg-degan juga. Berjuang apply beasiswa S2 ke luar negeri dan menunggu hasilnya juga deg2annya bukan main. Berangkat ke luar negeri pertama sekali juga jantungku deg-degan. Ujian pertama kali di luar negeri, deg-degan. Menyatakan cinta, waaaah ini deg-deg-annya tak ada tandingannya hehehe... Waktu mulai internship dan tesis di perusahaan asing kelas dunia seperti Philips Research, aku juga deg-degan banget. Thesis defense, deg-degan banget juga. Sekarang, nunggu apa pimpinan Tuhan selanjutnya buatku, deg-degan juga... So, dalam semua permainan jigsaw puzzle itu aku deg-degan, tapi semuanya dilalui dengan manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang aku bisa simpulkan di sini? Pertama, deg-degan itu wajar, tiap kali kita memulai fase baru dalam hidup ini. Kedua, deg-degan juga berarti sehat, artinya kita benar-benar niat dan berusaha untuk yang terbaik. Coba kalau kita ga peduli sama sekali, ga mungkin kita deg-degan kan? Ketiga, biasanya jika kita telah persiapan dengan baik, deg-degan itu di sepuluh menit pertama abis itu udah tenang. Beda kalau kita ga persiapan dengan baik, deg-degannya juga di sepuluh menit pertama, tapi abis itu stress hahahaa.... Keempat, deg-degan tidak sama dengan kuatir, jika kita telah mengerjakan seluruh bagian kita dengan baik dan percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life is like completing your own jigsaw puzzle...&lt;br /&gt;With the Jigsaw Maker always on your side, you'll never ever quit too soon.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-7101414612873183412?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/7101414612873183412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=7101414612873183412' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7101414612873183412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7101414612873183412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/07/jigsaw-in-july-and-deg-deg.html' title='Jigsaw in July and Deg-deg-an'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-2515121224690538971</id><published>2008-06-28T03:07:00.001+02:00</published><updated>2008-06-28T03:26:56.479+02:00</updated><title type='text'>Hey!</title><content type='html'>Akhirnya waktu itu tiba jua untukku. Setelah menyelesaikan dua kali thesis defense, maka aku pun tinggal menunggu wisuda dengan nilai tesis yang sungguh di luar dugaanku. All glory must be to the Lord and this mere servant deserves no credit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa lagu yang selama ini setia menemaniku selama pengerjaan tesis terutama di saat-saat sulit. Salah satunya adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hey!&lt;/span&gt; dari Kla Project, kalau mau kupingin bisa disini: &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=ZIyd3u05f04"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=ZIyd3u05f04&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dedikasikan lagu ini dan liriknya di bawah sebagai pesanku untuk seseorang yang juga sedang berjuang. Hanya Tuhan lah sumber cinta sejati untuk bekerja. Kunantikan saatnya kita sama-sama menyanyikannya ketika panen tiba dan kita tuai kegirangan. Just do your best and let God do the rest. Tetap semangat!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hey!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Kla Project)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kerja adalah cinta yang mengejawantah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya dengan enggan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka lebih baik jika kau meninggalkannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu mengambil tempat di depan gapura candi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meminta sedekah dari mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang bekerja dengan sukacita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(dari Sang Nabi, Kahlil Gibran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey! ... angkat wajahmu&lt;br /&gt;Bermuram durja tak guna&lt;br /&gt;Susunlah lagi rencana yang harus engkau benahi&lt;br /&gt;Bangun jiwa, bangun raga, bijana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey! ... bertahanlah&lt;br /&gt;Kegagalan adalah satu sukses tertunda&lt;br /&gt;Jangan ragu, tetap pada arahmu sejak dulu&lt;br /&gt;Keyakinan, pengharapan, teguh dalam tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkerja dengan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagai Sang Pencipta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membentuk citra insani-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satukan dirimu seutuhnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey! ... siagalah&lt;br /&gt;Raih kesempatan begitu kau jumpa&lt;br /&gt;Atur nadimu seiring irama bumi mengalun&lt;br /&gt;Bangun jiwa, bangun raga, bijana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkerja dengan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Bagai Sang Pencipta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Membentuk citra insani-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Satukan dirimu seutuhnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebar benih penuh kemesraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hingga panen tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kita tuai kegirangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Satukan dirimu seutuhnya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-2515121224690538971?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/2515121224690538971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=2515121224690538971' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2515121224690538971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2515121224690538971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/06/hey.html' title='Hey!'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-637972794304416113</id><published>2008-06-12T20:32:00.000+02:00</published><updated>2008-06-12T20:35:32.137+02:00</updated><title type='text'>Indonesian Christian or Christian Indonesian?</title><content type='html'>Ini tulisan kukutip dari emailku di sebuah mailing list... Semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo Bung [...],&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih untuk notulensinya, truly a good job. Saya sudah baca dan ikuti diskusi di dalamnya, sangat menarik, seru dan menginspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik yang dibahas memang penting dan urgen. Tapi terus terang, saya melihat diskusinya akhir2nya sudah terlalu meluas sampai membahas [...] segala. Saya tahu ini isu kompleks dan justru semakin kompleks ia, fokus itu semakin penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan2 yang dibahas juga menjadi pertanyaan2 saya sebagai orang Kristen dan orang Indonesia. Saya tidak punya jawaban yang tuntas, tapi saya punya jawaban saya sendiri. Mari kita mulai dari dua status itu: orang Kristen dan orang Indonesia. Ada dua status composite yang dapat kita miliki setiap saat: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;are we &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Indonesian Christian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; or &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian&lt;/span&gt;? Ketika menjadi &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Indonesian Christian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;, maka kita menjadi orang Kristen yang bangga dan berani menunjukkan ke-Indonesia- annya. Ini terutama terasa kalau berada di komunitas internasional. Namun jika kita di Indonesia dan ingin berkarya di Indonesia, maka status kedua ini yang paling vital, yaitu menjadi &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian&lt;/span&gt;. Tesis saya adalah, bahwa  tidak cukup menjadi Kristen untuk memberi kontribusi  bagi Indonesia. Perubahan hanya bisa dibawa oleh &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian &lt;/span&gt;sejati. Maaf saya belum bisa temukan  padanan yang pas dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian &lt;/span&gt;sejati menuntut dua hal yang SAMA KUAT dan SEMAKIN KUAT seiring waktu: ke-Kristen-an dan ke-Indonesia- an dalam diri. Dalam hal ini, dari pengamatan dan pengalaman saya, saya sudah melihat ketidakseimbangan dari kebanyakan orang Kristen di Indonesia. Umumnya, aspek ke-Kristen-annya jauh lebih kuat daripada ke-Indonesia-annya. Apa sebab? Lihat saja apa yang dipelajari dan diajarkan di gereja, persekutuan kampus, sekolah, kampus, dll. Melihat itu semua, wajar jika ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apakah seorang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian &lt;/span&gt;itu? Bagi saya, ia adalah seorang Kristen yang punya pemahaman teologi yang cukup kuat, mampu "mencari makan" rohani sendiri dengan menggali dari Alkitab sendiri sehingga mampu "memberi makan", menunjukkan trend positif dalam grafik pertumbuhan rohani, seorang murid Kristus yang belajar hidup berintegritas dan peka akan kesempatan untuk memberitakan kabar baik. Pada saat yang sama, ia pun adalah seorang Indonesia sejati, dalam arti mengenal cukup baik dirinya dan bangsanya dan ingin lebih lagi, punya hasrat untuk mengikuti dan mencermati fenomena2 dan isu2 di tengah2 bangsanya, dan bersedia memberi diri atau setidaknya suara sebagai bagian dari solusi terhadap permasalahan yang ada. Seorang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian &lt;/span&gt;akan mencermati kondisi bangsanya lalu membawanya dalam pikiran dan hatinya ketika ia melihat kepada Allah melalui doa dan firmannya yang melaluinya lalu melihat kepada dirinya. Ketika ia mengenal bangsanya, mengenal Allahnya dan mengenal dirinya, ia tidak hanya ingin mencari tahu apa visi, kehendak dan pimpinan Allah untuk dirinya bagi bangsanya, tapi ia juga akan belajar taat kepada panggilan dan visi itu, apapun harganya. Bahasa puitisnya, jika dada seorang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian &lt;/span&gt;sejati dibelah, kita temukan dua hal ini: salib Anak Maria itu dan untaian nusantara dari Sabang sampai Merauke. Itu saja, tak ada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan bagi saya adalah, dari semua orang Kristen di Indonesia ini, berapa banyak kah &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian&lt;/span&gt; sejati yang ada? Dari semua mahasiswa dan pemuda Kristen yang telah dibina melalui gereja dan persekutuan kampus, berapa banyak kah &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian&lt;/span&gt; sejati yang dihasilkan? Dari semua peserta kamp dan konferensi rohani, berapa banyak &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian&lt;/span&gt; sejati yang dihasilkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat satu kalimat begini: SATU orang sulit membawa perubahan besar, tapi satu ORANG dapat  membawa perubahan. Jika kita fokus kepada SATU dan mengabaikan orang, tidak banyak perubahan memang. Tetapi &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian&lt;/span&gt; sejati dapat menjadi instrumen yang powerful di tangan Allah untuk membawa perubahan, meski ia hanya seorang diri. Bagaimana jika jumlahnya semakin banyak dan bersinergi dengan kuat? Rasanya tidak ada yang tidak mungkin.... Jika seorang seperti Munir saja demikian luar biasa, bagaimana lagi dengan seorang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian &lt;/span&gt;yang dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal perubahan, penting memang untuk mengenal kondisi sekitar, seperti mendiskusikan Islam, misalnya. Tapi menurut saya, terus terang itu bukan urusan kita. Dalam hal ini lah konsep &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lingkaran Kepedulian&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lingkaran Pengaruh&lt;/span&gt; selalu menolong saya untuk  bersikap. Saya sudah tulis lebih dalam tentang kedua lingkaran ini di &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/09/two-circles.html"&gt;http://mauritzpangg abean.blogspot. com/2007/ 09/two-circles. html&lt;/a&gt;. Dari sini, dengan mengenal potensi diri, mengenal kondisi bangsa, dan mengenal Allah, pilihan untuk mempengaruhi sebagai &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian&lt;/span&gt; sebenarnya cuma ada dua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Beri diri untuk langsung terjun sebagai bagian dari solusi atas masalah bangsa. Misalnya, jika kesal dengan birokrasi yang korup, serahkan diri jadi PNS atau karyawan BUMN yang benar dan jujur; prihatin dengan kondisi pendidikan yang kacau balau? Serahkan diri jadi guru atau dosen yang berkualitas; sesak dengan banyaknya pengangguran? Serahkan diri menjadi entrepreneur, dll, dll...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika memang tidak langsung memberi diri (harus yakin bahwa ini pimpinan Allah dan bukan dibuat2 atas keinginan daging), misalnya bekerja di perusahaan nasional atau asing yang secara sistem sudah baik, dukunglah orang2 di atas yang memberi diri sambil tetap terlibat dalam aktifitas2 sosial kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya melibatkan diri, waktu, tenaga, dana, semuanya. Kalau tidak termasuk kedua itu, bagi saya ia berarti bukan seorang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Christian Indonesian &lt;/span&gt;sejati. Akan sangat membantu kalau orang2 demikian cukup diam saja, tak usah tambah masalah baru, tak bikin rusak dan tidak usah sibuk kritik sana kritik sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua quotes dari dua legenda ini sebagai penutup:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Each of us must be the change we want to see in the world.&lt;/span&gt;  [Mahatma Gandhi]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;You can    never have an impact on society if you have not changed yourself.&lt;/span&gt;  [Nelson Mandela]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam perjuangan,&lt;br /&gt;Mauritz Panggabean&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-637972794304416113?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/637972794304416113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=637972794304416113' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/637972794304416113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/637972794304416113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/06/indonesian-christian-or-christian.html' title='Indonesian Christian or Christian Indonesian?'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-7112075650147393656</id><published>2008-06-11T02:08:00.001+02:00</published><updated>2008-06-11T02:59:28.642+02:00</updated><title type='text'>Say NO to SHITnetron!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=902755"&gt;&lt;/a&gt;Kalau Anda mau berkontribusi membuat Indonesia yang lebih baik dan meningkatkan nilai hidup Anda dan orang2 yang Anda sayangi, ada tiga cara mudah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berhentilah menonton sinetron.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yakinkan orang lain untuk berhenti menonton sinetron.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yakinkan orang lain untuk meyakinkan orang lain untuk menonton sinetron.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Ayo, selamatkan orang-orang yang Anda kasihi (keluarga, pacar, teman, dll) dari kerusakan akibat sinetron... Atau, kalopun terpaksa harus menonton sinetron, pakai itu buat jadiin permainan otak: kumpulkan sebanyak2nya adegan atau apa aja yang non-sense... yang paling banyak ngumpulin, dia yang menang wkwkwkwkw....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodohnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;shit&lt;/span&gt;netron Indonesia menurut rakyat KasKus.&lt;br /&gt;Copas dari &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=902755"&gt;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=902755&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semoga ga sia-sia waktuku buat copas.... Sorry banyak repost nya heheheh...&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aktor/aktris mau tua mau muda sering ngomong sendiri saat sendirian atau lagi berpikir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Expresi kaget, senang, sedih selalu diverbalkan/diucapkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usia ortu sama anak , pemerannya paling beda belasan taun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu tampil full make up saat sakit parah, bangun tidur, bahkan saat mau mati juga tampil menawan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kostum yang dipake selalu keliatan gres, bahkan baju gembel/miskin juga keliatan gres , paling disobek / dikotorin dikit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang penjahat/antagonis ketawanya selalu ngakak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baru tau? Tarik bajaj aja mukanya keren banget, padahal 180 derajat berbeda dengan kenyataan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;selalu orang kaya, nyari duid kayak-nya gampang bgt. padahal sekarang susahnya setengah mati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nenek nenek bisa nyulik anak anak? Terus sambil ngomong, matanya kemana mana..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mobil nabrak pohon, baret pun kaga tapi orangnya mati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gembel2 Rambudnya dicat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ceritanya ga kreatif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengambila gambarnya ga kreatif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pencahayaanya ga sesuai sama suasananya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lagunya cupu abis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Film Silat, loncat talinya masi keliatan, editornya mana negh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ada balita 'banyak tingkah' di sinetron..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalau berantem bohong banget..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalau berdarah darahnya kayak saus tomat..wuakakaka.. &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bosenin..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alurnya sering tiba-tiba ngaco&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pesannya ga jelas banget&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kadang ada yang full 7 hari ditayangin..apa ga bosen??&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo ada yang pacaran,pasti satunya kaya satunya miskin....&lt;/li&gt;&lt;li&gt;yang baik dijahatiin terus....ga ngelawan2 juga...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;yang jahat ga pernah abis ide buat ngejahatin yang baik...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;anak2 kecil udah nge-gank dan pacar2n...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;seragam sekolahnya sok2 gaul...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;paling critanya gitu doang...si cewek suka ama cowok..tp org tuanya ga stuju..karna si cowok gembel..&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo bapak-bapaknya kaya, bisa jatoh miskin dgn alasan yg aneh.....&lt;br /&gt;trus bapak-bapak kaya punya selingkuhan , trus istrinya ngamuk , pake 2002 cara buad hancurin si selingkuhan. tapi sis elingkuhan juga pake 3003 cara buad hancurin si istri dan dapetin harta si bapak.. kalo dha jadi istri , anak tirinya dijahatiiinnnn terus dengan 4004 cara sampe gede.... ckckck&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kalau operasi plastik bukan cuma mukanya doang yang berubah, tapi suaranya sama tinggi badannya jg berubah hahaha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sering banget tuh kan kalau artisnya sudah ga mau perpanjang kontrak terus tokoh tsb dikasih "kecelakaan" yang bikin mukanya ancur, terus diganti de sama artis lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;klo dah mw ending dr crita aslinya trus ratingnya masi tinggi,pemeran utamanya jd ilang ingatan...ga jelas..mank sampah dah tuh smw krewnya..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;klo ratingnya tinggi, tar kluar dukun2an, tau2 gila, hilang ingatan ato ketemu setan...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ms ada gembel rmbtnya keren amt, dicat, mukanya mulus pula&lt;/li&gt;&lt;li&gt;disekolah pasti ada penindasan, kalo lg nangis bisa aja tau2 ujan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pasti ada kejadian di tabrak mobil &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/amazed.gif" alt="" title="Amazed" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pasti matinya kena stroke ato serangan jantung (kagak kreatif &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ada kejadian pemerkosaan &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q20.gif" alt="" title="Busa" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q20.gif" alt="" title="Busa" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q20.gif" alt="" title="Busa" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pasti tokoh utamanya kecelakaan ato AMNESIA &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pengemis /  gembel pake kawat gigi? &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/crazy.gif" alt="" title="Gila" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dah gitu rebutan theme song lagi pake lagu2 overplay&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pas lagi mau ketemu sama orang penting pasti selalu ga ketemu dan ga ketemunya pasti pas banget barpapasan (entah di lift atau di jalan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ga real live masak cewe cekep jadi pedagang asongan mendingan tu cewe jadi perk ketauan tajirnya yoi ga????&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo film indonesia pasti ada orang yang ketabrak mobil terus ama kena amnesia kalo ga tuh orang menghilang terus muncul dengan lupa ingatan apalagi film indosiar di dubbing pula&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" alt="" title="Smilie" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;masa anak tukang jait HPnya ericsson yg 4 juta &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" alt="" title="Smilie" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;orang bae selalu disalah - salahin dan ga pernah bisa ngelawan selalu bilang 'maaf'&lt;/li&gt;&lt;li&gt;orang bae selalu dijahatin dan walaupun tahu dijahatin selalu nerima aja&lt;/li&gt;&lt;li&gt;orang yang jahat, jahat banget ampe akalnya selalu ada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;anak - anak baru abg aja udah punya akal bulus yang jahat banget dan biasanya nge geng trus pake baju nya norak2, masa ke sekolah bisa pake aksesoris full kayak mao pesta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;masalah belom jelas trus tokoh yang lebih kaya langsung marah2 dan nyalahin yang lemah tanpa dengerin penjelasan yang lemah dan yang lemah cuma bisa nyalahin diri sendiri..&lt;br /&gt;buset deh, sinetron di indo makin aneh aje... &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;liatin aje pasti banyak adegan telpon,,&lt;br /&gt;kan gampang adegannya,,,&lt;br /&gt;cuman buth:&lt;br /&gt;1. Telfon or hape&lt;br /&gt;2. monolog artis aja,,, jadinya ngirit,,, or kadang 2 orang ja,,,&lt;br /&gt;3. gak perlu setting yang ssusah2 cukup di rumah or mobil.&lt;br /&gt;pokonya kalo adegan telfon bisa hemat bujet dechhh,,,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;hahha, emang bener tuh... senengannya koq ngomong sendiri &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;karakter klo baek, baek bgt dah kek malaikat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kebalikan dari no 1&lt;/li&gt;&lt;li&gt;klo mw ditabrak mobil cuma kaget n treak ga da reflek bwt nyelamatin diri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;klo nyelamatin org yg mw ketabrak, yg nyelamatin kadang2 suka diem doang abiz ngedorong ato nyelamatin org yg mw ditabrak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ke sekolah pke aksesoris dah ky toko aksesoris&lt;/li&gt;&lt;li&gt;klo ada orang yg mati, padahal di rumah sakit, org2 di sekitarnya reflek teriak2 panggil nama orang yg mati itu, bukannya panggil suster ato dokter..gimana sih =_='&lt;/li&gt;&lt;li&gt;trs skrg sinetron bener2 limited budget bgt, di shootnya satu-satu cuma close up muka..&lt;br /&gt;nanti di edit tinggal di ganti2an gt klo critanya lg ngobrol. Perhatiin deh kadang-kadang backgroundnya beda gitu..yg satu diambil dimana, satunya lg dimana..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;trs klo ada adegan salaman, atau bantuin ambil buku jatuh, yg di sorot cuma tangannya..&lt;br /&gt;padahal tangan siapa ga tau..masa waktu itu tangannya Chelsea item banget..aneh2 aja..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bintang utamanya sering bagnet susahnya daripada senengnya... orang indonesia seneng amat nonton orang susah ya &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo penjahat selalu naik jip tah kenapa dr dulu&lt;br /&gt;yang jahat tampangya selalu sangar2&lt;br /&gt;kalo muka lagi galak/judes selalu di zoom in (gak jelas tujuanya)&lt;br /&gt;kalo mau bersambung adegan cuma nyorot pemain bolak-balik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pembantunya cakep n masih muda putih pula, suka digangguin ama majikannya &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/07.gif" alt="" title="Embarrassment" class="inlineimg" border="0" /&gt; &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/07.gif" alt="" title="Embarrassment" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo cerita anak sekolah, pasti rok murid ce pendek bgt&lt;/li&gt;&lt;li&gt;liad aja sinetron yang emaknya punya anak ud umur 30tahunan.. masak emaknya ga ubanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; kimpoi paksa dan urusan harta warisa dari dulu ituuuu aja, payah ! &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q11.gif" alt="" title="Nohope" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q11.gif" alt="" title="Nohope" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; settingannya selalu di rumah orang kaya, jarang banget settingannya dr kalangan menengah ke bawah (semoga ga repost &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" alt="" title="Smilie" class="inlineimg" border="0" /&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; penampilan rupawan para pemainnya jarang dipadu ama akting yang briliant.&lt;br /&gt;kebanyakan kualitas aktingnya malah bikin muak. &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q20.gif" alt="" title="Busa" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;anak SMA keskul bawa mobil &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/fuck-4.gif" alt="" title="fuck" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/fuck-4.gif" alt="" title="fuck" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;yang paling keliatan bodoh itu masa ada orang muda yang udah jadi direktur perusahaan gede plus rumah kayak istana &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;itu kalo bukan bandar judi gak bakalan bisa dah punya rumah segede itu &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; slalu kisah cintanya sempurna&lt;br /&gt;kadang terlalu gampang ada peran yg dilupain&lt;br /&gt;cerita ga abis-abis smp bosen&lt;br /&gt;lama-lama orangnya ganti semua&lt;br /&gt;kebanyakan jiplak flm luar&lt;br /&gt;dasar ga kreatif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sinetron indonesia emank &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SAMPAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/12.gif" alt="" title="Mad" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;yang jadi tokoh utama SELALU CEWEK liat aja dari judul2nya yg culun; intan, jameela, cinta fitri, cinta bunga, candy, etc.....knapa? &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KARENA CERITA SINETRON INDO SELALU MENUNJUKKAN PENYIKSAAN DAN PENINDASAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan objek yang paling &lt;b&gt;LAKU&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;POTENSIAL&lt;/b&gt; ya CEWEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara ga sadar sinetron indo justru merendahkan martabat &lt;b&gt;CEWEK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;dan GOBLOGnya, aktris2 indo malah pada rebutan peran .... menunjukkan tingkat pendidikan selebriti indonesia yang RENDAH...mereka udah terlena dengan kerjaan yang mudah tapi duit ngalir..... AKTING BURUK TAPI KAYA ya adanya cuman di Indonesia!!! &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/fuck-4.gif" alt="" title="fuck" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; ...Biasanye pemeran antagonis selalu bermakeup TEBAL &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pemain utama cowok dan pemain utama cewek biasanya ketemuan awal karena ga sengaja tabrakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mau tau yg paling aneh? ada sinetron (lupa namanya), kuliahnya Fakultas Ekonomi, selesai kok jadi Dokter?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ction nya pake efek yang bener2 jadul. keliatan banget.&lt;br /&gt;ketika mau keluarin ilmu, berubah jadi kingkong. &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/fd_2.gif" alt="" title="Cape deeehh" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;import cerita dari luar, dengan kata lain njiplak abis2an tapi bilangnya adaptasi, banyak tuh malahan ada yang ngelist ada 10 sinetron lebih....&lt;/li&gt;&lt;li&gt;om2: mo ngelanjutin di mana ntar? (masudnya kuliahnya)&lt;br /&gt;si cewe: oh sya mo ngelanjutin di OXFORD!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awkkwakkakaka, OXFORD???????&lt;br /&gt;gampang amir...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gara2 sinetron ponakan gw yang masih balita pada ngomongin cinta- cintaan, trus sering nyanyiin lagu orang dewasa, dia juga sering niru adegan di sinetron. pernah dia ngomong gini ke temennya. "kalo lo ga minta maaf gw bakal bunuh diri" sumpah ampe ketawa gw dengernya..., sinetron mang F***K&lt;/li&gt;&lt;li&gt;zooooommm innnnn....&lt;br /&gt;zooooommm ooouuutttt....&lt;br /&gt;zooooommm innnnn....&lt;br /&gt;zooooommm ooouuutttt....&lt;br /&gt;zooooommm innnnn....&lt;br /&gt;zooooommm ooouuutttt....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus begitu ampe 5 menit...trus iklan...&lt;/li&gt;&lt;li&gt; bayi baru dilahirin tangisannya dah kenceng banget + badan udah cukup gede + botak plontos..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*trus di bawa bawa lari.. , tapi tuh bayi kaga nangis kaga apa..&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;agnes monica jadi gembel tapi rambutnya di hilite &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q11.gif" alt="" title="Nohope" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Judul sinetronnya diambil dari nama tokoh utama....&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; paling parah kl pas cerita laga&lt;br /&gt;masak pendekar dan petualang bajunya kinclong&lt;br /&gt;ga ada lusuh-2nya &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemeran orang tua biasanya cuma 1, satunya udah mati, bahkan ada yg orang tua sama sekali ga di cerita-in&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalo kaget pasti mulut mangap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;adegan sex / mandi pasti ga di liatinkalo lagi kejar2 an pasti larinya lambat n' selalu ngomong dulu kalo mau ngejar (ayo kita kejar,..)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;emang klo sinetron busuk bgt.&lt;br /&gt;klo adegan marah udah kyk orang kesurupan&lt;br /&gt;dasar acara gak mutu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; jarang sinetron yang mengupas oarng-orang miskin(emang di indonesia orang kaya mulu)&lt;br /&gt;pada ga mikir x ya sutradaranya xp&lt;/li&gt;&lt;li&gt;masi smp pacarannya uda berani bgt(uda kayak suami istri)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;seragam sekolah pasti rata2 yang rok pendek diatas lutut/berani bgt uda bukan kayak seragam sekolah(calon2 jablay nich)piss&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pemerannya itu lagi itu lagi(emang kaga ada artis laen apa?)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; org kaya bisa jatuh miskin banget&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rata2 punya kembaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sering lupa ingetan juga&lt;/li&gt;&lt;li&gt; kalo ada tokoh baru berarti  tanda2 sinetron itu mau diperpanjang waktu tayangnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;hanya punya satu referensi rumah sakit sehingga suami, istri, selingkuhan, kakek, nenek pasti selalu masuk rumah sakit yang sama dan mergokin selilngkuhan n berantem akhirnya...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tabrakan paling sering banget&lt;/li&gt;&lt;li&gt;topik paling hot:  cewe' miskin ditaksir ma orang kaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gak mutu banget bikin film, mo bikin hotel, rumah aja ditaro meja besar buat resepsionis... mo jadi bar? ruah yg sama dibikin agak remang2 dikasih poster2 en pada pura2 minum...&lt;br /&gt;gak modal banget deh norak...&lt;/li&gt;&lt;li&gt; ada Ibu yg anaknya diijinin poligami eh waktu suaminya 'ada main' malah sewot en curhat ke anaknya...&lt;br /&gt;halah&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;paling inget Baim Wong jadi anaknya Cindy Fatika Sari &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; 1. semua fasilitas umum cuma satu. (mall, rumah sakit, taman, sekolah, pasar, dll) dunia selebar daun kelor.&lt;br /&gt;2. sering terjadi amnesia tapi penderitanya tetep Ngebacot. (aslinya penderita diem, bahkan beberapa kasus seperti orang gila)&lt;br /&gt;3. anak gampang ketuker.&lt;br /&gt;4. anak orang kaya jatuh cinta ma anak orang miskin (yg buntut2nya kaya)&lt;br /&gt;5. skenario cerita nyontek dari drama seri luar, dgn sedikit modifikasi.&lt;br /&gt;6. karakter jahat matanya belo, senyumnya licik, congornya lebar.&lt;br /&gt;7. kalo orang yg dicintai kena musibah ada pertanda dgn jatuhnya piring, gelas, dll atau kebangun kalo lagi tidur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;banyak adegan makan, entah itu makan pagi, siang atau malem&lt;/li&gt;&lt;li&gt; 1. Ceritanya nyontek luar, Plagiat sejati !&lt;br /&gt;2. visual efeknya apalagi 3D-nya (kalo ada) nanggung n hasilnya ngga halus &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/35.gif" alt="" title="norose" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;produksi yang low budget tapi pengen terkesan wah jadinya&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/fuck-6.gif" alt="" title="fuck2" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalo ceritanya di Cafe, pasti ada lampu kelap-kelip :-)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1.Ganteng/Cantik selangit tapi jomblo....&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/7.gif" alt="" title="Confused" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;2.Sinetron remaja, temanya pacaran, pacaran dan pacaraaannnnn terus. ntah kapan2 belajarnya......&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q11.gif" alt="" title="Nohope" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;3.sinetron remaja, masalah yg dihadapi bukan UAN/UAS ato PR yang menumpuk tapi teman yang jahatnya melebihi mafia kelas kakap dan masalah dengan pacar yg gk ada abis2nya.&lt;br /&gt;4.Sinetron remaja, klo cowoknya gk naek Moge minimal motor sport macam2 RZR ya Mobil......&lt;br /&gt;5.kalo adegan disekolah dan tokohnya pakek seragam sekolah, itu badge nama ma sekolah mana ya..???? trus rok si cewek napa bisa 10 centi diatas lutut..?? apa mang spt itu seragam sekolah di jakarta???&lt;br /&gt;6. Kalo cewek jadi antagonis, gilaaaaa, judesnya setengah mampus. klo jadi tokoh baek, suaranya lembuuutttt banget macam kentut ditahan.....&lt;br /&gt;7. Yang jadi orang kaya, gk dijelasin kayanya darimana. pokoknya kaya aja deh, padahal episodenya ampe ratusan loh....&lt;br /&gt;8. Asal sarapan makannya nasik goreng, minumnya kalo gk jus warna kuning ya susu&lt;br /&gt;9. kalo makan, gk cewek, cowok, tokoh baek ato tokoh jahat, orang kaya ato gelandangan, pasti ngunyahnya mulut ditutup gitu......&lt;br /&gt;10.kalo ke gap ma polisi, dapat polisinya baeeekkkkk kali. gk nilang ato mintak uang dame, pasti dilepas dengan wejangan, jangan diulang lagi....&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/8.gif" alt="" title="Hammer" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalo berantem, kayak paduan suara, teriaknya aja yg rame:&lt;br /&gt;hiat hiat!! Lompat: liat! Mendarat: hiat! Mukul: hiat!&lt;br /&gt;Satu gerakan bisa 3x teriak.&lt;br /&gt;Satu lagi, si buta pake sendal gunung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalo episodenya ratusan trus ceritanya ganti generasi, tinggal tambahin kumis tebel aja (kayak adam jordan dalam tersanjung)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalo habis bohong mukanya tampang senyum2 jahat, padahal orang yg dibohongi masih ada di depan dia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo cerita nya uda mulai lama,,pasti dipanjang panjangin biar ga tamat,entah ada yang mati,tukeran jiwa,lupa ingatan,atau sodara jauh yang uda lama ga ketemu&lt;br /&gt;pokoknya biar ada karakter baru dan cerita baru yang uda keluar jalur dari cerita utamanya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bro coba liatin kalo ada peran polisi pasti pake jaket kulit item, dengan aksesoris pistol plastik yang keliatan banget boongnya...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;klo adegan MARAH matanya ampe melotot melotot kyk penari bali...trus teriak-teriak...&lt;br /&gt;Klo adegan KAGET matanya ampe melotot melotot kyk penari bali...trus teriak-teriak...&lt;br /&gt;Klo adegan TAKUT matanya ampe melotot melotot kyk penari bali...trus teriak-teriak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan: mo adegan apa aja,aktingnya juga gitu2 aja....&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- tiap pemeran apapun pas adegan di dalam rumah / kamar, baju nya selalu necis2 alias baju kyk mo pegi ke pesta n dandan nya selalu menor...padahal mungkin adegannya mau tidur.weleh2....&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;- biasanya setting nya di dalem rumah mewah n yg pemeran cewek pasti pake hak tinggi di dalem rumah.....huhuhu.....&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo adegan seseorang berbuat licik, pasti mata nya di sipit2 in gitu sambil senyum2 sendiri terus cameranya langsung deh di zoom ke muka orang itu .... wakakaka&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- pemerannya selalu itu2 aja&lt;br /&gt;- jalan ceritanya niru film korea, taiwan ato india&lt;br /&gt;- penderitaan yg dialami pemeran utama selalu dilebih2kan&lt;br /&gt;- penjahatnya terlalu jahat (kayaknya gak ada yg sejahat itu didunia ini)&lt;br /&gt;- pasti ada kejadian pemeran utamanya mati, padahal gak mati&lt;br /&gt;- ada kejadian ditabrak mobil, trus kepalanya berdarah &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q20.gif" alt="" title="Busa" class="inlineimg" border="0" /&gt; sebelum ditabrak korbannya akan teriak bukannya menghindar&lt;br /&gt;- rumah2 n mobil selalu bagus, pakaian mewah, adegan di mall, diskotik.&lt;br /&gt;- satu lagi yg paling bikin gw &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q20.gif" alt="" title="Busa" class="inlineimg" border="0" /&gt; yaitu setelah ditabrak mobil ato jatuh dari tangga pasti langsung hilang ingatan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1.klo skrg tuh ceritanya cewenya gembel miskin sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...... dapat cowo yg pueeeeerrrrrfeeeeecttttt dah cakep,putih,tajir gila punya perusahaan naek mobil MAHALLLLLLLLL...(pantesan cewe2 skrg cari pangeran berkuda putih,mau kek cinderella &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" alt="" title="Smilie" class="inlineimg" border="0" /&gt;) ) beda amat dgn kenyataannya mana ada cowo yg perfect gitu lirik gembel pengemis dijalan wkwkwkwkw...&lt;br /&gt;2.trus yg lage musim tuh skrg cowonya punya istri lbh dari satu,ckckck minimal 2 ...OMG lage trend kale :P&lt;br /&gt;3.yg jahat klo mau dapatin cowonya yah hamil dololah baru paksa merit tuh cowo,wakakaka&lt;br /&gt;4.bedanya itu film indo dgn film2 diluar, pasangannya bisa ganti2 kiri kanan saling tukar2 pasangan,tunangan-putus,kimpoi-cerai&lt;br /&gt;5.klo jadi org baek pasti sial terus hingga seri ke 100 masih tetap sial sial dan sial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesimpulan yg diajar dari sinetron: jd org baek itu susah yah sial melulu mending jd org jahat, buat cewe2 cari cowo itu yg cakep en tajir tp jgn salah2 tajirnya sekalian anak direktur perusahaan besar..trus klo mo merit sama cowo yg loe mau hamil dolo spy dia terpaksa wakakakaka..gampang kok klo mau kimpoi klo dak cocok cerai aja :P.bagi2 cowo punya bbrp istri wajar2 aja wakakakaka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;lupa tambahin, film sinetron kekurangan dana wakakaka maunya tampilan necis naek jaguar, bmw,mercy..pas ada kecelakaan tabrakan, gile kameranya yang bergoyang orangnya lgs cedera dikepala, mobilnya cuman terangkat kap depannya keluar asap wakakakakaka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;trus kalo sinetronnya ttg ABG/anak sekolahan (SD,SMP,SMA), pasti ceritanya tentang pacaran, rebutan cowo/cewe, bukannya tentang hal-hal yg lebih mendidik.&lt;br /&gt;Seragam anak sd/smp/sma juga gak sesuai aturan, dasi longgar kaya tali pengikat kambing, kerah ke atas, baju gak dimasukin ke dalam celana/rok, klo anak sd pake topi, topinya miring ke kiri atau ke kanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemain sinetron kalau mau pingsan pasti cari tempat yang empuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;skarnag yg lagi ngetrend... ampir smua sinetron tokoh utama cowonya punya bini 2...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;paling males pandang-pandangan berkali-kali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;jangan lupakan background music klo lagi zoom in &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;maen sinetron kan yg penting bisa melotot bro &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Sering ngomong sendiri dan perasaan diverbalkan...gara2 itu akting jadi kurang menyampaikan suasana hati atao keadaan cerita... &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q11.gif" alt="" title="Nohope" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kalo pas lagi kaget kamera langsung di Zoom in deng20%..deng30%....deng70% .......deng100% keliatan de upilnya.....payahhhh &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/fuck-8.gif" alt="" title="fuck3" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;yang paling bikin bet, klo yang kaya ganteng, naksirnya ma gembel or pembantu...&lt;br /&gt;idih mustahil bgt kan...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Episod #1 &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/004.gif" alt="" title="Belo" class="inlineimg" border="0" /&gt; (keren nih sinetron)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episod #15 &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/4.gif" alt="" title="EEK!" class="inlineimg" border="0" /&gt; (dia to orangnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episod #38 &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/3.gif" alt="" title="Kagets" class="inlineimg" border="0" /&gt; (Oh...ditolong ma dia y??gak nyangka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episod #83 &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/7.gif" alt="" title="Confused" class="inlineimg" border="0" /&gt; (ni orang datang darimana???)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salah satu keanehan sinetron, masa pemain2nya harus dibedakin sampe keliatan putih, ketebalan bedaknya udah mirip dempul mobil. Mestinya mereka bangga punya kulit sawo matang bukan kulit PONDS &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" alt="" title="Smilie" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/paw.gif" alt="" title="Paw" class="inlineimg" border="0" /&gt; Sinetron di RCT* judulnya selalu pakai nama orang,se---muanya bercerita tentang cerita cinta-yang tokohnya adalah anak dibawah umur-seringkali diwarnai per&lt;span style="color:Black;"&gt;n&lt;/span&gt;ikahan (masa anak smp nik&lt;span style="color:Black;"&gt;a&lt;/span&gt;h ? kira2 dong)&lt;br /&gt;dan cerita2nya sering keluar jalur dari maksud cerita awal &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/fuck-8.gif" alt="" title="fuck3" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/paw.gif" alt="" title="Paw" class="inlineimg" border="0" /&gt; Sinetron di TP* selalu mengisahkan keluarga miskin yang taat beragama-sisi positif-tapi orang kaya (yg sudah pasti jahat) selalu bikin ulah yang menyalahi HAM gede-gedean &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/fuck-8.gif" alt="" title="fuck3" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/paw.gif" alt="" title="Paw" class="inlineimg" border="0" /&gt; Sinetron di Indosi** ceritanya mengada-ada,cenderung plagiat,dan selalu mengisahkan keluarga kerajaan atau keraton dengan setting real estate,bukan istana atau semacamnya,dan kisah2 nya cenderung sama semua-perebutan suatu benda entah harta atau jimat dll. &lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/fuck-8.gif" alt="" title="fuck3" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/paw.gif" alt="" title="Paw" class="inlineimg" border="0" /&gt; Sinetron di ANT* ceritanya lebih baik dari yg disebutkan diatas-atas tadi ^^^ ,meskipun cerita cinta terlalu ditekankan dari berbagai genre.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;yang aneh lagi ada anak kecil bahkan masih balita udah bisa mikir kayak orang dewasa...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;melotot dan pake soundeffect: suara simbal!&lt;/li&gt;&lt;li&gt; yg namanya TIRI, ntah ayah atau ibu tiri, terutama iBu TIRI kebanyakan jahat!!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;biasanya scene kalo mau tanda" BERSAMBUNG pasti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Zoom close up ke si A" ( sound efek : "JRANG" )&lt;br /&gt;- "Zoom close up ke si B" ( sound efek : "JRENG" )&lt;br /&gt;- "Zoom close up ke si A" ( sound efek : "JRANG" )&lt;br /&gt;- "Zoom close up ke si B" ( sound efek : "JRENG" )&lt;br /&gt;- "Zoom close up ke si A" ( sound efek : "JRANG" )&lt;br /&gt;- "Zoom close up ke si B" ( sound efek : "JRENG" )&lt;br /&gt;*berkali kali dengan tempo yang makin cepet*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;'BERSAMBUNG....'&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau baca surat , surat bisa bersuara .......&lt;br /&gt;(itu surat apa MP3?)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kalo gw perhatiin, rumah yg ditempatin pemain di dalam sinetron itu2 mlulu... biasanya kalo orangnya kaya rumahnya sama semua, di sinetron yg 1 rumah itu yg dipake, sinetron yg satunya lagi rumah yg itu juga.... emang g ada rumah laen apa?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1. rumah kebanyakan bagus2 mulu.. ga ada yang menengah..&lt;br /&gt;2. sering niru judul luar.. parah yg ini... mana tambah ancur lage abis diadopsi indonesia&lt;br /&gt;3.dari 100 sinetron -&gt; 99 sinetron yg jahat menang... 1 sinetron terakhir yg baek yg menang... kira2 kalo anak kecil nonton nanggepin apa ya? orang indo kayak gitu semua kale ya... jahat molo...&lt;br /&gt;4. ga ada adegan gitu-gituan... wokwokwo...&lt;br /&gt;5. bioskop isinya cuma humor jorok, setan, ama cinta monyet... mana kualitasnya???&lt;br /&gt;6. kita lihat aksi GUNDALA : SUper Hero Indonesia yang bentar lage mo keluar di bioskop...&lt;br /&gt;7. kalo aktornya akting sedih.. bukannya yg nonton nangis.. tapi ngakak..&lt;br /&gt;(-_-)a&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ah, udah ah, capek aku... Kalo ini pun ga cukup buat yakinkan Anda betapa bodohnya wasting time nonton sinetron, ga tau lagi aku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-7112075650147393656?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/7112075650147393656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=7112075650147393656' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7112075650147393656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/7112075650147393656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/06/say-no-to-shitnetron.html' title='Say NO to SHITnetron!!!'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1539841396433802274</id><published>2008-05-30T12:48:00.000+02:00</published><updated>2008-05-30T12:53:27.171+02:00</updated><title type='text'>The truth will set me free</title><content type='html'>You think that being silent&lt;br /&gt;will silence me.&lt;br /&gt;Hell no!&lt;br /&gt;You are dead wrong!&lt;br /&gt;I will fight till I find the truth.&lt;br /&gt;And the truth will set me free.&lt;br /&gt;As long as the Truth abide with me,&lt;br /&gt;to whom shall I be afraid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The truth will set me free.&lt;br /&gt;Indeed, the truth will set me free.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fight!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1539841396433802274?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1539841396433802274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1539841396433802274' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1539841396433802274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1539841396433802274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/05/truth-will-set-me-free.html' title='The truth will set me free'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3038876752733221510</id><published>2008-05-21T16:58:00.000+02:00</published><updated>2008-05-21T17:02:34.461+02:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Kebangkitan Nasional</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada dua syarat perlu dan cukup seorang sakit akhirnya beranjak dari tempat tidur pesakitannya dan pergi berobat: pertama, ia sadar sepenuhnya bahwa dirinya sakit; kedua, ia benci dengan sakitnya dan ingin sekali sembuh. Sebab, mungkin saja ada orang yang sebenarnya sakit tapi ia mencintai sakitnya itu sedemikian sehingga akhirnya ia mengatakan dirinya baik-baik saja dan bahkan menganggap yang sakit adalah mereka yang tak seperti dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Mauritz Panggabean&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tunjukkanlah kepadaku suatu bangsa yang merasa lebih baik dari bangsa lain dalam segala hal sehingga enggan belajar dan berbenah lagi, maka aku akan tunjukkan kepadamu suatu bangsa yang tidak hanya sakit dan bodoh, tapi juga diperbudak oleh sakit dan bodohnya itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Mauritz Panggabean&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sesungguhnya kebodohan adalah benar-benar penyakit, bahkan lebih dahsyat daripada penyakit lain. Sekali ia masuk, ia akan memberi jalan untuk masuknya sekian banyak penyakit lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Mauritz Panggabean&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3038876752733221510?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3038876752733221510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3038876752733221510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3038876752733221510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3038876752733221510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/05/selamat-hari-kebangkitan-nasional.html' title='Selamat Hari Kebangkitan Nasional'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-6888578191187539025</id><published>2008-05-13T21:58:00.000+02:00</published><updated>2008-05-13T22:07:25.409+02:00</updated><title type='text'>From Eindhoven with love</title><content type='html'>Gosh, as that day is closing, the demand is increasing and my heart is beating harder, this is the song I sing each time I remember all of you whom I love and miss so so much... I just want to let you know how much I miss and cherish you. I'm looking forward to that day when we'll see each other and empty the love tank inside.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIJOU AHU MULAK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sian na dao hubege do sada ende&lt;br /&gt;Tarsongon na mangandung-andung inang&lt;br /&gt;Mangandungi ahu parjalangi&lt;br /&gt;Bornginnai tangis tarlungun-lungun inang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nalao ahu mulak inang&lt;br /&gt;Da tu Rura Silindung&lt;br /&gt;Asa gira huida inang&lt;br /&gt;Da na lambok malilung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mansai hansit jala ngot-ngot mansai porsut&lt;br /&gt;Jala dangol do andungi begeon inang&lt;br /&gt;Dirusuhi dibolai ate-ate&lt;br /&gt;Dibagasan hilaon amang dainang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nalao ahu mulak inang&lt;br /&gt;Da tu Rura Silindung&lt;br /&gt;Asa gira huida inang&lt;br /&gt;Da na lambok malilung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hundul ahu inang pual-pualon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jongjong ahu inang anso sombopon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mata da inang so ra tarpodom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Binahen ni sidangolon da inang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dibaheni aut marhabong-habong ahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tarsongon lali habang ahu dainang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tongkinon dope ahu lao habang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manalpui angka dolok rura inang&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-6888578191187539025?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/6888578191187539025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=6888578191187539025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6888578191187539025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6888578191187539025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/05/from-eindhoven-with-love.html' title='From Eindhoven with love'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3489639119439336003</id><published>2008-03-31T20:43:00.002+02:00</published><updated>2008-04-01T14:26:39.344+02:00</updated><title type='text'>Ada apa dengan (ayat-ayat) cinta?</title><content type='html'>Beberapa malam yang lalu, perutku bersuara menuntut untuk diisi nasi pas aku belajar. Akhirnya aku pergi numpang makan malam ke kamar teman kos. Eh, kebetulan dia lagi baru mulai nonton film Ayat-ayat Cinta (AAC) dari Internet. (Jangan tanya aku darimana dia bisa nonton itu film hehe). Aku ga ada niat buat nonton AAC meski katanya lagi heboh di Indonesia. Tapi, daripada kerjaku cuma ngunyah, ya sambil makan aku pun nonton lah. Sayang, menurutku sih AAC kalah perkasa dibandingkan seruan tubuhku yang kali ini menuntut untuk berbaring di kasurku yang empuk. Maklumlah, kebiasaan si perut kalo sudah penuh. Akhirnya kutinggalkan AAC waktu si Fahri lagi diadili. Waktu itu jam 1 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mo nulis beberapa hal dari AAC dari sudut pandangku sebagai seorang Kristen yang selalu mencoba menonton film apa aja bukan hanya dengan mata tapi juga dengan otak. Aku tanya juga ke teman kosku itu gimana kelanjutan filmnya dan menurutku sih tidak terlalu susah untuk ditebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, buatku film adalah media yang powerful untuk mempengaruhi begitu banyak orang dalam waktu singkat. Ia dapat dengan mudah masuk ke ruang tamu tanpa harus permisi atau mengetuk pintu. Karenanya, nilai apa yang dibawa film menjadi penting untuk disimak. Satu yang kuperhatikan, sepertinya Aisyah adalah figur wanita yang jadi panutan dalam film ini. Cuma terus terang, sampe sekarang aku ga ngerti, kenapa dalam Islam ga mengenal istilah pacaran. Aku lupa istilah arab nya apa, tapi aku sih tertarik ingin tahu kenapa ide demikian muncul. Bahkan aku pernah baca beberapa artis nasional pernah bilang, yah pacarannnya nanti aja setelah nikah. Kalo pake akal sehat, apa ga terbalik tuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi2 tergantung sih apa tujuan pacaran. Buatku pacaran buat mengenal pasangan kita dengan maksud akhir untuk menikah. Kalo belum cukup kenal trus langsung menikah kan susah, banyak kejutan yang tidak dikehendaki, contohnya seperti Fahri dan Aisyah setelah menikah. Kalo pacaran dihindari supaya menghindari zinah, ya yang salah bukan pacarannya dong, tapi otak kita yang kotor. Agak mirip dengan kenapa perempuan dalam Islam harus begitu tertutup dalam berpakaian. Menurutku sih, kalo otak laki2 nya yang kotor, ya otak yang kotor itu yang perlu dibersihin, jangan perempuan yang jadi susah hidupnya dengan cara berpakaian seperti itu. Kalo ga suka lihat langit warna biru, pilihannya setidaknya ada tiga: 1. jangan lihat langit, 2. lihat langit tapi anggap itu ga biru, atau 3. selubungi bumi ini dengan tabir dengan warna yang kau suka. Silakan pilih mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam film itu si Aisyah yang minta Fahri untuk berjanji sama Maria untuk menikahinya meski Fahri katanya sebenernya ga mau. Kedengarannya manis kan? Tapi lihat dulu baik2. Kenapa mereka sampe bilang gitu ke Maria? Bukannya supaya Maria jadi punya harapan hidup dari sakitnya supaya bisa kuat jadi saksi di pengadilan untuk membebaskan Fahri? Ah, kalo gitunya, buatku sih itu alasan egois, ujung2nya buat kepentingan sendiri. Kok beda dengan alasan Nabi Muhammad untuk poligami, menurut cerita temanku seorang Islam. Nah, yang aku ga suka dari film ini, dia begitu mudah menyelesaikan persoalan, yaitu si Maria akhirnya mati cepat karena sakit setelah menikah dengan Fahri. Aku sangat tertarik untuk mendiskusikan segala kemungkinan logis kalo kebalikannya yang terjadi: Maria, Aisyah dan Fahri hidup terus sampe umur 60. Gimana tuh menjalani hidup poligami kaya gitu? Kayanya bagus tuh buat dijadiin film lagi hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, aku sih bertanya2 kenapa tokoh Maria itu seorang wanita Kristen yang begitu tak rela Fahri menikah dan akhirnya mau pindah agama hanya demi seorang Fahri yang udah punya istri? Kenapa tokoh Maria tidak seorang muslimah saja (bukan pake nama Maria pastinya)? Aku ga ngerti apa maksud penulis dengan penokohan ini. Kalo soal pindah agama itu yang akhirnya membuat film ini jadi disukai, menurutku sih sangat menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo aku ada di film itu dan jadi temannya mereka, aku akan bilang gini sama mereka. Maria, ikhlaskan lah Fahri itu menikah dan bukan jadi milikmu. Jangan kau dipake setan buat ganggu dan merusak rumah tangga orang, apalagi kau mau menjual imanmu hanya demi sepotong cinta dari laki-laki yang sudah beristri. Lagian menurutku kau cantik, jadi rasanya ga akan sulit cowok lain datang mendekatimu. Yang kau butuhkan cuma sabar dikit menunggu waktunya Tuhan. Kecuali kalo memang dalam hati kecilmu, Fahri lebih bernilai daripada Tuhan Yesus yang sudah mati tersalib untukmu, ya apa pula yang bisa kubilang... Terserah kau lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahri, kau kalo udah kawin dan punya istri, hapus lah dari pikiranmu tentang semua kenanganmu dengan perempuan lain yang sebenernya kau sukai, seperti Maria. Kecuali kalo memang dalam hati kecilmu kau memang niat poligami, ya apa lagi yang bisa kubilang.... Terserah kau lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah, menurutku kau cantik dan pintar, tapi sayang terlalu polos dan naif. Masak kau suka sama Fahri dan mau menikah sama dia dalam waktu kurang dari sebulan??? Kecuali kalo kau membuka kemungkinan sekecil apapun untuk pikiran 'ah, kalo setelah menikah ternyata ga cocok, kan bisa cerai', ya apalagi yang bisa kubilang... Terserah kau lah... Terserah kalian lah... Emang gua pikirin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3489639119439336003?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3489639119439336003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3489639119439336003' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3489639119439336003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3489639119439336003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/03/ada-apa-dengan-ayat-ayat-cinta.html' title='Ada apa dengan (ayat-ayat) cinta?'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-8372408818370055222</id><published>2008-03-31T20:37:00.000+02:00</published><updated>2008-03-31T20:43:25.287+02:00</updated><title type='text'>Tentang kompetisi</title><content type='html'>Akhirnya aku menulis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma pengen nulis dikit. Aku mendaftarkan blog ku ini ke satu event buat blogger Kristen gitu. Terus terang aja, aku sih tau ini dari teman dan teman itu juga yang menyarankan aku untuk ikut. Sebenernya sih tadinya aku menolak, soalnya aku lagi puasa nulis. Tapi akhirnya, aku daftarin juga, setelah teman itu menyakinkanku bahwa orang yang lagi puasa nulis pun ga papa ikutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sih ga ada niat atau pikiran buat memenangkan apapun dari event ini. Makanya aku pun sampe sekarang ga pasang banner dari panitia hehe. Yah, kalo panitia nya memaksaku dan aku tetap ga mau, buatku sih ga masalah kalo aku ga ikutan event itu. Buatku, kalo siapapun yang baca blogku dan belajar sesuatu yang berharga buat dia, aku sudah sangat senang. Bagiku, itu lebih daripada memenangkan hadiah apapun dan aku ingin tetap bebas menyuarakan pikiranku dan memikirkan apa yang kusuarakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-8372408818370055222?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/8372408818370055222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=8372408818370055222' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8372408818370055222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/8372408818370055222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2008/03/tentang-kompetisi.html' title='Tentang kompetisi'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3661862554274966730</id><published>2007-12-02T23:46:00.001+01:00</published><updated>2007-12-02T23:56:53.221+01:00</updated><title type='text'>I am off for a while</title><content type='html'>I'm very sorry that I have to close this year by stating that I will stop writing and updating my blog for indefinite length of time. This is due to some highly important personal reasons and for objectives of much higher priority that are recently increasingly demanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wish you a very blessed new year and a wonderful Christmas time spent with your beloved ones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God bless Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3661862554274966730?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3661862554274966730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3661862554274966730' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3661862554274966730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3661862554274966730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/12/i-am-off-for-while.html' title='I am off for a while'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-6726428304212358399</id><published>2007-11-24T13:37:00.000+01:00</published><updated>2007-11-24T13:50:03.750+01:00</updated><title type='text'>Third strike!</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu di Philips diadakan Intern Day buat students yang lagi internship atau tesis di Philips seluruh Belanda. Aku ikutan jadi salah satu dari 100 lebih peserta dari berbagai negara. Asik juga kok. Acaranya macam2, ada speeches dari HRD sama young employees trus kunjungan ke fasilitas produksi dan riset Philips bidang consumer products di Drachten, tempat asalnya produk2 Philips kaya Philishave, Senseo, setrika, juicer, dll. Tapi menurutku sih, intinya program ini buat menarik minat para students untuk apply ke Philips karena mereka minta kami masukin CV trus ada semacam sesi interview gitu deh waktu di bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku masukin CV waktu itu? Well, terus terang aku tergoda sih, tapi setelah aku pikir2, akhirnya kali ini aku ga masukin CV ku. Aku sih merasa, kansku untuk masuk ke Philips cukup besar, karena aku sudah internship dan tesis di Philips, dan hasil internship ku kemarin bagus dan so far tesisku making progress lah. Tapi, itu dia, kok aku ga merasa damai sejahtera waktu mikir apa aku masukin CV ke Philips. Entahlah kenapa, tapi aku sih merasa kok kayanya ini bukan pimipinan Tuhan buatku. Mungkin bagi sebagian orang aku ini bodoh sekali, karena membuang2 kesempatan sementara kesempatan ga datang dua kali. Apalagi katanya ekonomi Eropa sekarang lagi booming, banyak job baru dan sekarang saatnya kalo mau kerja di Eropa, termasuk bidang teknologi. Tapi itulah, I did it again, at least for the third time this time, aku udah melepas kesempatan untuk masuk ke dunia bisnis, setelah sebelumnya aku melepas kesempatan karir menjanjikan di dua perusahaan oke di Indonesia, dengan gaji di atas rata2 waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Am I stupid? Maybe. But I feel, there are times when it is one of the prices for following God's will. Aku ga tau sampai kapan aku sanggup berkata seperti ini. God, help me and show me your way.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-6726428304212358399?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/6726428304212358399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=6726428304212358399' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6726428304212358399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/6726428304212358399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/11/third-strike.html' title='Third strike!'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3444863935734715761</id><published>2007-11-15T17:14:00.000+01:00</published><updated>2007-11-15T17:34:16.895+01:00</updated><title type='text'>Hari gini mengabdi bagi bangsa?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya ini sudah 39 tahun mengabdikan diri kepada bangsa ini. Selama 29 tahun menjadi tentara yang ikut membela negara, dan 10 tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pendidikan saya juga sarjana. Masak nggak pantas mencalonkan diri jadi presiden?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Sutiyoso, Palembang, 5 November&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baca kata2 Bang Yos di atas dari satu artikel di sebuah milis. Artikel itu ngebahas kenapa dia masih berani maju jadi calon presiden padahal dialah arsitek busway yang akhir2 ini bikin jalanan di Jakarta kaya 'neraka'. Waktu aku baca kata2nya itu, aku malah mikir satu pertanyaan ini: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hidup seperti apakah yang layak disebut sebagai pengabdian kepada bangsa dan negara?&lt;/span&gt; Kalo mencermati klaim Bang Yos bahwa dia udah mengabdi hampir 40 tahun kepada bangsa, rasanya kok aku ngertinya kalo mengabdi sama negara itu ya jadi pejabat negara, pegawai negeri atau tentara lah. Lalu, dia juga ngelihatnya dari kuantitas, yaitu jumlah tahun. Karena kata2nya itu aku jadi nanya pertanyaan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri juga masih cari tahu apa jawaban buat pertanyaanku itu sendiri. Yang pasti sih, menurutku, menjadi pejabat negara, pegawai negeri atau tentara bukan serta merta langsung jadi hidup mengabdi bagi bangsa negara. Lha, kalo jadi pejabat negara tapi ternyata menyalahgunakan wewenang lalu korupsi, apa itu namanya mengabdi? Kalo jadi pegawai negeri, tapi malah sengaja mempersulit rakyat untuk urusan administrasi supaya dapat duit, apa itu namanya mengabdi? Kalo jadi tentara tapi malah menggunakan hak menyandang senjata buat menindas rakyat kecil, memperkaya diri, atau jadi 'tukang pukul'-nya orang2 kaya korup, apa itu namanya mengabdi? Kalo jadi pejabat negara, pegawai negeri atau tentara sampe berpuluh2 tahun pun, tapi hidupnya kaya gitu, apa itu namanya mengabdi? Lalu, siapa sih yang layak disebut sebagai abdi negara itu? Hidup seperti apa yang layak disebut mengabdi bagi bangsa itu? Emang mengabdi itu sendiri artinya apa sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau apa sebenarnya aku buang2 waktu aja hari gini masih nanya pertanyaan kaya gitu? Apakah aku bodoh nanya hal2 kaya gituan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Any comments?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-yang lagi mencari jawaban buat pertanyaanku sendiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3444863935734715761?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3444863935734715761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3444863935734715761' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3444863935734715761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3444863935734715761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/11/hari-gini-mengabdi-bagi-bangsa.html' title='Hari gini mengabdi bagi bangsa?'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3797369250535751174</id><published>2007-11-09T05:35:00.000+01:00</published><updated>2007-11-09T05:55:55.835+01:00</updated><title type='text'>Sapa suruh datang Jakarta</title><content type='html'>Beberapa hari ini, dari portal berita dan beberapa email di milis, banyak yang mengeluhkan makin parahnya kemacetan di Jakarta. Dari yang macet 1 jam, sekarang bisa jadi 3 jam. Gila ya?! Terus terang, sejak dulu aku sempat kerja 3 bulan di Jakarta, abis itu aku ga mau lagi kerja disana. Waktu aku bilang ini ke bosku di perusahaan tempatku kerja dulu, dia bilang, "Ritz, masa baru 3 bulan kau langsung cepat kali ambil keputusan kaya gitu. Aku aja yang udah bertahun2, masih kerja di Jakarta tuh." Aku sih diam aja dengernya. Tapi aku sebenernya punya jawaban, cuma aku malas aja bilangnya, soalnya aku ngerasa dia udah ngeliat aku kaya anak kecil dan orang udik gitu. Aku mo jawab ke dia, "Lha, justru aku ga mau kaya bos. Kalo bisa ngambil keputusan yang tepat dalam 3 bulan, ngapain harus nunggu bertahun2??" Heheh, mikirnya kebalik ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, banyak sih alasan kenapa orang akhirnya bertahan di Jakarta dan harus kerja tiap hari kaya mo pergi perang. Dari sekian banyak alasan, menurutku yang paling menyedihkan adalah kalo memang sudah ga ada pilihan lagi, udah terjebak dan udah susaaaah banget keluar dari situ. Kalo aja ada satu yang bisa diminta manusia ke Tuhan dan Tuhan kabulkan, aku sih mo minta biar perut otomatis terasa kenyang kalo dia udah mulai terasa lapar tapi kita masih punya nafsu makan. Susah memang jadi manusia, karena punya perut yang ga mau ngerti kalo udah minta diisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, menurutku sih bersyukurlah kalo masih bisa membuat pilihan lain dan belum terjebak. Aku sendiri bakal mikir berkali2 deh kalo diminta kerja dan tinggal di Jakarta (tergantung juga sih kerjanya apa dan tinggal dimana). Indonesia itu begitu luas, dan kalo pun mo kerja di kota, aku rasa, sejauh yang aku tahu, Medan dan Bandung masih oke tuh. Apalagi Medan, menurutku cukup strategis karena dekat Batam, Singapore dan Kuala Lumpur. Lalu gimana dengan kesempatan dan rejeki? Ah, itu mah datangnya dari Tuhan dan tergantung kita juga. Aku percaya, kalo memang seseorang punya kualitas dan keahlian yang dibutuhkan orang, pasti dia yang dicari orang (dan duit juga), bukan dia yang cari2 orang (atau duit). Kalo ada rumah makan yang masakannya lebih enak daripada cinta pertama, mau tempatnya ada di ujung gang yang susah ditempuh, kesana orang akan pergi dan cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Change before you have to.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jack Welch&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sapa suruh datang Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sandiri suka sandiri rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ee do e sayang&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3797369250535751174?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3797369250535751174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3797369250535751174' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3797369250535751174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3797369250535751174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/11/sapa-suruh-datang-jakarta.html' title='Sapa suruh datang Jakarta'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-2372529347649773764</id><published>2007-11-07T17:28:00.000+01:00</published><updated>2007-11-07T17:59:08.532+01:00</updated><title type='text'>I CAN DO IT!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;If we knew what it was we were doing, it would not be called research, would it?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Albert Einstein (1879 - 1955)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Copy from one, it’s plagiarism; copy from two, it’s research.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Wilson Mizner (1876 - 1933)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pelajaran berharga dari internship yang lalu adalah sebelum memulai riset, hal pertama yang aku harus lakukan adalah mengumpulkan dan mempelajari sebanyak2nya dan selengkap2nya hasil2 penelitian yang udah dilakukan orang tentang topik itu. Setelah itu, baru aku mendefinisikan ulang sampai jelas research question yang hendak kujawab dan kontribusi orisinil apa yang bisa aku hasilkan dengan penelitianku. Ini semua penting banget buat efektifitas dan efisiensi kerjaku sendiri. Kalau saja aku gagal dalam tahap ini, maka mungkin saja, dengan informasi yang ga lengkap, aku melakukan sesuatu yang semuanya sudah dilakukan orang lain sebelumnya dan hasilnya pun belum tentu lebih baik. Jadi, never reinvent the wheel, but instead, improve it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang persis kulakukan sepanjang hari ini dan aku telah mengumpulkan begitu banyak data dan hasil tentang topik yang akan kukerjakan dari penelitian2 orang sebelumnya. Duh, terus terang, abis aku baca2 dan pelajari sebagian, aku rada minder dikit, soalnya paper2 yang kubaca itu hampir semua penelitian doktor dari universitas2 top di USA sana, kaya Stanford, MIT, CMU, dll. Hasil2nya juga mengagumkan. Aku jadi mikir, gimana caranya aku yang sebenernya backgroundnya elektro dan bukan computer science, bisa kasi kontribusi untuk bidang ini, padahal hasil yang mereka udah capai udah segitu bagusnya? Entahlah.  Oh, siapakah aku ini ya kalo aku  akhirnya bisa ngasilkan sesuatu yang cukup orisinil?... I wish I could...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tapi ngapain juga aku pikirin itu ya kan. Ini kan baru hari keempat dari 9 bulan, masih panjang, meski aku juga ga boleh jadi berleha2. Output yang kuinginkan dari proses literature study ini adalah aku mampu memformulasikan research questions ku sampe jelas batasannya dan goal yang mau kucapai, termasuk kontribusi orisinil yang dapat kuhasilkan dari tesisku.  More or less, sekarang itu jadi lebih jelas lah daripada assignment yang sebelumnya dikasi pembimbingku. Kembali kata2 profesor pembimbingku waktu memulai internship dulu terngiang2 di kepalaku sekarang. Katanya, "please don't start by thinking you'll change the world with what you're going to do." Iya juga sih, lebih baik start small but achievable, daripada thinking big but finally I lose my sanity, alias jadi stress trus botak, lalu aku jadi jelek deh jadinya, apalagi jadi gila... duh, kacian kan nanti orangtua, keluarga, apalagi pacarku yang lagi nunggu2 aku... kalo mereka jadi sedih dan nangis gimana dong, ... hiks, hiks, heheheh... ga ah, becanda doang kok. Hey negative thoughts, get lost!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo Ritz, semangat, semangat... maju tak gentar. With God, you CAN DO it. Nothing is impossible with him. Yeah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it.&lt;br /&gt;You can do it&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;If any of you lacks wisdom, he should ask God, who gives generously to all without finding fault, and it will be given to him. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" id="en-NIV-30257" class="sup"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;But when he asks, he must believe and not doubt, because he who doubts is like a wave of the sea, blown and tossed by the wind.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- James 1:5-6&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-2372529347649773764?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/2372529347649773764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=2372529347649773764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2372529347649773764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/2372529347649773764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/11/i-can-do-it.html' title='I CAN DO IT!'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1452250937019518105</id><published>2007-11-06T23:02:00.000+01:00</published><updated>2007-11-06T23:20:25.908+01:00</updated><title type='text'>Dari 'Yerusalem' ke ujung bumi</title><content type='html'>Hidup adalah urusan mempengaruhi atau dipengaruhi, menjadi lebih baik atau lebih buruk. Pilihannya setiap kali selalu salah satu dari dua itu, tak pernah ada di tengah-tengah. Karena itu, peran dalam hidup pun selalu menjadi pihak yang mempengaruhi atau yang dipengaruhi. Mana yang lebih banyak kita perankan, itu kita sendiri yang memutuskan dan memilih. Tentunya, tak ada orang yang selalu mempengaruhi tanpa dipengaruhi. Tapi, mungkin saja, ada orang yang sedikit sekali mempengaruhi, tetapi begitu sering dan mudah dipengaruhi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah dan akan selalu mengalami kedua peran itu. Orang bilang, leadership is about influence dan aku setuju. Tak ada yang paling membahagiakanku kalau aku dapat memberi pengaruh dalam hidup orang lain sehingga mereka menjadi lebih baik. Seperti hari ini, aku sungguh senang karena itu terjadi lagi sehingga aku melihat langsung perubahan yang baik terjadi dalam hidup beberapa orang teman. Aku sendiri ga nyangka itu terjadi, tetapi hei, apakah itu terjadi atau tidak bukankah itu bukan urusan kita? Yang penting, tetaplah hidup memberi pengaruh. Soal orang mendengar atau tidak, menerima atau menolak, seharusnya bukan menjadi penentu untuk kita dapat memberi pengaruh yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal pengaruh, aku belajar kalau itu harus dimulai dari aku sendiri, orang-orang yang dekat denganku, terus lama-lama penetrasinya makin jauh, apalagi menggunakan media. Yang dibutuhkan adalah waktu dan konsistensi untuk tetap memberikan pesan dan pengaruh yang sama setiap saat. Aku bayangkan, kalau usia segini aku bisa memberi pengaruh kepada orang-orang di dekatku, jika aku semakin berkembang dan melengkapi diri, maka aku yakin semakin aku tua, seharusnya semakin pula berisi dan pengaruhku pun makin kuat dan luas.  Waktu dan kesetiaan, dan akhirnya, tentu saja, kuasa yang dari atas. Seperti kata-kata Seorang muda hampir dua ribu tahun yang lalu yang hidupnya cukup singkat tapi pengaruhnya begitu besar termasuk dalam hidupku saat ini, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini di 'Yerusalem', hingga nanti tetap di 'Yerusalem' tetapi hingga ke ujung bumi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1452250937019518105?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1452250937019518105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1452250937019518105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1452250937019518105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1452250937019518105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/11/dari-yerusalem-ke-ujung-bumi.html' title='Dari &apos;Yerusalem&apos; ke ujung bumi'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-3524392918622723467</id><published>2007-11-03T16:10:00.000+01:00</published><updated>2007-11-03T16:47:32.711+01:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari Den Haag (3): it's all about PASSION!</title><content type='html'>Sabtu malam yang lalu di Den Haag, aku berkenalan dengan seorang mahasiswa Indonesia yang juga sedang studi di Belanda. Kami ketemunya ga sengaja dan setelah itu kami cukup lama ngobrol. Teman ini masih mahasiswa tahun pertama dan sekolah di Belanda dengan biaya dari keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menikmati pembicaraan dengannya dan ada dua hal menarik yang aku dapati darinya yang menurutku jarang dimiliki anak muda Indonesia seumur dia. Pertama, aku terkesan dengan jawabannya ketika aku tanya kenapa dia memilih studi di bidang yang sekarang dia tekuni. Dia bilang, "karena itu yang aku suka, karena itu PASSION-ku." Aku sempat terdiam sebentar begitu mendengar jawabannya. Abis itu aku bilang bahwa rasanya baru kali ini aku ketemu sama orang Indonesia seumur dia yang memberi jawaban seperti yang dia beri atas pertanyaan itu. Apalagi, dia menggunakan kata PASSION yang juga salah satu kata favoritku. Lalu dia cerita bahwa sebenernya orangtuanya pengen dia kuliah di bidang yang lain yang ga dia minati. Tapi, yang membedakannya dengan kebanyakan orang, dia berani menolak dan dia bersikeras memilih kuliah di bidang yang dia minati itu. Syukur saja orangtuanya tetap mendukung dia, meski dia memilih pilihan yang berbeda dengan kehendak orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang kusuka dan aku hargai dari anak muda ini adalah alasannya yang lain setelah itu. Dia memberitahuku profesi apa yang dia inginkan untuk dia tekuni setelah lulus nanti dan itu sesuai dengan bidang ilmu yang saat ini dia telah pilih dan pelajari. Hebatnya, dia sudah memikirkan dan membuat keputusan itu sebelum dia kuliah. Bagiku, dia berarti punya visi dalam hidupnya. Dia tipe orang yang memulai dari akhir dan ketika visi itu jelas baginya, itulah yang memimpinnya dalam mengambil keputusan saat ini dengan satu tujuan: menjadikan mimpinya kenyataan! Sungguh sesuatu yang sangat jarang aku dengar dari anak Indonesia semuda dia! Luar biasa! Malam itu, aku sungguh menikmati bisa ngobrol dengan dia. Aku berharap suatu saat kami bisa bertemu lagi dan aku menantikan dia akan cerita bagaimana mimpinya sudah jadi kenyataan... Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak fenomena sebaliknya yang terjadi di Indonesia? Berapa banyak anak Indonesia yang masuk kuliah tanpa tahu sama sekali apa sebenarnya yang dia sukai atau apa yang sebenernya menjadi kekuatan dan potensinya yang terbesar? Berapa banyak dari mereka yang masuk kuliah tanpa tahu mereka sebenernya ingin jadi apa nanti? Berapa banyak anak Indonesia yang berani atau diberi kesempatan untuk bermimpi dan diberi hak untuk berjuang mencapai impiannya? Kalau pun mereka tahu apa bidang ilmu yang mereka sukai dan ingin mereka pelajari di kuliah atau mereka tahu pasti ingin menekuni profesi apa nanti, berapa banyak dari mereka yang terampas dan terjajah haknya karena orangtua mereka memaksa mereka kuliah bertahun2 untuk bidang ilmu yang orangtua mereka inginkan tapi justru mereka ga suka? Berapa banyak tahun2 produktif anak2 Indonesia harus terbuang hanya karena mereka terpaksa kuliah dan belajar atau bahkan menderita selama kuliah hanya karena mengikuti kehendak orangtua dan menyenangkan mereka? Berapa banyak, berapa banyak, berapa banyak??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena seperti di atas umum terjadi di banyak keluarga Batak. Orangtua Batak yang dibesarkan di era industri dan masih konservatif umumnya hanya mengenal dan mengakui sedikit saja tipe pekerjaan sebagai profesi. Ya, kalau bukan insinyur, ya dokter, kalo ngga, ya jadi pengacara, atau ya jadi pegawai negeri. Stop, udah sampai di situ aja taunya. Pilihan profesi yang sedikit itu menurutku dilatarbelakangi keinginan untuk mencari kestabilan dalam hidup atau gimana cepat menjadi kaya. Herannya, kalo toh memang pengen cepet kaya, jarang sekali orangtua Batak yang memasukkan jadi wirausaha dalam daftar itu, bukan seperti teman2 Tionghoa. Kenapa gitu, wah aku juga tertarik pengen tahu tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar profesi yang begitu cetek itu jelas membatasi pilihan program studi yang mereka bolehkan untuk anak mereka pilih saat hendak kuliah. Kalo mo jadi insinyur, ya jelas kuliah teknik lah. Teknik nya pun biasanya tertentu aja, sebatas apa yang mereka tahu. Paling teknik elektro, teknik kimia, teknik mesin, atau teknik sipil. Dengan begitu, bidang sains seperti matematika, fisika, kimia, biologi dll jelas di luar hitungan. Trus, kalo mo jadi dokter, ya jelas harus masuk fakultas kedokteran dong. Kalo mo jadi pengacara, jalan satu2nya ya masuk fakultas hukum. Nah, kalo si anak akhirnya kuliah di jurusan2 selain itu, ya udah lah, nanti jadi pegawai negeri aja... Menyedihkan banget kan? Poor souls!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pengen nulis lebih banyak tentang pandanganku gimana sebenarnya harusnya orangtua bersikap, tapi aku memutuskan ga akan tulis karena aku belum jadi orangtua hehehe. Tapi, aku bisa menjadikan keputusan dan pilihan si anak muda di atas sebagai teladan bagi sekian banyak anak muda Indonesia yang sebenernya masih mengalami 'penjajahan' dan 'penindasan' di dalam rumah dan keluarga mereka, di tengah2 bangsa yang katanya sudah merdeka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-yang masih ragu apa Indonesia sendiri sebenernya sudah sepenuhnya merdeka...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-3524392918622723467?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/3524392918622723467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=3524392918622723467' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3524392918622723467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/3524392918622723467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/11/oleh-oleh-dari-den-haag-3-its-all-about.html' title='Oleh-oleh dari Den Haag (3): it&apos;s all about PASSION!'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-1338462395505423592</id><published>2007-11-02T12:36:00.000+01:00</published><updated>2007-11-02T12:51:43.245+01:00</updated><title type='text'>Let the battle begin!</title><content type='html'>Setelah memikirkan matang2 dari beberapa opsi yang ada dengan segala implikasinya, akhirnya aku memilih tawaran graduation project yang menantang dari Philips Research Europe Eindhoven di Video Processing Group, High Tech Campus Eindhoven. Kemarin aku mulai dan sejauh ini profesorku di TUE udah bersedia jadi pembimbing. Setelah 'break' satu bulan selama Oktober setelah menyelesaikan long internship dengan hasil melebihi target, maka sekarang aku sangat siap untuk mulai tesis. I can't wait and I'm very excited. Kata orang, permulaan yang baik itu udah setengah jalan dan aku yakin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa sebenernya topik yang akan kukerjakan? Well, aku ga bisa ceritakan detil karena proyeknya milik Philips. Singkatnya, topiknya berhubungan dengan teknologi masa depan di bidang video processing untuk kompresi. Kata pembimbingku, dari publikasi yang ada, satu group di dunia ini yang melakukan hal yang mirip dengan itu adalah Fraunhofer Heinrich-Hertz Institut di Jerman. Dia udah kontak dengan mereka dan pembimbingku bilang ke aku kalau aku mampu memberi major contribution untuk proyek ini, Philips dan Fraunhofer HHI akan memasukkannya dalam joint proposal mereka untuk standarisasi H.265 !! Wow, waktu aku mendengarnya, aku bener2 excited banget dan membuatku lupa untuk sementara tentang susahnya proyeknya yang akan kukerjakan. Tapi ga papa lah, minimal semangat dulu sebelum bertempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, to me, I see it as my new and biggest battle. So, let the battle begin because I'm more than ready to fight till the last drop of my blood. O God, please abide with me. I can do nothing without you...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-1338462395505423592?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/1338462395505423592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=1338462395505423592' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1338462395505423592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/1338462395505423592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/11/let-battle-begin.html' title='Let the battle begin!'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-611899376654396511</id><published>2007-11-01T18:09:00.000+01:00</published><updated>2007-11-01T18:34:08.214+01:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari Den Haag (2): tipe orang muda yang dibutuhkan Indonesia</title><content type='html'>Di Den Haag aku juga akhirnya ketemu dan ngobrol sama seorang teman yang baru mulai studi master di Belanda. Wah, aku senang sekali bisa ketemu dia dan aku menikmati pembicaraan sama dia. Aku merasa kawan ini dewasa orangnya, pemikirannya maju, idealis, dan kupikir juga berintegritas dan masih punya hati nurani, kelihatan dari apa yang dia katakan. Sayang aku ga bisa share apa aja yang kami bicarakan, soalnya banyak yang sensitif dan confidential.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menguasai bidang yang aku buta, tapi sebenernya aku sih tertarik mempelajari disiplin ilmu yang satu itu, apalagi karena memang ingin kembali berkarya di Indonesia. Kompleksitas keadaan di Indonesia kayanya membutuhkan orang2 muda untuk belajar lebih banyak daripada bidang ilmunya aja. Misalnya, orang2 seperti aku  yang latar belakangnya ilmu teknik, kalo mo berkiprah lebih banyak di Indonesia, perlu juga belajar lebih banyak dari teman2 tentang ilmu2 sosial, seperti pendidikan, politik, ekonomi sama ilmu komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang aku salut dari dia adalah pilihannya untuk tekun dan setia  selama bertahun2 mengabdi dan memperjuangkan nasib banyak orang yang tertindas di Indonesia, meski jelas perkerjaan seperti yang dia lakoni ga menjanjikan karir atau uang banyak, apalagi cepat kaya, kalo tetap jujur. Dia bahkan cerita kalo sebenernya undang2 di Indonesia ga mencakup pekerjaan seperti dia punya. Itu sebabnya aku senang dan bersyukur banget orang2 muda seperti dia bisa lanjut master. Aku berharap, studi lanjut akan makin memperlengkapi dan menajamkan dia dalam karyanya di Indonesia nanti, biar makin berpengaruh dan berisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, berkah paling besar bagi suatu bangsa adalah kalo dia punya semakin banyak orang muda yang punya visi, berhati bersih dan berani, tapi didukung sama kapasitas besar dan berpendidikan tinggi. Inilah tipe orang muda yang dibutuhkan Indonesia kalo ingin bangkit. Tapi sebaliknya, kesempatan studi lanjut di luar negeri bisa jadi bumerang buat suatu bangsa kalo orang2 yang dikirim buat belajar ternyata sebenernya berhati busuk, apalagi kalo mereka mau dipakai jadi alat sama bangsa asing buat memeras bangsa sendiri untuk kepentingan pemilik modal. Tidak ada yang paling berbahaya dan merusak sebuah bangsa daripada orang yang brilian otaknya, tapi berhati jahat. Semoga kami ga termasuk di antaranya, sampai kapan pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus kawan!&lt;br /&gt;Indonesia membutuhkanmu!&lt;br /&gt;Indonesia membutuhkan kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;We shall overcome&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;We shall overcome&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;we shall overcome someday&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;O deep in my heart&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I do believe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;We shall overcome someday&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33805576-611899376654396511?l=mauritzpanggabean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/feeds/611899376654396511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33805576&amp;postID=611899376654396511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/611899376654396511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33805576/posts/default/611899376654396511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mauritzpanggabean.blogspot.com/2007/11/oleh-oleh-dari-den-haag-2-tipe-orang.html' title='Oleh-oleh dari Den Haag (2): tipe orang muda yang dibutuhkan Indonesia'/><author><name>mauritz panggabean</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02219397717300092781</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NcfIhugRObQ/SfsG7xGOMHI/AAAAAAAAAQA/-Q2Yp93wboQ/S220/mhp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33805576.post-7161740414676686406</id><published>2007-10-31T16:49:00.000+01:00</published><updated>2007-10-31T17:59:10.790+01:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari Den Haag (1): kabar dari medan perang</title><content type='html'>Selama aku menikmati pembinaan selama aku sekolah dan kuliah dulu, aku memiliki satu metafora yang aku suka dan aku pakai hingga sekarang tentang pembinaan rohani seperti itu, istilahnya PSK (Persekutuan Siswa Kristen) atau PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen), dan dunia alumni Kristen. Aku melihat tempat2 pembinaan itu seperti akademi militer dan dunia alumni itu seperti medan pertempuran. Di akademi militer itu siswa dan mahasiswa dibina agar siap bertempur di medan perang alumni setelah lulus, meski sendirian. Mereka dibina agar memiliki prinsip2 dan visi hidup serta dilengkapi dengan berbagai skill agar mampu bersaksi sebagai seorang pemimpin Kristen yang efektif di mana pun Tuhan memimpin langkahnya pergi, terutama saat hanya ia sendiri yang Kristen di tempatnya bekerja. Jika disana sudah ada pelayanan, maka ia akan memberi diri untuk mengembangkannya, tapi jika disana belum ada pelayanan sama sekali, seluruh skill yang dia pelajari di akademi akan menolongnya untuk memulai dari nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah memiliki metafora itu sejak aku masih dibina waktu kuliah dulu. Waktu itu, karena aku sendiri belum pernah mengalami gimana dunia alumni itu, kadang2 aku ga ngerti bagaimana aplikasi dari semua yang diajarkan dan dilatih selama aku dibina itu. Kadang aku  berpikir, buat apa kami diajarin supaya punya disiplin doa, saat teduh, ikut kelompok kecil, dilatih PA dan memimpin PA, dan semuanya yang kadang butuh banyak waktu dan tenaga, padahal waktu itu juga kami harus belajar menyelesaikan kuliah yang berat dengan baik. Karena itulah, menurutku, satu yang paling menggembirakan, menyegarkan dan melengkapi buatku selama dibina adalah kisah2 perjuangan dan kemenangan dari alumni akademi militer yang telah bertahun2 berjuang di medan tempur alumni. Itu efeknya lebih daripada 'sekadar' khotbah. Sayangnya, dari semua yang 'diluluskan dan diutus' oleh akademi tempatku dibina, rasanya jumlah mereka yang tidak hanya mampu bertahan tapi juga menyerang dan berhasil meraih kemenangan2 di medan tempur itu tidak banyak. Namun aku bersyukur karena aku bertemu dan berbincang2 cukup lama dengan dua orang di antara mereka yang sedikit itu selama kunjunganku di Den Haag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku udah dengar kiprah abang dan kakak ini waktu aku masih dibina di Bandung dulu. Tapi baru minggu lalu aku bertemu dengan mereka langsung. Aku senang sekali bertemu dengan mereka dan dari saat pertama aku disambut di depan pintu, aku tidak merasa adanya beda usia dan angkatan yang cukup jauh antara kami. Selama dua hari dua malam itu kami banyak sharing, terutama dari abang yang kayanya memang senang bercerita. Aku pun manfaatkan kesempatan itu untuk lebih banyak mendengar dan menyerap prinsip2 berharga supaya aku pun nanti bisa seperti mereka, apalagi jika suatu saat Tuhan memimpinku untuk menikah dan membangun keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ga akan ceritakan semuanya, tapi aku akan bagikan prinsip2 berharga apa aja yang kupelajari dari hidup abang dan kakak ini selama perbincangan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada dua keputusan maha penting dan sangat krusial yang sering menentukan menang kalahnya alumni di medan perang: MEMILIH PEKERJAAN / KARIR dan MEMILIH TEMAN HIDUP. Abang itu kerja di sebuah perusahaan multinasional asing dengan fasilitas dan reward finansial yang pasti jadi dambaan banyak alumni terutama di Indonesia. Dalam percakapanku dengan abang itu, akhirnya aku tahu bagaimana pergumulannya dengan Tuhan untuk memilih pekerjaan itu . Yang pasti, aku akhirnya tahu bahwa motivasi abang itu paling pertama bukan uang, tetapi bagaimana Tuhan dapat membawanya ke tempat2 dimana dia dapat memberitakan Injil dan melayani. Dan memang Tuhan membawanya ke tempat2 yang jauh, terpencil dan sulit, dan disana memang abang itu dipakai Tuhan dengan waktu, tenaga dan uang untuk melayani-Nya. Aku juga akhirnya tahu kalau abang itu ga hanya cari uang untuk diri dan keluarga sendiri, tetapi lebih dari itu awalnya untuk mendukung pelayanan yang jelas tetap butuh dukungan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, dulu awalnya aku sempat punya pikiran negatif sama rekan2 alumni yang pengen masuk ke perusahaan multinasional yang aku tahu menawarkan reward yang menggiurkan secara finansial dan karir. Tapi sekarang, aku yakin kalau di posisi2 itu pun Allah dapat menggunakan anak2nya untuk kemuliaan-Nya, SELAMA MEMANG TUHAN MEMIMPIN DIA KE SANA, contohnya ya seperti abang ini. Nah, yang selalu jadi pertanyaan penting adalah,  apakah MOTIVASI dan TUJUAN UTAMA di dalam lubuk hati terdalam waktu memilih jenis pekerjaan dan tempat bekerja itu? Jika motivasi dan tujuan pertam
